Home Tulisan Tim PkM FIB USU Melakukan Sosialisasi Dengan Tajuk “Heritage Goes to School”
Tulisan

Tim PkM FIB USU Melakukan Sosialisasi Dengan Tajuk “Heritage Goes to School”

Share

Oleh: Kiki Maulana Affandi, Junaidi Rahmatika Luthfiana Sholikhah

Suara USU, Medan. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) FIB USU yang diketuai oleh Kiki Maulana Affandi, bersama tim yang terdiri atas Junaidi dan Rahmatika Luthfiana Sholikhah menjadi kolaborasi multidisplin antara Ilmu Sejarah dan Etnomusikologi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan tujuan dapat mendekatkan ruang akademik dengan kehidupan masyarakat secara langsung dan meningkatkan partisipasi masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ruang-ruang akademik. Demikian juga Tim PkM FIB USU melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan sasaran target merupakan siswa-siswi tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau generasi muda.

Mengusung tajuk Heritage Goes to School, Tim PkM FIB USU menggandeng Beranda Warisan Sumatera (BWS). Organisasi nirlaba ini merupakan salah satu organisasi yang bergerak dibidang pelestarian cagar budaya, riset, dan aktivitas lain yang memiliki kedekatan dengan heritage atau cagar budaya. Berdiri sejak lama, BWS sudah berpengalaman dan memahami secara baik bagaimana mengtenalkan heritage. Bersama dengan Tim PkM FIB USU, BWS mengajak generasi muda untuk aktif terlibat dalam pelestarian cagar budaya ataupun melakukan kunjungan terhadap beberapa heritage yang terletak di Kota Medan. Lewat ajakan ini diharapkan generasi muda mengenal cagar budaya sebagai bagian penting dalam upaya pelestarian cagar budaya khususnya di Kota Medan.

Sosialisasi dilaksanakan di MA Al-Azhar Asy Syarif, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, pada Sabtu (4/10). Kegiatan ini dihadiri oleh Isnen Fitri selaku pengurus BWS bersama tim, serta menghadirkan narasumber Asrilia Syafira, salah satu volunteer BWS. Sosialisasi berlangsung interaktif dan dikemas secara menarik melalui penayangan video singkat mengenai heritage serta diskusi yang mendorong siswi MA Al-Azhar untuk lebih peduli terhadap cagar budaya di Kota Medan.

Kegiatan ini menyasar siswi kelas 10 dan 11 yang berada pada usia penting untuk memahami dan mengenal heritage di lingkungan sekitarnya. Sesuai dengan tajuk yang diusung, sosialisasi dikemas dengan bahasa yang ramah generasi muda agar terasa menyenangkan dan tidak membosankan. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan games bertema heritage Kota Medan, yang efektif menarik perhatian peserta karena melibatkan mereka secara langsung, sehingga jalannya sosialisasi menjadi dua arah dan lebih mudah dipahami.

Lewat sosialisasi ini, Isnen Fitri menjelaskan pentingnya menjaga keberadaan heritage, khususnya di Kota Medan. Ia juga menuturkan bahwa BWS (Badan Warisan Sumatera) tidak hanya bergerak di Kota Medan, tetapi juga di berbagai wilayah Pulau Sumatera, sehingga memiliki lingkup kerja yang luas dan kompleks. Lebih lanjut, Isnen menyampaikan bahwa volunteer BWS berasal dari berbagai disiplin ilmu, tidak terbatas pada bidang kebudayaan, tetapi juga melibatkan bidang lain seperti arsitektur. Hal ini menunjukkan bahwa pelestarian cagar budaya membutuhkan kajian multidisiplin, termasuk dari sisi arsitektural. Ia menekankan bahwa upaya pelestarian cagar budaya tidak hanya melibatkan satu bidang keilmuan, tetapi juga memerlukan kolaborasi banyak pihak, termasuk peran aktif masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) FIB USU, Kiki Maulana Affandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini ditujukan bagi generasi muda, khususnya kalangan Generasi Z. “Tujuannya adalah untuk mengenalkan sejarah Kota Medan dan heritage kepada anak muda, mengingat saat ini banyak di antara mereka yang kurang aware terhadap sejarah dan nilai-nilai budaya,” ungkapnya. Oleh karena itu, Tim PkM FIB USU bersama BWS merancang kegiatan ini secara non-formal agar lebih menarik bagi audiens muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda mulai memiliki kesadaran (awareness) terhadap pentingnya melestarikan heritage di Kota Medan. “Setelah mengenal, tentu akan muncul rasa ingin tahu dan keinginan untuk menjaga warisan budaya di kota ini,” tambahnya.

Kepala Sekolah MA Al-Azhar Asy Syarif, Ustadz Ramadhansyah, menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Ia menilai bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi siswi MA Al-Azhar. “Kami menerima ajakan kerja sama dari Tim PkM FIB USU karena kegiatan ini menambah wawasan anak-anak tentang nilai-nilai budaya di Sumatera Utara. Kami juga menilai pentingnya menanamkan nilai-nilai sejarah dan budaya agar anak-anak dapat menghargai warisan yang ada,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kiki menjelaskan bahwa kolaborasi dengan BWS dilakukan karena adanya kesamaan visi dalam upaya pelestarian cagar budaya. “Kami melihat BWS sebagai organisasi yang konsisten melakukan kegiatan pelestarian, pengembangan, dan riset, serta aktif dalam kegiatan akademik seperti diskusi bertema heritage di wilayah Sumatera,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa banyak anggota BWS berasal dari kalangan akademisi yang memiliki perhatian besar terhadap pelestarian warisan budaya.

Ke depan, kegiatan ini diharapkan menghasilkan luaran yang berkelanjutan. “Program Heritage Goes to School tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi juga akan dilanjutkan dengan kegiatan tur edukatif ke sejumlah heritage ikonik di Kota Medan. Selain itu, program ini akan menghasilkan video dokumenter dan publikasi ilmiah di jurnal nasional,” tutur Kiki.

Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi kegiatan nyata di lapangan. Kunjungan langsung ke lokasi heritage diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta minat siswa-siswi tingkat SMA terhadap upaya pelestarian cagar budaya. Hal ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), di mana pelestarian budaya menjadi bagian penting dari pembangunan berkelanjutan dan upaya menjaga lingkungan. Selain sebagai bentuk edukasi, kegiatan ini juga menjadi cara efektif untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya lokal.

Pihak MA Al-Azhar Asy Syarif pun menyatakan dukungannya untuk kegiatan serupa di masa mendatang. Tidak hanya sebatas sosialisasi, mereka berharap siswa dapat diajak melakukan tur langsung ke lokasi heritage di Kota Medan. Mengingat Kota Medan memiliki banyak warisan budaya bersejarah, kegiatan seperti sosialisasi dan tur ini diyakini dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kunjungan generasi muda ke situs-situs heritage di daerah tersebut.

Redaktur: Indira Rivany

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.