Home Tulisan Belajar Dunia Anak Lewat Kreasi Clay di LKSA Bina Kasih 
Tulisan

Belajar Dunia Anak Lewat Kreasi Clay di LKSA Bina Kasih 

Share

Oleh: Nazwa Aisyara 

Pembelajaran tidak selalu diperoleh di dalam ruang kelas. Dalam dunia perkuliahan, pengalaman lapangan sering kali menjadi sarana pembelajaran yang memberikan pemahaman lebih nyata dibandingkan teori yang dipelajari di buku. Salah satu pengalaman tersebut diperoleh melalui kegiatan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Bina Kasih sebagai bagian dari proyek mata kuliah Pengembangan dan Pengorganisasian Masyarakat atau Community Organization and Community Development (COCD) yang dibimbing oleh Bapak Dr. Agus Suriadi, S.Sos., M.Si. 

Kegiatan ini dilaksanakan dengan berfokus pada aktivitas kreatif bersama anak-anak panti melalui pembuatan kerajinan tangan menggunakan clay atau plastisin. Secara sederhana, kegiatan ini bertujuan menciptakan suasana bermain yang menyenangkan sekaligus mendorong kreativitas peserta. Meskipun terlihat sederhana, aktivitas tersebut ternyata memberikan pengalaman sosial yang bermakna serta membuka pemahaman baru mengenai karakter dan dunia anak. 

Pada pelaksanaannya, anak-anak menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi ketika clay mulai dibagikan. Beragam warna dan bentuk yang dapat dibuat memunculkan rasa ingin tahu serta semangat untuk mencoba. Tidak ada batasan tertentu mengenai hasil karya yang harus dibuat, sehingga anak-anak diberi kebebasan untuk menuangkan imajinasi masing-masing melalui bentuk-bentuk yang mereka ciptakan. 

Menariknya, kegiatan ini memperlihatkan bahwa setiap anak memiliki cara berekspresi yang berbeda. Sebagian anak tampak percaya diri menunjukkan hasil karya mereka, sementara sebagian lainnya lebih menikmati proses dengan penuh ketelitian. Ada pula anak yang berulang kali memperbaiki bentuk clay yang dibuat karena merasa belum sesuai dengan keinginannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa aktivitas bermain dapat menjadi media untuk memahami karakter, kebiasaan, bahkan cara anak mengekspresikan dirinya. 

Selain melatih kreativitas, kegiatan membuat kerajinan tangan juga menciptakan interaksi sosial yang positif. Anak-anak tampak saling membantu, berbagi warna clay, serta berdiskusi mengenai bentuk yang ingin dibuat. Interaksi sederhana seperti ini secara tidak langsung membangun rasa kebersamaan, kepercayaan diri, dan kemampuan bekerja sama di antara mereka. 

Kegiatan di LKSA Bina Kasih juga memberikan pemahaman bahwa pengembangan masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui program besar atau kegiatan yang kompleks. Kehadiran, interaksi sederhana, serta upaya menciptakan ruang yang nyaman bagi anak-anak untuk berekspresi juga dapat menjadi bentuk kontribusi sosial yang bermakna. Dalam konteks ini, aktivitas kreatif seperti membuat kerajinan tangan bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga sarana untuk membangun kedekatan emosional dan memahami kebutuhan anak dari sudut pandang yang lebih dekat. 

Pada akhirnya, kegiatan sederhana melalui segenggam clay mampu menghadirkan pengalaman yang bernilai, baik bagi anak-anak maupun mahasiswa yang terlibat. Dari aktivitas tersebut terlihat bahwa kebahagiaan, kreativitas, dan rasa kebersamaan dapat tumbuh dari hal-hal kecil yang dilakukan bersama. Pengalaman di LKSA Bina Kasih menjadi pengingat bahwa proses belajar sering kali hadir melalui interaksi sederhana yang memberi makna lebih dalam tentang kepedulian sosial dan pentingnya memahami dunia anak. 

Artikel ini adalah publikasi tugas Mata Kuliah Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat (COCD) dengan Dosen Pengampu Dr. Agus Suriadi S.Sos., M.Si.

Redaktur: Muhassanah Nasution 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.