Home Kabar Kampus Ancam Keselamatan, Mahasiswa Keluhkan Jalan Rusak Depan BNI USU
Kabar Kampus

Ancam Keselamatan, Mahasiswa Keluhkan Jalan Rusak Depan BNI USU

Share

Reporter: Abdullah Umar Al Faruk

Suara USU, Medan. Kondisi aspal di Jalan Dr. Mansyur, tepatnya di depan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank BNI USU menuju simpang tiga Jalan Pembangunan Pintu 4 Universitas Sumatera Utara (USU), mengalami kerusakan parah dan dipenuhi lubang. Infrastruktur yang hancur ini dikeluhkan secara luas oleh mahasiswa karena menjadi titik fatal yang mengancam keselamatan para pengendara yang melintas. Berdasarkan pantauan di lapangan, belum ada tindakan perbaikan nyata dari instansi pemerintah terkait, sehingga kerusakan jalan kian hari kian memburuk. Beberapa titik lubang yang sebelumnya sempat mendapatkan penambalan sementara, kini kembali mengkerut, terkikis, dan ambles, sehingga menciptakan ceruk dalam yang sangat berbahaya bagi sirkulasi lalu lintas harian mahasiswa.

Keluhan serius datang dari Diki, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU yang setiap hari melintasi jalur Pintu 4. Ia memaparkan bahwa area tersebut merupakan jalur utama mobilitas mahasiswa, namun kondisinya saat ini sangat rawan memicu kecelakaan tunggal maupun tabrakan akibat pengendara yang mencoba menghindari lubang secara mendadak.

“Mahasiswa setiap hari terpaksa melintasi jalan rusak dan berlubang ini. Kondisinya sangat rawan kecelakaan, jadi harus segera diperbaiki. Harapan saya ke depan, selain penambalan aspal, area parkir di depan gerbang ini juga harus dirapikan agar tidak berantakan dan tidak semakin mempersempit ruang jalan, demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Wanda, mahasiswi USU juga turut memberikan tanggapan terkait jalan yang rusak, “Jalan yang rusak ini sangat berbahaya karena jalur ini ramai dan sering dilewati oleh mahasiswa dan terkadang banyak yang melawan arus sehingga jalan yang berlubang sangat berbahaya bagi pengendara motor,” ujarnya. Kombinasi antara jalanan yang berlubang dalam dengan adanya kendaraan yang melawan arah menciptakan titik buta (blind spot) serta ancaman keselamatan yang tinggi bagi mahasiswa.

Menurut Wanda, jika pemerintah terus menutup mata dan menunda perbaikan, maka korban kecelakaan dari kalangan civitas akademika dipastikan akan terus terjadi. Dorongan terhadap otoritas kampus dan birokrasi daerah juga disuarakan oleh Bastian, mahasiswa FISIP USU lainnya. Ia menegaskan bahwa urgensi perbaikan Jalan Dr. Mansyur ini tidak bisa ditawar lagi, mengingat jalan tersebut merupakan penghubung yang juga kerap diakses oleh mahasiswa Politeknik Negeri Medan (Polmed).

“Perlu adanya perbaikan untuk meminimalisasi kecelakaan. Harapan saya, Pemerintah Kota Medan dan pihak rektorat USU dapat segera berkolaborasi, berkoordinasi, dan berbagi peran guna mempercepat perbaikan jalan,” tegasnya.

Secara regulasi, merujuk pada UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan, infrastruktur jalan diklasifikasikan berdasarkan jenis dan fungsinya menjadi jalan arteri, jalan kolektor, jalan lokal, dan jalan lingkungan. Berdasarkan tata ruang Kota Medan, Jalan Dr. Mansyur memegang fungsi krusial sebagai jalan kolektor sekunder dalam sistem jaringan transportasi perkotaan.

Sesuai amanat UU No. 38 Tahun 2004, jalan kolektor sekunder dirancang untuk melayani angkutan pengumpul atau pembagi dengan jarak perjalanan sedang dan kecepatan kendaraan minimal 20 kilometer per jam. Regulasi tersebut juga menetapkan bahwa lebar badan jalan kolektor sekunder minimal harus mencapai 9 meter, dengan prasyarat tegas bahwa lalu lintas cepat tidak boleh terganggu oleh lalu lintas lambat maupun hambatan samping seperti jalan rusak dan parkir liar.

Jalan raya sejatinya merupakan prasarana utama yang menunjang mobilitas dan roda perekonomian masyarakat serta civitas akademika. Kerusakan struktural yang dibiarkan berlarut-larut di kawasan pendidikan tinggi seperti USU ini dinilai tidak hanya melumpuhkan kenyamanan berkendara, tetapi juga mencerminkan lambatnya respons pemerintah dalam pemeliharaan fasilitas publik.

Redaktur: Rifatul Suaidah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.