Reporter: Nadila/Indri Febrina
Suara USU, Medan. PT Pegadaian berkolaborasi dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) menciptakan program kewirausahaan sosial untuk pemuda se-Indonesia melalui The Gade Sociopreneurship Challenge 2024 Goes to Campus. Acara ini berlangsung di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) pada Selasa (01/10), dengan tema “Young Generation Innovations Towards a Sustainable Future.”
The Gade Sociopreneurship Challenge 2024 adalah kompetisi dan program inkubasi kewirausahaan sosial yang diinisiasi oleh PT Pegadaian untuk mendorong pemuda Indonesia menjadi sociopreneur yang mampu menciptakan dampak sosial berkelanjutan. Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dengan setiap inovasi ide yang diusulkan harus berkontribusi demi mencapai target SDGs 2023. Universitas Sumatera Utara (USU) dengan bangga menjadi salah satu perguruan tinggi yang dipilih oleh TGSC, sebagai bentuk kepercayaan terhadap inovasi berkelanjutan yang telah dihasilkan oleh para mahasiswanya.
Wakil Dekan III FISIP, Dr. Harmona Daulay, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan makna yang mendalam serta memberikan wawasan, tantangan, dan pengetahuan mengenai pentingnya kewirausahaan sosial. “Semoga apa yang kita dapatkan pada pagi hari ini bisa bermanfaat, menjadi inspirasi, serta memupuk kepercayaan diri, meningkatkan kompetensi, dan menambah pengalaman bagi kita semua,” ungkapnya.
Ibu Dr. Harmona juga menyampaikan pesan dari Dekan FISIP, Dr. Hatta Ridho, S.Sos., MSP, bahwa kewirausahaan sosial adalah konsep yang menggabungkan elemen bisnis dengan tujuan krusial. “Di era yang serba kompetitif ini, mahasiswa tidak hanya diharapkan mampu berwirausaha untuk kepentingan pribadi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui acara ini, kita dapat melihat bagaimana kolaborasi antara revolusi industri dan mahasiswa mampu menciptakan peluang besar untuk memberdayakan masyarakat melalui inovasi dan kreativitas yang berkelanjutan,” jelasnya.
“Kami di FISIP USU merasa bangga dan sangat menyambut baik acara ini. Kami yakin edukasi mengenai sociopreneurship yang disampaikan hari ini akan menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja, serta memupuk jiwa kepemimpinan sosial. Tidak hanya untuk menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga untuk memberikan solusi bagi permasalahan sosial di sekitar kita. Dengan kewirausahaan sosial, kita bersama-sama mendukung tercapainya keberlanjutan dalam konteks besar SDGs, terutama untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan sejahtera. Saya juga ingin menekankan pentingnya dukungan dari seluruh pihak — baik dari pemerintah, swasta, maupun perguruan tinggi — untuk mendorong terwujudnya generasi muda yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memiliki kesadaran dan energi positif bagi masyarakat dan lingkungan,” tambahnya.
Kepala Departemen Komunikasi dan Literasi Divisi TJSL PT Pegadaian, Mery Andriati Surya, menyatakan bahwa PT Pegadaian sangat serius menanggapi isu pengangguran di Indonesia, yang tercatat lebih dari 10 juta orang. “Kami menginisiasi program ini agar mahasiswa tidak merasa harus bekerja di kantor setelah lulus, tetapi bisa memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk menjadi wirausaha yang berdampak sosial dan lingkungan,” jelasnya.
Mery juga menyoroti pentingnya literasi keuangan di kalangan mahasiswa. “Menurut data OJK, dari 100%, hanya sekitar 62% mahasiswa yang terliterasi dengan baik terkait program keuangan. Kami merasa tertantang untuk turun ke lapangan dan memberikan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat, termasuk adik-adik mahasiswa. Kami dari PT Pegadaian merasa berkewajiban memberikan literasi dan edukasi keuangan. Dengan adanya kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik dan terjun di dunia wirausaha serta mampu mengelola keuangan dengan baik,” tambahnya.
Acara ini juga menghadirkan sesi talk show yang menghadirkan narasumber-narasumber luar biasa, yaitu Zuhrinal M. Manawi, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara; Johanes Nanang Hartanto, Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Medan 2; dan Alween Ong, sociopreneur serta Founder Mowiee Indonesia Narsis Digital Printing.
Bapak Zuhrinal M. Manawi menekankan pentingnya hubungan antara akademisi dan sociopreneurship. “Entrepreneurship bertujuan untuk menciptakan keuntungan finansial, sementara sociopreneurship bertujuan mengatasi permasalahan sosial, meskipun bisnis tetap diperlukan. Akademisi dapat memberikan literasi dan menjadi mentor bagi para sociopreneur muda,” paparnya.
Alween Ong turut memberikan motivasi kepada para wirausaha muda bahwa meski kita lahir dengan latar belakang kehidupan yang berbeda, setiap orang memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk menentukan masa depan. “Segalanya bergantung pada usaha kita dan tentunya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tambahnya.
Sementara itu, Johanes Nanang Hartanto menjelaskan kepada mahasiswa tentang pentingnya investasi, dan bahwa Pegadaian hadir untuk membantu mereka menjembatani apa yang ingin dicapai di masa depan. Acara ini kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, di mana tiga penanya yang antusias mendapat hadiah khusus.
Setelah sesi talk show selesai, tim dari TGSC menyosialisasikan perlombaan. Indra Zain, salah satu anggota tim TGSC 2024, menyampaikan bahwa mereka mengundang seluruh pemuda Indonesia yang bergerak di bidang startup sosial untuk menciptakan dampak berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. “Ini adalah tahun ketiga kami mengadakan acara ini, dan harapan kami adalah melalui roadshow kali ini kami bisa menjaring wirausaha muda yang sudah berjalan minimal enam bulan. Namun, jika lebih atau kurang dari itu, tidak masalah karena kami tidak hanya menjaring untuk tahun ini, tetapi juga untuk tahun depan,” jelas Indra.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para dosen, tim kewirausahaan, dan panitia yang telah membantu acara ini berjalan dengan sukses, sesuai harapan kami. Terima kasih juga kepada mahasiswa yang sangat antusias mendengarkan dari awal acara. Kami menemukan bahwa banyak dari mahasiswa sudah menjadi pemilik bisnis atau wirausaha muda, baik yang baru memulai maupun yang sudah berjalan. Harapan kami, mereka tidak hanya menjadi entrepreneur, tetapi juga bisa menjadi sociopreneur, karena seorang sociopreneur tidak hanya fokus pada masalah ekonomi, tetapi juga masalah sosial,” tambahnya.
“Ayo ikut TGSC 2024 dengan mengecek website gadesociopreneur.id. Semua informasi tertera di sana, dan kompetisi ini gratis! Dapatkan hadiah dengan total ratusan juta rupiah!” ajak Indra.
Acara diakhiri dengan Quizizz, sebuah kuis interaktif yang berisi pertanyaan seputar materi hari itu dan informasi mengenai perlombaan TGSC. Tiga pemenang teratas mendapatkan hadiah goodie bags dan uang tunai. Dengan demikian, acara ini resmi ditutup.
Redaktur: Yuni Hikmah
Leave a comment