Oleh: Mia Amelia/Josua Nainggolan/Farhan Aziz Tanjung/Muhammad Raihan Hawari
Suara USU, Medan. MBKM (merdeka belajar kampus merdeka) adalah program yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan mendorong mahasiswa untu menguasai berbagai keilmuan untuk bekal memasuki dunia kerja. Program magang (merupakan suatu wadah untuk mendorong para mahasiswa agar belajar secara langsung di perusahaan dengan melihat bagaimana kondisi nyata di lapangan. Dengan adanya magang diharapkan dapat memberikan mahasiswa pengalaman empiris yang nantinya akan meningkatkan kreativitas, kemandirian, dan menemukan pengetahuan yang didapat dari permasalahan riil. Magang juga dapat memberikan bekal kepada mahasiswa sebelum menjalankan kegiatan kerja yang sebenarnya.
Mahasiswa MBKM Fakultas Kehutanan melakukan kegiatan MBKM Penelitian di Desa Buluh Awar, Nama-nama mahasiswa tersebut adalah Mia Amelia, Josua Nainggolan, Muhammad Raihan Hawari dan Farhan Aziz Tanjung. Mereka merupakan mahasiswa bimbingan dari dosen Ibu Prof. Ir. Siti Latifah, S.Hut., M.Si., Ph.D., IPU; Bapak Prof. Dr. Ir. Muhdi, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng.; Bapak Dr. Ir. OK Hasnanda Syahputra, M.P., IPM; Ibu Prof. Dr. Khaira Amalia Fachrudin, S.E., Ak., MBA serta Ibu Dr. Kansih Sri Hartini, S.Hut., M.P.
Salah satu program MBKM yang diikuti oleh mahasiswa tersebut adalah program MBKM Penelitian. Mereka melakukan magang penelitian di Desa Buluh Awar Kecamatan Sibolangit. Kegiatan ini berlangsung dari bulan September 2024 – Desember 2024.
Desa Buluh Awar, yang terletak di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, kini dikenal sebagai salah satu pusat penghasil tanaman aren yang potensial. Berkat kondisi alam yang mendukung dan budaya pertanian yang kental, desa ini berhasil mengembangkan aren sebagai komoditas unggulan, memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal.
Desa Buluh awar memiliki luas ±500 HA (sekitar 40 HA diantaranya merupakan lahan tempat tumbuh nya aren), Aren atau _Arenga pinnata_ memiliki 3 aspek nilai yaitu:
1. Nilai ekonomi, yang dimana aren dapat di manfaatkan masyarakat sekitar desa Buluh Awar untuk dijual kembali atau di gunakan oleh masyarakat sekitar, seperti pada bagian ijuk dijadikan untuk atap pondok atau sapu, nira di olah menjadi gula aren, gula aren di jual sehingga menghasilkan nilai beli.
2. Nilai ekologi, aren sendiri berperan dalam penyerapan karbon, dimasa sekarang ini pemanasan global semakin meningkat, namun aren juga mengambil peran dalam penyerapan biomassa dan karbon untuk mengurangi efek rumah kaca yang akibat dari pemanasan global, aren juga berperan menjaga ekosistem sekitar hutan karena pertumbuhan nya yang pesat.
3. Nilai sosial, aren juga memiliki nilai sosial, karena aren menjadi mata pencaharian masyarakat sekitar desa buluh awar, selain itu aren juga di manfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai simbolik tradisional seperti jika seseorang memiliki rumah baru maka buah aren yang masih muda akan di gantung untuk menandakan rumah tersebut baru di huni (pemanfaatan etnobotani)
Josua, selaku mahasiswa dari Fakultas Kehutanan yang turut mengikuti MBKM Penelitian Di Desa Buluh Awar memiliki harapan agar hasil yang didapat berguna untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan penelitian secara lebih mendalam, baik dalam hal metodologi, analisis data, maupun pemahaman teori.
Artikel ini adalah publikasi tugas MBKM dengan Dosen Pengampu Prof. Ir. Siti Latifah, S. Hut., M. Si., Ph. D., IPU
Redaktur: Khalda Mahirah PanggabeanÂ
Leave a comment