Oleh: Nurul Hanifah Nasution, Arraya Badawi Rahman Nasution, Tiara Anggun Mashanda, dan Sri Hanifah
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menghadirkan inovasi ramah lingkungan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Skema Kewirausahaan (PKM-K). Inovasi tersebut diberi nama DURIOFOAM, sebuah cup biofoam berbahan dasar limbah biji dan kulit durian yang dikembangkan sebagai alternatif pengganti cup styrofoam yang lebih aman, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi. Produk ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya penggunaan kemasan minuman sekali pakai yang berdampak pada pencemaran lingkungan serta berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.
Penggunaan cup styrofoam masih menjadi pilihan utama masyarakat karena ringan, praktis, dan ekonomis. Namun, di balik kepraktisannya, styrofoam merupakan material yang sulit terurai sehingga limbahnya terus terakumulasi dan menjadi salah satu penyumbang pencemaran lingkungan. Selain itu, styrofoam juga berpotensi melepaskan senyawa stirena yang menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan. Kondisi tersebut mendorong tim mahasiswa USU untuk menghadirkan solusi melalui pengembangan cup biofoam yang lebih ramah lingkungan.
Melihat potensi limbah durian yang melimpah di Sumatera Utara, tim memanfaatkan biji durian sebagai sumber pati dan kulit durian sebagai sumber selulosa. Menariknya, kedua komponen utama tersebut berasal dari satu jenis limbah buah sehingga proses penyediaan bahan baku menjadi lebih sederhana dibandingkan biofoam yang umumnya memanfaatkan dua jenis limbah berbeda.
Tim mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang terdiri dari Nurul Hanifah Nasution, Arraya Badawi Rahman Nasution, Tiara Anggun Mashanda, dan Sri Hanifah dari Program Studi Teknik Kimia mengembangkan DURIOFOAM melalui serangkaian proses formulasi, pengujian kualitas, hingga strategi pemasaran berbasis riset pasar. Berbagai pengujian dilakukan untuk mengetahui kualitas produk, meliputi ketahanan terhadap air, kekuatan mekanik, dan biodegradabilitas, sehingga menghasilkan cup biofoam yang layak digunakan sebagai kemasan minuman.
“Melalui DURIOFOAM, kami ingin menunjukkan bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap styrofoam” ujar salah satu anggota tim.
Dalam pelaksanaannya, tim tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga melakukan survei pasar, pendekatan kepada pelaku usaha minuman, serta kampanye edukasi lingkungan melalui media sosial. Hasil survei menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap isu lingkungan dan meningkatnya minat terhadap penggunaan kemasan ramah lingkungan, terutama apabila memiliki kualitas yang setara dengan kemasan konvensional. Temuan tersebut semakin memperkuat keyakinan tim bahwa DURIOFOAM memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk yang menjawab kebutuhan pasar.
Dosen pembimbing, Ir. Erni Misran, S.T., M.T., Ph.D., memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan mahasiswa. Menurutnya, DURIOFOAM merupakan contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan dan kreativitas mahasiswa dapat diterapkan untuk menjawab persoalan lingkungan sekaligus menciptakan peluang usaha baru berbasis potensi lokal.
“Melalui DURIOFOAM, mahasiswa tidak hanya menghasilkan produk inovatif, tetapi juga mampu mengangkat potensi limbah lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Inovasi seperti ini diharapkan mampu mendorong hadirnya wirausaha muda yang berorientasi pada keberlanjutan” ujarnya.
Dalam strategi pemasarannya, tim memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi sekaligus promosi produk. Selain itu, pendekatan juga dilakukan kepada berbagai coffee shop, UMKM minuman, dan pelaku usaha kuliner sebagai calon mitra penggunaan DURIOFOAM. Langkah ini diharapkan mampu memperluas penerimaan produk di masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Ke depan, tim berkomitmen untuk terus mengembangkan DURIOFOAM melalui peningkatan kualitas produk, perluasan kerja sama dengan berbagai mitra usaha, serta optimalisasi pemanfaatan limbah durian sebagai bahan baku berkelanjutan. Lebih dari sekedar cup biofoam, DURIOFOAM diharapkan menjadi simbol bahwa inovasi sederhana berbasis potensi lokal mampu memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendorong terciptanya gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Inovasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa USU tidak hanya mampu menciptakan produk yang inovatif, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan lingkungan melalui semangat kewirausahaan dan kepedulian terhadap masa depan bumi.
Artikel ini merupakan publikasi Program Kreativitas Mahasiswa – Kewirausahan (PKM-K) Mahasiswa Universitas Sumatera Utara dengan Dosen Pengampu Ir. Erni Misran, S.T., M.T., Ph.D.
Redaktur: Romaito Margareta
Leave a comment