Oleh: Salma hanifah/Annisa putri tanno/Dzakwan al-matin pasaribu/Muhammad raihan akbar/Immanuel tre cristian lumban/Rostin berlian zega/Mustika indah anaya
Suara USU, Medan. Gaya hidup adalah pola atau cara hidup seseorang atau kelompok yang mencerminkan pilihan, kebiasaan, nilai, dan perilaku mereka dalam berbagai aspek kehidupan, seperti aktivitas sehari-hari, konsumsi, interaksi sosial, pekerjaan, rekreasi, dan kesehatan. Gaya hidup dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti budaya, lingkungan, status ekonomi, serta keyakinan individu atau komunitas, yang semuanya membentuk cara seseorang menjalani kehidupannya.
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia bukan hanya merupakan pedoman dalam berbangsa dan bernegara, tetapi juga menjadi nilai-nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kampus. Namun, dengan berkembangnya teknologi dan perubahan sosial, gaya hidup mahasiswa Indonesia masa kini mengalami transformasi yang signifikan. Artikel ini akan membahas bagaimana gaya hidup tersebut mempengaruhi implementasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampus.
Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa seharusnya menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Namun, pengaruh globalisasi, teknologi informasi, dan perubahan sosial telah mengakibatkan pergeseran dalam pola pikir dan perilaku mahasiswa. Gaya hidup hedonis, individualis, dan materialistis yang marak di kalangan mahasiswa berpotensi mengikis pemahaman dan pengamalan sila pertama Pancasila.
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peranan penting dalam membentuk karakter dan moral bangsa. Sila pertama Pancasila, “Ketuhanan Yang Maha Esa,” menggarisbawahi pentingnya keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun, dengan perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup, terutama di kalangan mahasiswa, nilai-nilai Pancasila, khususnya sila pertama, mulai terabaikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh negatif gaya hidup mahasiswa Indonesia masa kini terhadap implementasi nilai Pancasila sila pertama dalam kehidupan kampus.
• Gaya Hidup Mahasiswa Masa Kini
Gaya hidup mahasiswa saat ini sering kali dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, media sosial, dan globalisasi. Mahasiswa cenderung lebih terbuka terhadap informasi dari berbagai sumber, yang dapat memperkaya wawasan mereka, tetapi juga berpotensi mengikis nilai-nilai tradisional. Selain itu, gaya hidup konsumtif, kebiasaan bersosialisasi yang lebih banyak dilakukan secara daring, dan tekanan untuk berprestasi secara akademik sering kali menjadi ciri khas mahasiswa masa kini.
– Hedonisme: Banyak mahasiswa terjebak dalam gaya hidup konsumtif dan kesenangan
sesaat, yang mengabaikan nilai-nilai spiritual.
-Individualisme: Mahasiswa lebih mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan
kepentingan bersama, yang bertentangan dengan semangat gotong royong.
-Ketergantungan pada Teknologi: Penggunaan media sosial dan teknologi informasi yang
berlebihan sering kali mengalihkan perhatian mahasiswa dari kegiatan spiritual dan
keagamaan.
•Implementasi Nilai-Nilai Pancasila
Nilai-nilai Pancasila, yang terdiri dari Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, harus diinternalisasi dalam kehidupan mahasiswa. Namun, dengan adanya perubahan gaya hidup, muncul tantangan dalam menerapkan nilai-nilai tersebut.
1. Ketuhanan Yang Maha Esa: Gaya hidup yang lebih sekuler dan individualis dapat menyebabkan mahasiswa kurang menghargai nilai-nilai spiritual dan religius. Kesibukan dalam kegiatan non-religius seringkali mengesampingkan praktik keagamaan.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Ketidakadilan sosial dan isu-isu global dapat membuat mahasiswa lebih peduli terhadap masalah kemanusiaan. Namun, jika tidak diimbangi dengan tindakan nyata, kepedulian ini hanya akan menjadi wacana di media sosial.
3. Persatuan Indonesia: Globalisasi dapat memperkuat rasa identitas global, tetapi juga berpotensi mengurangi rasa kebangsaan. Mahasiswa perlu diingatkan akan pentingnya persatuan dalam keberagaman.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan: Keterlibatan mahasiswa dalam organisasi kampus dan kegiatan sosial sangat penting, tetapi sering kali mahasiswa lebih tertarik pada kegiatan yang bersifat hiburan daripada yang bersifat edukatif atau sosial.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Gaya hidup konsumtif dapat menyebabkan mahasiswa kurang peka terhadap isu-isu sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Kesadaran akan tanggung jawab sosial perlu ditingkatkan.
Gaya hidup mahasiswa Indonesia masa kini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kampus. Untuk menjaga relevansi dan keberlanjutan Pancasila sebagai pedoman hidup, diperlukan upaya bersama dari institusi pendidikan, dosen, dan mahasiswa itu sendiri untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam konteks yang sesuai dengan perkembangan zaman. Melalui pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai Pancasila dan penguatan karakter, diharapkan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Artikel ini adalah publikasi tugas Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan Dosen Pengampu Onan Marakali Siregar, S.Sos., M.Si.
Redaktur: Khalda Mahirah Panggabean
Leave a comment