Reporter: Cahya Muty Salsabila
Suara USU, Medan. Pada Sabtu, (06/07), Ikatan Mahasiswa Hukum Ekonomi (IMAHMI) Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara bersama International Law Students Association (ILSA USU) sukses menyelenggarakan hari kedua Webinar Nasional bertema “Diplomasi Indonesia di Forum Internasional untuk Palestina”. Setelah hari pertama membahas “Dampak Boikot Israel terhadap Makro Ekonomi Indonesia” oleh Dr. Hurriyah El Islamy, hari kedua dihadiri oleh salah satu Diplomat Kemenlu RI, Bayu Arif Ramadan.
Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan pembacaan doa, dan sambutan dari Ketua ILSA FH USU, Riqueza Raihan Nainggolan, yang menyatakan, “Kami sangat berterima kasih atas partisipasi semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya webinar ini. Tema hari ini sangat penting, mengingat peran diplomasi Indonesia di forum internasional untuk Palestina yang semakin krusial. Harapan kami, melalui webinar ini, kita semua bisa lebih memahami Peran Diplomasi Indonesia terhadap Palestina.”
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pengenalan profil pembicara dan pemaparan dari Bayu Arif Ramadhan tentang peran diplomasi Indonesia dalam mendukung Palestina. Bayu menjelaskan, “Pengalaman Indonesia sebagai salah satu negara yang pernah dijajah dituangkan dalam mandat konstitusi kita, yaitu alinea keempat UUD 1945 yang mengatakan bahwa segala bentuk penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sejalan dengan perikemanusiaan. Ini adalah alasan mendasar mengapa Indonesia sangat kukuh memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina. Peran kita sangat luas, mulai dari diplomasi yang sudah banyak diketahui publik melalui media, hingga bergabungnya Indonesia dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada tahun 1969.”
Bayu juga menambahkan bahwa isu-isu mengenai Palestina terus menjadi perhatian utama dalam diplomasi Indonesia. “Ibu Menteri Luar Negeri kita telah beberapa kali menghadiri pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri maupun tingkat tinggi OKI untuk membahas isu Palestina, terutama terkait agresi Israel. Gelombang pertemuan ini pertama dimulai pada 18 Oktober 2023, saat itu dilaksanakan Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri Luar Biasa OKI di Jeddah (Sekretariat OKI). Meski demikian, agresi terhadap warga sipil oleh Israel tidak mereda,” jelasnya.
Diskusi yang menarik terjadi selama sesi tanya jawab, di mana peserta aktif mengajukan pertanyaan. Salah satu peserta bertanya, “Apakah genosida di Palestina hanya didasari oleh keinginan untuk pembasmian layaknya manusia memandang hama, dan apakah pembasmian itu didukung oleh kekuatan besar yang tidak dapat disentuh? Ide-ide apa yang pernah diutarakan Indonesia selama forum internasional, dan upaya nyata apa yang dapat dilakukan di luar dari penjajahan yang dialami Indonesia sendiri hingga kini?”
Bayu menjawab dengan menjelaskan bahwa Indonesia selalu mengedepankan diplomasi damai dan berbagai upaya nyata di forum internasional. “Indonesia seringkali mengusulkan solusi yang mendukung hak-hak rakyat Palestina dan mendorong perdamaian yang berkelanjutan. Meski tantangan besar ada, kami terus berusaha memberikan dukungan moral dan diplomatik kepada Palestina.”
Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada pembicara dan ucapan terima kasih dari panitia. Webinar ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya dukungan dan diplomasi Indonesia bagi Palestina, serta mempertegas komitmen Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak kemanusiaan di panggung internasional.
Redaktur: Khalda Mahirah Panggabean
Leave a comment