Oleh: Jelita Br Sagala
Mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara melaksanakan kegiatan edukasi karakter dan spiritualitas bagi anak-anak di LKSA/Panti Asuhan Cahaya Hati Anugerah Indonesia yang berlokasi di Jalan Sei Bagepang No. 25/28, belakang Batik Hotel, Jalan Iskandar Muda, Medan. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi ilmu kesejahteraan sosial melalui pengabdian langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pembentukan karakter anak.
Mengusung tema “Belajar Memahami dan Menghidupi Kasih Tuhan”, kegiatan ini bertujuan untuk membantu anak-anak memahami makna kasih serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan dengan metode yang interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh peserta.
Kegiatan diawali dengan sesi ice breaking bertajuk “Tepuk Kasih”. Dalam sesi ini, anak-anak diajak berinteraksi melalui pertanyaan dan jawaban sederhana yang menanamkan pemahaman bahwa Tuhan senantiasa mengasihi dan menyertai mereka dalam setiap keadaan. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme sejak awal acara.
Pada sesi inti, peserta diajak memahami makna kasih melalui berbagai contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kasih dijelaskan sebagai sikap peduli, membantu, berbagi, dan mengampuni sesama. Materi tersebut diperkuat dengan refleksi Firman Tuhan dari Yohanes 13:34 yang mengajarkan pentingnya saling mengasihi sebagaimana Tuhan telah mengasihi umat-Nya.
Untuk memudahkan pemahaman, peserta diberikan cerita singkat mengenai seorang anak yang menolong temannya yang terjatuh. Melalui cerita tersebut, anak-anak diajak mengenali bentuk-bentuk kasih yang dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan permainan edukatif bertajuk “Kasih atau Bukan Kasih?”. Dalam permainan ini, anak-anak diminta menentukan apakah suatu perilaku mencerminkan kasih atau sebaliknya. Metode pembelajaran ini membantu peserta memahami perbedaan antara perilaku yang membangun hubungan sosial dan perilaku yang dapat merugikan orang lain.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak untuk menerapkan nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu teman yang mengalami kesulitan, menghibur teman yang sedang sedih, berbagi dengan sesama, serta menghormati para pengasuh yang merawat dan mendampingi mereka.
Di akhir kegiatan, peserta mengikuti sesi refleksi untuk mengingat kembali materi yang telah dipelajari. Anak-anak diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman tentang tindakan baik yang pernah mereka lakukan maupun kebaikan yang ingin mereka lakukan kepada orang lain.
Kegiatan ini memberikan pengalaman yang bermakna bagi anak-anak maupun mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan. Melalui edukasi yang sederhana namun interaktif, nilai-nilai kasih, kepedulian, dan kebersamaan dapat ditanamkan sejak dini. Diharapkan nilai-nilai tersebut dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menciptakan lingkungan yang harmonis, saling mendukung, dan penuh kasih di Panti Asuhan Cahaya Hati Anugerah Indonesia.
Artikel ini disusun sebagai bagian dari pemenuhan tugas Ujian Akhir Semester (UAS) matakuliah Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat (COCD) dengan Dosen Pengampu Dr. Agus Suriadi, S.Sos., M.Si.
Redaktur: Emia Timentha Tarigan
Leave a comment