Home Kabar Kampus Soroti Pemulihan Penyintas, Mahasiswa FKG USU Juara 1 Lomba Poster Publik
Kabar Kampus

Soroti Pemulihan Penyintas, Mahasiswa FKG USU Juara 1 Lomba Poster Publik

Share

Reporter: Nejla Assyifa Munthe 

Suara USU, Medan. Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sumatera Utara (USU) Angkatan 2025 berhasil meraih Juara 1 kategori Lomba Poster Publik dalam ajang Technology Competition and Baiturrahmah Research (TCNBR) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat, pada 18–30 Juni 2026. Prestasi tersebut diraih melalui poster berjudul Hear the Unheard, Heal the Hurt: Dukungan Kita, Kekuatan Mereka. Melalui karya tersebut, tim mengangkat pentingnya dukungan sosial dalam proses pemulihan penyintas kekerasan seksual.

Tim tersebut terdiri atas Nabila Syahra, Kayla Putri Qanita, dan Keisha Grace Priscilla Situmeang dengan bimbingan drg. Ika Astrina, M.DSc. Melalui karya yang mereka susun, tim berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peran keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar dalam membantu proses pemulihan penyintas.

Kayla Putri Qanita, salah satu anggota tim, mengungkapkan bahwa ide karya tersebut berangkat dari keresahan mereka terhadap maraknya kasus kekerasan seksual di masyarakat. Menurutnya, perhatian publik kerap hanya tertuju pada kronologi kejadian atau pelaku, sementara proses pemulihan yang dijalani penyintas kerap terabaikan. “Kami ingin menghadirkan sudut pandang yang berbeda. Kami tidak ingin hanya membahas tentang kekerasan seksual itu sendiri, tetapi juga mengajak masyarakat melihat betapa pentingnya peran support system dalam proses pemulihan penyintas,” ujarnya.

Dalam proses penyusunan poster, tim menghadapi tantangan dalam menyusun materi yang bersifat teknis menjadi pesan visual yang mudah dipahami oleh masyarakat umum. Untuk mengatasinya, mereka mengandalkan data dari berbagai sumber kredibel, seperti jurnal ilmiah dan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kemudian menyederhanakannya ke dalam bahasa yang lebih komunikatif tanpa menghilangkan substansi ilmiah yang terkandung di dalamnya.

Selain memperhatikan isi materi, tim juga mempertimbangkan aspek visual poster. Mereka memilih warna yang memberikan kesan hangat dan penuh empati agar selaras dengan tema pemulihan penyintas. Menurut Kayla, keunggulan poster tersebut terletak pada fokusnya yang tidak hanya membahas dampak kekerasan seksual, tetapi juga menyoroti peran berbagai pihak dalam mendukung penyintas untuk bangkit kembali.

Untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional tersebut, tim tidak hanya melakukan riset secara mendalam, tetapi juga mempersiapkan presentasi secara matang. Mereka menyisipkan pantun, drama, serta atribut khas Sumatera Utara sebagai identitas daerah saat memaparkan karya di hadapan dewan juri.

“Kami sangat senang, bangga, dan juga lega. Saat itu kami merasa semua latihan, revisi, dan usaha yang sudah kami lakukan bersama akhirnya terbayarkan,” ungkap Kayla.

Melalui kompetisi ini, tim memperoleh pengalaman berharga dalam mengomunikasikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kemampuan kerja sama tim. Mereka berharap karya tersebut tidak berhenti sebagai poster pemenang lomba, tetapi dapat terus dimanfaatkan sebagai media edukasi yang meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu kekerasan seksual.

“Kami berharap poster ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih berani berbicara, serta lebih memahami cara memberikan dukungan yang tepat kepada penyintas tanpa menghakimi,” tutup Kayla.

Redaktur: Erni Yuli Simatupang

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.