
Oleh: Yehezkiel Varrel, Samuel Sebastian, Wenni Yohana, Yolanda Plorensia, Fajar Utama Ritonga
Suara USU, Medan. Yayasan Rehabilitasi Ashabul Kahfi Sumatera Utara merupakan salah satu lembaga swasta yang bergerak dalam pemulihan individu dengan permasalahan adiksi, khususnya pada narkotika dan perilaku menyimpang lainnya. Berdiri pada tahun 2023, yayasan ini didirikan atas dasar inisiatif sekelompok individu yang memiliki latar belakang keagamaan, khususnya dalam kajian Islam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode group work dalam proses pemulihan fungsi sosial bagi masyarakat pengguna NAPZA. Penelitian ini dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara Program Studi Kesejahteraan Sosial dalam mata kuliah wajib umum Metode-Metode Pekerja Sosial yang diampu oleh Bapak Dosen Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos. Berikut nama-nama mahasiswa yang melaksanakan kegiatan ini antara lain:
-
Yehezkiel Varrel Andreas Hutasoit (240902049)
-
Samuel Sebastian Sembiring (240902003)
-
Wenni Yohana Hutapea (240902059)
-
Yolanda Plorensia Sitanggang (240902021)
Penyalahgunaan narkoba menjadi permasalahan sosial yang sering kali terjadi di masyarakat dan menjadi salah satu tantangan serius di tengah dinamika masyarakat. Segala upaya telah dilakukan untuk memperbaiki individu dan masyarakat yang mengalami permasalahan tersebut. Dampak dari penggunaan narkoba ini tidak hanya memberikan dampak buruk bagi fisik dan psikologis, tetapi juga mempengaruhi fungsi sosial individu. Berbagai pihak dari pekerja sosial dan lembaga sosial masyarakat, salah satunya panti rehabilitasi, merupakan pihak yang berperan penting dalam proses penanganan untuk dapat mengembalikan fungsi sosial masyarakat.
Panti rehabilitasi seperti Panti Ashabul Kahfi Sumut menjadi salah satu lembaga yang berperan penting dalam proses pemulihan fungsi sosial individu yang terjerat narkoba. Di tempat ini, individu tidak hanya mendapatkan tempat tinggal sementara, tetapi pembinaan dan intervensi sosial yang bertujuan mempersiapkan mereka untuk kembali ke lingkungan masyarakat. Proses penanganan yang dilakukan tentu memiliki metode-metode yang dapat disesuaikan dalam setiap permasalahan sosial yang terjadi. Salah satu metode pendekatan yang digunakan dalam proses adalah metode group work atau kerja kelompok, di mana metode ini merupakan tahapan intervensi yang melibatkan beberapa individu atau suatu kelompok dalam pelaksanaan program intervensi. Menurut Zastrow, metode group work melibatkan penggunaan kelompok kecil untuk mendukung individu dalam mencapai tujuan pribadi. Dalam hal memulihkan fungsi sosial individu, metode ini merupakan metode yang sering digunakan pekerja sosial karena melibatkan komunikasi antar individu.
Pelaksanaan metode group work dalam Panti Rehabilitasi Narkotika Ashabul Kahfi Sumut berfokus pada pengembangan dan memperkuat individu klien secara religius dan pola pikir, di mana program-program yang dirancang berbasis berkelompok memiliki fokus pada interaksi satu individu dengan individu lainnya, di mana diharapkan dari hal ini dapat memulihkan interaksi sosial dari klien untuk dapat berkomunikasi dengan baik terhadap masyarakat. Terdapat beberapa program berbasis group work yang dirancang terhadap klien dalam proses penanganan, yaitu:
-
Presentasi Berbasis Kelompok
Dalam hal ini, para klien akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk diberikan tugas berupa materi dari para pengajar seperti ustad dan para pekerja. Di mana setiap kelompok diharapkan untuk mencari materi dan menyusun materi tersebut serta mempresentasikan materi tersebut di depan sesama klien dan juga pengajar. Hal ini dianggap dapat melatih kerja sama dari para individu untuk memecahkan masalah secara berkelompok. -
Bercocok Tanam dan Menjahit
Kegiatan yang dirancang berbasis group work tersebut merupakan kegiatan yang masih dalam tahap wacana atau perencanaan, yaitu sampai saat ini belum ada penerapan dalam kegiatan tersebut. Menurut Saudara Agung Hadiana selaku konselor adiksi panti rehabilitasi, beliau menegaskan bahwa program berupa kegiatan keterampilan seperti ini diperlukan dalam memberikan peningkatan kemampuan terhadap para klien dan dianggap sebagai langkah awal bagi para klien jika tidak berada di panti rehabilitasi, agar dapat mendapatkan pekerjaan dan berkontribusi pada masyarakat. Program ini diharapkan akan mulai diterapkan dalam setahun ke depan. -
Pasca Rehabilitasi
Pada pasca rehabilitasi, Panti Rehabilitasi Narkotika Ashabul Kahfi Sumut telah merancang program berbasis kelompok terhadap para klien. Di mana program ini dirancang bagi para klien yang hampir menyelesaikan masa rehabilitasinya. Program yang dirancang yaitu doorsmeer kendaraan. Program ini bekerja sama dengan masyarakat sekitar yang memiliki usaha doorsmeer kendaraan, di mana para klien akan dipasangkan ke dalam tiga orang dan diberikan akses keluar panti untuk melakukan kegiatan doorsmeer terhadap masyarakat sekitar. Hal ini diharapkan bagi para klien untuk dapat bekerja sama dengan masyarakat dan membangun hubungan interaksi yang baik antara klien dengan masyarakat. Hal ini juga dipercaya bahwa akan menghapus anggapan dari masyarakat bahwa individu atau masyarakat yang telah menggunakan narkotika tidak dapat berkumpul kembali terhadap masyarakat.

Efektivitas dalam pelaksanaan metode group work dalam pelaksanaan program pemulihan fungsi sosial pada klien panti rehabilitasi sangat efektif pada hasil yang telah diterapkan. Menurut konselor adiksi Saudara Agung Hadiana, program yang dirancang berbasis kelompok ini memiliki tingkat persentase 70–75% berhasil dalam membantu proses pemulihan terhadap klien di panti rehabilitasi. Hal ini dapat dilihat dari wawancara yang telah dilakukan bersama beliau. Saudara Agung Hadiana memberikan contoh bukti tabel peningkatan dalam setiap program yang telah dilakukan. Bahkan, pada umumnya individu yang telah menyelesaikan masa rehabilitasi memiliki kemungkinan untuk menggunakan narkotika dan kembali ke panti rehabilitasi. Tetapi dalam dua tahun ini tercatat belum ada individu atau klien yang datang kembali setelah menyelesaikan masa rehabilitasi.
Metode group work sangat relevan dalam konteks rehabilitasi karena dapat menciptakan dinamika kelompok yang saling mendukung, memperkuat solidaritas sosial, dan menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya perubahan perilaku. Menurut Toseland dan Rivas (2012), intervensi berbasis kelompok dapat meningkatkan efisiensi layanan sosial karena memberikan ruang bagi anggota untuk saling belajar, membangun kepercayaan diri, serta memperkuat kemampuan interpersonal. Dalam panti ini, nilai-nilai tersebut diperkuat dengan pendekatan religius yang menjadi landasan pemulihan. Aktivitas kelompok seperti diskusi, berbagi pengalaman, dan presentasi mendorong klien untuk merefleksikan kehidupannya, menumbuhkan empati, serta membuka pola pikir yang lebih positif terhadap masa depan.
Artikel ini adalah publikasi tugas Mata Kuliah Metode-Metode Pekerja Sosial yang diampu oleh Bapak Dosen Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos. \
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment