Home Tulisan Peran Gotong Royong Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial dan Keterlibatan Mahasiswa
Tulisan

Peran Gotong Royong Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial dan Keterlibatan Mahasiswa

Share

Oleh: Veron Ibrahimovic/Muhammad Rafli Alfayyad Nasution/Sabilli Akhmad/Filbert Austin/Diego Wirawan Siregar/Felicia Bernadetta Panggabean/Debora Hutagaol                                                         

Suara USU, Medan. Gotong royong berarti Jantung kebersamaan Masyarakat Indonesia.Gotong royong adalah salah satu ciri khas yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Secara garis besar, gotong royong tertuang pada pancasila dalam sila ke tiga yang berbunyi Persatuan Indonesia.Gotong royong telah mendarah daging dan bahkan menjadi kepribadian bangsa, serta sebagai budaya yang sudah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat yang hampir semua daerah di Indonesia menanamkan nilai gotong royong.Gotong royong berasal dari kata gotong berarti bekerja dan royong berarti bersama. Guna mengetahui penjelasan secara lebih lengkap terkait gotong royong.

Gotong-royong sebagai solidaritas sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, terutama mereka yang membentuk komunitas-komunitas, karena dalam komunitas seperti ini akan terlihat dengan jelas. Gotong-royong terjadi dalam beberapa aktivitas kehidupan, seperti gotong-royong dalam bentuk kerjabakti, dilakukan untuk kepentingan bersama; gotong-royong dalam bentuk tolong menolong pada saat melakukan pesta pernikahan, atau khitanan, beberapa hari sebelum pesta akan dilakukan terjadi sumbangan dari kenalan, tetangga ataupun kerabat datang membantu dalam bentuk bahan makanan, uang, ataupun tenaga, kemudian bantuan ini harus dikembalikan minimal dengan nilai yang sama. Bahkan gotong-royong dapat pula terjadi pada saat adanya musibah ataupun kematian salah seorang warga komunitas, hal ini tidak dapat disebut kepentingan bersama ataupun kepentingan pribadi tetapi rasa kemanusiaan yang muncul di antara warga, karena musibah datangnya tidak diperhitungkan ataupun diketahui, sehingga warga yang mendapat musibah tersebut memerlukan bantuan dari warga lainnya.

Gotong-royong dapat terjadi di lahan pertanian yang berada di wilayah pedesaan berupa curahan tenaga pada saat membuka lahan sampai mengerjakan lahan pertanian, dan diakhiri di saat panen, bantuan dari orang lain seperti ini harus dikembalikan sesuai dengan tenaga yang orang lain berikan, hal ini terus menerus terjadi yang akhirnya menjadi ciri masyarakat, terutama yang memiliki mata pencaharian agraris. Khusus bantuan di lahan pertanian dicontohkan pada petani lahan kering, terutama pada sistem huma, karena pada sistem pertanian huma sangat jelas sekali pola gotong-royong yang mereka lakukan yaitu azas timbal-balik.

Sejarah Singkat Gotong royong telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu. Tradisi ini diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi pondasi kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis. Relevansi di Era Modern Ialah Meskipun zaman terus berubah, semangat gotong royong tetap relevan. Dalam era globalisasi, gotong royong dapat menjadi kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan, seperti bencana alam, pandemi, atau masalah sosial lainnya.

Gotong royong, sebagai sebuah fenomena sosial yang unik dan khas Indonesia, telah menjadi subjek penelitian banyak jurnal. Para peneliti dari berbagai disiplin ilmu, seperti sosiologi, antropologi, dan ilmu politik, telah mencoba mengungkap makna, dimensi, dan dinamika gotong royong dalam konteks sosial budaya yang terus berubah. Gotong royong, sebagai warisan budaya Indonesia, memiliki peran yang sangat penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, nilai-nilai gotong royong tetap relevan dan perlu dilestarikan.

Gotong royong, sebagai nilai luhur bangsa Indonesia, memiliki peran yang sangat krusial dalam meningkatkan kesejahteraan sosial. Lebih dari sekadar kegiatan bersama, gotong royong merupakan manifestasi dari semangat kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

Peran mahasiswa dalam gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan sosial sangat penting.

  • Pendidikan dan Kesadaran Sosial: Mahasiswa memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebih dalam tentang isu-isu sosial. Mereka dapat menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gotong royong dan solidaritas sosial.
  • Inisiator Program: Mahasiswa dapat menjadi penggerak berbagai program sosial, seperti kegiatan bakti sosial, pembuatan perpustakaan desa, atau pelatihan keterampilan. Mereka dapat merancang dan melaksanakan kegiatan yang langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
  • Pengabdian Masyarakat: Melalui program pengabdian masyarakat, mahasiswa dapat terlibat langsung dalam proyek yang mendukung komunitas lokal. Ini dapat mencakup pelayanan kesehatan, pendidikan, atau penyediaan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
  • Jembatan antara Masyarakat dan Pemerintah: Mahasiswa dapat berperan sebagai jembatan antara masyarakat dan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah, untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat, serta mencari solusi atas masalah yang dihadapi.
  • Pengembangan Keterampilan dan Kepemimpinan: Terlibat dalam kegiatan gotong royong membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan organisasi, kepemimpinan, dan kerjasama tim. Keterampilan ini tidak hanya bermanfaat bagi mereka secara pribadi tetapi juga untuk masyarakat.
  • Menghargai Keragaman dan Kearifan Lokal: Dalam gotong royong, mahasiswa dapat belajar untuk menghargai keragaman budaya dan kearifan lokal. Hal ini penting dalam membangun kohesi sosial dan memperkuat identitas komunitas.
  • Advokasi dan Aktivisme: Mahasiswa sering kali memiliki semangat untuk memperjuangkan keadilan sosial. Mereka dapat berpartisipasi dalam advokasi untuk isu-isu yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, seperti hak asasi manusia, lingkungan, dan pendidikan.

Dengan berperan aktif dalam gotong royong, mahasiswa tidak hanya berkontribusi pada kesejahteraan sosial tetapi juga membentuk karakter dan kompetensi yang akan berguna dalam kehidupan mereka di masa depan.

Gotong royong bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi merupakan nilai dan praktik sosial yang sangat berharga. Dengan memperkuat ikatan sosial, meningkatkan kualitas hidup, membangun modal sosial, menciptakan rasa memiliki, dan mendorong partisipasi masyarakat, gotong r Keterlibatan mahasiswa dalam gotong royong merupakan manifestasi dari komitmen mereka terhadap pengembangan masyarakat dan penciptaan lingkungan sosial yang lebih baik. Sebagai generasi penerus yang memiliki potensi besar, mahasiswa sering kali menjadi motor penggerak dalam berbagai kegiatan sosial yang bertujuan untuk membantu masyarakat di sekitarnya. Misalnya, mereka dapat terlibat dalam program kebersihan lingkungan, pembangunan infrastruktur, atau penyuluhan kesehatan. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga membantu mahasiswa mengasah keterampilan interpersonal, seperti komunikasi dan kerjasama tim, yang sangat penting dalam dunia kerja. Selain itu, keterlibatan dalam gotong royong juga meningkatkan kesadaran sosial mahasiswa terhadap isu-isu yang dihadapi oleh komunitas, sehingga mereka dapat lebih peka dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan berinteraksi langsung, mahasiswa belajar untuk menghargai keragaman budaya dan nilai-nilai lokal, yang semakin memperkaya pengalaman mereka. Tak hanya itu, gotong royong juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membangun jaringan sosial yang luas, memperluas koneksi dengan berbagai kalangan, baik dari sesama mahasiswa maupun masyarakat umum. Melalui semua pengalaman ini, keterlibatan mahasiswa dalam gotong royong tidak hanya berkontribusi pada kesejahteraan sosial, tetapi juga membantu mereka membentuk karakter dan identitas sebagai individu yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya. oyong menjadi pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang lebih baik.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan gotong royong merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata yang mencerminkan nilai-nilai sosial dan kebersamaan. Dalam konteks pendidikan, gotong royong tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas sosial, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang efektif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami pentingnya kolaborasi, tanggung jawab, dan solidaritas dalam masyarakat.

Salah satu keuntungan dari keterlibatan mahasiswa dalam gotong royong adalah pengembangan soft skills, seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan berbagai kalangan, mulai dari rekan sejawat hingga masyarakat sekitar. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Agustin et al. (2020) dalam jurnal “Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat” menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa dalam kegiatan gotong royong berkontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan interpersonal dan pemahaman mereka tentang dinamika sosial.

Di samping itu, gotong royong juga memberikan mahasiswa kesempatan untuk terlibat dalam isu-isu sosial yang relevan. Dengan berpartisipasi dalam kegiatan ini, mahasiswa dapat lebih peka terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar. Mereka tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari pengalaman langsung. Hal ini selaras dengan pendapat Suyanto (2019) dalam “Jurnal Ilmiah Sosial dan Politik” yang menyatakan bahwa kegiatan sosial dapat meningkatkan kesadaran sosial mahasiswa dan mendorong mereka untuk berperan aktif dalam perubahan masyarakat.

Lebih jauh lagi, gotong royong sebagai budaya lokal harus dipertahankan dan dilestarikan. Mahasiswa, sebagai generasi penerus, memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai ini. Dengan keterlibatan mereka dalam gotong royong, diharapkan mahasiswa dapat menyebarluaskan semangat kebersamaan dan kolaborasi ke dalam komunitas yang lebih luas. Menurut Ramadhan dan Wati (2021) dalam “Jurnal Pengabdian Masyarakat”, pelibatan mahasiswa dalam kegiatan gotong royong mampu memperkuat jaringan sosial dan memperkuat ikatan antar anggota masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa dalam gotong royong adalah langkah penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik, di mana nilai-nilai kemanusiaan dan kerja sama dapat terus ditanamkan dan dikembangkan.

Artikel ini adalah publikasi tugas Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan Dosen Pengampu Onan Marakali Siregar, S.Sos., M.Si.

Redaktur: Khalda Mahirah Panggabean 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.