Home Tulisan Dampak Gadget pada Perilaku Remaja dalam Keluarga
Tulisan

Dampak Gadget pada Perilaku Remaja dalam Keluarga

Share
Sumber: Rokapress

Oleh: Anna Christy br Ginting Manik, Lovi Dwita

Suara USU, Medan. Penggunaan gadget dapat memberikan dampak positif maupun negatif di kalangan remaja masa sekarang. Misalnya, penggunaan gadget berlebihan selama 5-7 jam sehari dapat membuat remaja sulit fokus. Mungkin sulit bagi remaja untuk mengendalikan dirinya sehingga ia tidak menggunakan perangkat secara bertanggung jawab. Gadget dapat digunakan remaja sebagai sumber inspirasi dan hiburan. Remaja mungkin ingin belajar tentang topik baru dan menggunakan perangkat untuk menemukan informasi. Mereka juga bisa terpengaruh karena temannya yang lama bermain handphone. Remaja mungkin memiliki akses mudah ke perangkat dan internet, yang akan memudahkan mereka menggunakan perangkat dengan cara yang lebih efisien. Kurangnya pengawasan orang tua juga dapat menyebabkan remaja menggunakan gadget secara berlebihan tanpa konsekuensi.

Hal ini berdampak pada remaja yang menjadi tidak fokus, seperti mudah marah, merasa gelisah, dan cenderung menarik diri dari lingkungan sekitar ketika dijauhkan dari gadget. Walaupun begitu, dampak tersebut tidak langsung menyebabkan perilaku kenakalan remaja yang serius. Namun, tetap diperlukan pengawasan dan perhatian dari orang tua untuk mencegah efek yang lebih buruk. Penggunaan gadget pada remaja juga memiliki dampak positif, seperti membantu mengerjakan tugas, mencari materi pembelajaran, dan lainnya. Selain itu, gadget juga mempermudah komunikasi dan dapat memperluas interaksi dengan orang-orang sekitar.

Perilaku remaja yang terbentuk akibat penggunaan gadget ini termasuk sulit tidur dan bangun kesiangan, perubahan mood seperti mudah marah, kecemasan, atau mood swing, mata lelah, pegal leher/punggung, nilai atau konsentrasi di sekolah yang turun-naik seiring intensitas penggunaan gadget, lupa tugas sekolah, lupa makan dan minum, sulit bergaul, serta kurang menjaga kebersihan tubuh. Kemudian, remaja menjadi lebih menyendiri dan kurang berkomunikasi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, akibat kurangnya komunikasi dan interaksi, hubungan dengan keluarga pun kurang terbentuk. Orang tua dapat memberi batasan waktu kepada anaknya untuk memanfaatkan gadget dalam waktu yang singkat agar anak tersebut tidak kecanduan dan dapat berinteraksi dengan orang lain. Peran orang tua dalam mendidik anak juga penting terkait penggunaan gadget, di mana orang tua dapat mengontrol penggunaan gadget pada anak dan mengajarkan agar anak dapat menggunakannya dengan efektif.

Sebagai akibat dari terlalu fokus pada gadget, remaja bisa jadi lebih mandiri dan kurang peduli dengan lingkungan di sekelilingnya. Penggunaan gadget dapat memperlemah hubungan antar anggota keluarga dan teman, karena waktu yang dihabiskan untuk berkomunikasi melalui gadget dapat menurunkan kualitas interaksi.

Peran orang tua terhadap perilaku remaja dalam penggunaan gadget adalah:

  1. Orang tua dapat mengatur waktu penggunaan handphone dan memberi batas waktu untuk anak-anak agar tidak melampaui batas. Agar anak-anak dapat terkendali dalam menggunakan gadget.

  2. Orang tua dapat melihat dan mengawasi anak agar konten yang dilihat oleh anak adalah konten yang sesuai dengan usia mereka, sehingga anak tidak terganggu oleh konten yang tidak pantas.

  3. Menggunakan handphone secara jelas dan tidak berlebihan, orang tua bisa menjadi contoh yang baik.

  4. Orang tua dapat mengajari anak-anak cara menggunakan handphone secara efektif dan efisien.

  5. Orang tua memiliki komunikasi yang baik dengan anak-anak tentang penggunaan handphone dan fitur-fiturnya.

  6. Orang tua dapat terlibat dalam aktivitas anak-anak dan membantu mereka menemukan alternatif lain selain menggunakan handphone.

  7. Harus membatasi waktu untuk mencegah kecanduan, misalnya dengan menetapkan waktu tertentu untuk bermain, belajar, atau saat libur sekolah.

  8. Orang tua perlu memantau dan memeriksa aktivitas online anak, termasuk situs yang dikunjungi, aplikasi yang digunakan, dan konten yang ditonton.

Perubahan perilaku remaja dalam keluarga:

  1. Remaja mungkin bisa terhubung dengan orang lain secara digital, tetapi terasing secara emosional dari keluarga, karena menggunakan handphone lebih dari 5 jam sehari yang cenderung menyebabkan kecanduan dan masalah emosional.

  2. Komunikasi yang jarang dengan anggota keluarga, terutama di malam hari, memperburuk situasi ini.

  3. Komunikasi antara orang tua dan remaja sangat penting untuk menyelesaikan masalah psikologis dan perilaku.

  4. Anak cenderung menutup diri, lebih sering berada di dalam kamar bermain gadget, daripada berkumpul atau berinteraksi dengan orang tua, kakak, atau adik.

  5. Ketika sedang berkumpul keluarga, mereka malah sibuk scrolling TikTok atau bermain game. Hal ini membuat hubungan dengan keluarga bisa renggang.

  6. Melupakan waktu untuk belajar dan sulit lepas dari gadget karena sudah kecanduan.

Dampak jangka panjang penggunaan gadget mempengaruhi pola pikir remaja:

Penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengurangi kemampuan analisis dan kritis pada remaja. Namun, remaja juga menjadi lebih akrab dengan teknologi, yang penting di tempat kerja yang semakin digital. Gadget dapat membantu remaja memahami perspektif yang berbeda dari budaya lain melalui interaksi di internet, meningkatkan kesadaran global, dan akses ke komunitas atau diskusi online yang mendorong pemikiran kritis dan kolaborasi.

Pentingnya penggunaan gadget yang sehat dalam keluarga:

  1. Orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anak. Kalau anak dilarang bermain gadget berlebihan, orang tua juga harus menghindari penggunaan gadget secara berlebihan.

  2. Aktifkan aplikasi kontrol untuk menghapus atau mengubah konten yang tidak sesuai dengan usia anak.

  3. Tanyakan aplikasi yang sering mereka pakai, dan ajak diskusi tentang apa yang mereka tonton atau mainkan.

  4. Amati aktivitas internet mereka untuk melihat apakah ada masalah, seperti perundungan atau konten negatif.

  5. Ajarkan tentang bahaya gadget, seperti kecanduan, hoaks, atau risiko privasi.

  6. Dorong mereka untuk menggunakan perangkat mereka dengan cara yang produktif, seperti mempelajari keterampilan baru melalui aplikasi atau berpartisipasi dalam kelas daring.

  7. Jangan terlalu keras, tapi tetap ingatkan mereka tentang aturan. Jika ada pelanggaran, berikan konsekuensi yang masuk akal, misalnya mengurangi waktu bermain.

Dampak penggunaan gadget pada remaja dalam keluarga diharapkan dapat memberikan dampak positif, di mana para remaja dapat mengatur waktu atau membatasi penggunaan gadget ketika berada di rumah. Mereka dapat memanfaatkan waktu yang ada bersama keluarga dengan saling berkomunikasi, menciptakan hubungan yang harmonis dengan keluarga. Dalam hal ini, orang tua juga memiliki peran yang sangat penting karena diharapkan dapat mengawasi penggunaan gadget pada anak dan membimbing atau mendidik anak-anak agar mereka tidak kecanduan menggunakan gadget. Oleh karena itu, orang tua harus memberi contoh yang baik saat berkomunikasi dengan anak, mengajak anak untuk menceritakan keseharian mereka ketika berada di sekolah. Hal ini dapat mempengaruhi bagaimana perilaku remaja terbentuk dalam lingkungan keluarga.

Artikel ini adalah publikasi tugas Mata Kuliah Sosiologi Keluarga untuk Kesejahteraan Sosial dengan Dosen Pengampu Dr. Hairani Siregar, S.Sos., M.SP. dan Dra. Berlianti, M.SP.

Redaktur: Indira Rivany

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.