SUARA USU
Kabar Kampus

Mawapres 1 FIB: Berprestasi Bukan Soal Sertifikat

Oleh: Fitri Dian Jannah

Suara USU,Medan. Predikat Mahasiswa Berprestasi 1 Fakultas Ilmu Budaya tahun 2021 berhasil disandang oleh Nurhaliza dari program studi Sastra Inggris stambuk 2018. Ia terpilih melalui pemilihan mahasiswa berprestasi yang diadakan di setiap fakultas.

Untuk bisa terpilih menjadi mahasiswa berprestasi perlu mempertimbangkan banyak hal, seperti prestasi akademi, non akademik, dan karya tulis yang dihasilkan. Apakah itu inovatif dan memiliki solusi dari sebuah permasalahan serta tentunya harus memiliki kebermanfaatan.

Nurhaliza telah meraih banyak prestasi selama berkuliah seperti mendapatkan predikat sastra terbaik, penulis terbaik dari salah satu penerbit di Indonesia, penulis sastra terbaik dari Balai Bahasa Sumatera Utara, memiliki IPK diatas 3,5 hingga prestasi tingkat internasional yaitu mendapatkan peringkat 100 besar untuk kepenulisan internasional.

Meskipun begitu, Nurhaliza merasa ini barulah awal mula untuk membuka diri serta memantaskan diri untuk menyandang gelar yang didapatkannya.

Dalam karya tulis miliknya, Nurhaliza mengangkat tema Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu rencana aksi global yang bertujuan mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan. Dari 17 tujuan yang dimiliki SDGs, ia mengambil spesifikasi poin nomor 4 mengenai Quality Education atau Pendidikan Berkualitas, yang dimaksudkan untuk mendukung pemerataan pendidikan. Berdasarkan latar belakang pendidikannya, yaitu Sastra Inggris, ia berkeinginan untuk merealisasikan peran mahasiswa dengan meningkatkan kosakata bahasa inggris pada anak melalui permainan yang mengambil konsep serta ilmu-ilmu Linguistik.

Alasan Nurhaliza mengangkat permasalahan ini adalah bahwa masyarakat indonesia telah mempelajari bahasa inggris sejak bangku sekolah dasar hingga bangku perkuliahan, namun Indonesia masih masuk ke dalam kategori Low Proficiency dalam hal kemahiran bahasa inggris. Ia berharap dengan adanya permainan yang dibuatnya ini dapat menghilangkan kekakuan masyarakat dalam berbahasa inggris serta meningkatkan semangat belajar dan kepercaya dirian pada tiap individu.

Selama proses pembuatan karya tulis, Nurhaliza mendapat dukungan besar dari teman-teman dari SGC USU. Hambatan yang dirasakan Nurhaliza selama pembuatan karya tulis ini lebih kepada sistematika penulisan. Seperti misalnya, cara-cara menyusun poin utama pembahasan yang langsung kepada intinya dan tidak bertele-tele, serta menyusun kalimat yang membuat pembaca mudah memahami isi pembahasan dari karya tulis tersebut.

Nurhaliza membagikan kiat-kiat sederhana untuk menjadi pribadi yang berprestasi. Dimulai dari hal-hal kecil seperti memiliki semangat, keyakinan, usaha, kepercayaan bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk dapat bersinar.

“Ketimbang iri dengan prestasi atau pencapaian orang lain, lebih baik kita terus berusaha untuk bergerak maju, dan merubah diri sendiri untuk mencapai kebermanfaatan untuk orang lain,” ungkap Nurhaliza.

Kemudian ia juga berpesan untuk menjaga lingkup pertemanan dan lingkungan, carilah lingkungan yang baik dan milikilah teman-teman yang sama-sama mau berjuang untuk dapat saling merubah diri ke arah yang lebih baik. Salah satu hal penting ini juga perlu dimiliki, yaitu role model. Keberadaan role model/figur/pelatih menjadi seorang pembimbing yang akan membantu dalam proses berprestasi, serta tempat untuk memperoleh ilmu.

“Beprestasi bukan hanya soal sertifikat, bukan hanya gelar, tapi kebermanfaatan dan niat yang kita punya untuk memberikan usefulness, untuk menyebarkan hal-hal baik di muka bumi ini,” tutupnya.

Redaktur: Yessica Irene

Related posts

Be A Huffaz Sahabat Pendidikan Ulil Albab

redaksi

Dengan Protokol Kesehatan, Dosen USU Lakukan Pengabdian Berbasis Agrosilvopastura

redaksi

Batam Minim Vonis Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkotik, Tim Peneliti Siapkan Datanya

redaksi