
Reporter: Syafira Sari
Suara USU, Medan. LPM Suara USU melakukan kunjungan media ke Harian Waspada di Jl. Brigjend Katamso No. 1, Medan Maimun, pada pukul 10.22 WIB. Kegiatan yang digelar oleh Divisi Redaksi ini bertujuan memperluas wawasan dan memahami dinamika kerja media profesional di tengah arus digitalisasi.
Humas Harian Waspada, Dr. H. Erwan Efendi, S.Sos., M.A., menjelaskan kondisi media cetak yang saat ini tengah menghadapi masa sulit di tengah gempuran digitalisasi. “Orang mencari yang singkat, padat, dan cepat, namun kemenangan kita, kita komprehensif seperti data lengkap, informasi lengkap, peristiwa lengkap, narasumber lengkap. Itu nilai plus media massa seperti kita,” tuturnya.
Ia memaparkan bahwa setiap berita di Harian Waspada terlebih dahulu melalui rapat redaksi atau briefing, kemudian diklasifikasikan berdasarkan nilai dan kedalaman informasinya. “Ada kelas satu untuk halaman depan, dan kelas dua untuk halaman dalam. Disaring sesuai keinginan pembaca,” jelasnya.
Selain itu, Dr. Erwan menegaskan pentingnya unsur jurnalisme dasar dalam setiap tulisan. “Fakta, penting, dicari, aktual. Kalau ini sudah lengkap, maka pembaca akan percaya,” ucapnya. Ia juga menekankan perlunya indepth news untuk memenuhi kebutuhan pembaca bila informasi yang diperoleh masih kurang.
Menjawab pertanyaan Pemimpin Redaksi Suara USU, Jesika Yusnita Laoly, mengenai prioritas antara kecepatan dan ketelitian, Dr. Erwan mengatakan, “Kecepatan dan ketelitian penting, ketepatan itu berpengaruh pada kedepannya. Namun juga kecepatan itu penting. Tidak ada tabayyun atau konfirmasi itu kewajiban sebagai wartawan,” tegasnya.
“Wartawan tidak boleh menjadi hakim. Yang membaca lah yang menilai setelah membaca tulisan yang kita tampilkan,” tambahnya.
Dalam diskusi tersebut, Jesika turut menyampaikan tantangan yang dihadapi jurnalis kampus, terutama dalam menjumpai narasumber kunci. “Kesulitan yang sering kami hadapi adalah menjumpai narasumber kunci karena kebutuhan akan data primer, namun mereka sulit ditemui. Oleh karena itu, solusi alternatif kami adalah mencari narasumber lain yang relevan dan paling dekat dengan berita yang sedang kami kerjakan,” ujarnya.
Selain membahas tantangan media, Dr. Erwan juga menceritakan sejarah Harian Waspada yang didirikan oleh H. Muhammad Said dan Hj. Ani Idrus di bawah naungan Partai Nasional Indonesia atas dorongan Bung Karno. Nama Waspada lahir dari semangat perjuangan kemerdekaan.
“Kalau kita tidak waspada maka kita bisa berpecah dan tidak jadi merdeka ni!” tutur Dr. Erwan menirukan pesan para pendiri.
Kunjungan ini memberi wawasan bagi anggota LPM Suara USU tentang profesionalitas, tanggung jawab, dan tantangan jurnalisme modern. Nilai perjuangan serta komitmen terhadap kebenaran yang diwariskan Harian Waspada menjadi inspirasi bagi jurnalis muda untuk terus berkarya di tengah perubahan zaman.
Redaktur: Jesika Yusnita Laoly
Leave a comment