
Reporter: Chairani, Siti Aisyah
Suara USU, Medan. Direktorat Prestasi Mahasiswa dan Hubungan Kealumnian (Ditmawalumni) Universitas Sumatera Utara (USU) baru-baru ini melaksanakan kunjungan supervisi ke Kelurahan Beras Basah, Kabupaten Langkat pada Sabtu (4/25). Kegiatan ini menjadi bagian integral dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PKK Ormawa), sekaligus tindak lanjut konkret atas program pemberdayaan masyarakat yang telah diinisiasi dan dijalankan oleh tim PPK Ormawa Forest Management Student Association (FORMASA) USU.
Fokus utama program ini adalah pengembangan inovasi model bisnis digital atas produk hasil hutan bukan kayu, bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) setempat. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan perekonomian masyarakat desa melalui transformasi digital dan penguatan kapasitas kewirausahaan.
Selama kunjungan berlangsung, tim Ditmawalumni bersama anggota PPK Ormawa FORMASA USU melakukan evaluasi terhadap packaging berbagai produk, seperti terasi, olahan ekor bare, peyek kecepe, kerupuk seafood, dan stick seafood. Salah satu kelompok yang menarik perhatian adalah kelompok Nelayan Wanita Berkarya, yang beranggotakan sekitar sepuluh orang. Kelompok ini telah berhasil memproduksi terasi yang dijual dengan harga kompetitif, yaitu Rp15.000 untuk setiap kemasan dan menjadi bentuk nyata terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan di wilayah pesisir.
Selain pengembangan packaging produk, program PPK Ormawa FORMASA USU juga menaruh perhatian besar pada strategi pemasaran digital. Tim FORMASA USU secara aktif memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM dalam memanfaatkan berbagai platform digital sebagai sarana ekspansi pasar. Melalui digitalisasi pemasaran, diharapkan produk-produk lokal dari Kelurahan Beras Basah dapat dikenal lebih luas, menarik minat konsumen dari berbagai daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Tidak hanya fokus pada sektor ekonomi, tim supervisi Ditmawalumni turut meninjau ke lokasi wisata mangrove di Kelurahan Beras Basah dan mengamati langsung proses produksi madu oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) setempat. Peninjauan ini merupakan bagian esensial dari evaluasi menyeluruh terhadap dampak program PPK Ormawa FORMASA USU, tidak hanya dari sisi ekonomi lokal tetapi juga dari perspektif keberlanjutan lingkungan.
Salah satu anggota FORMASA USU, Cinta Auliya, menyampaikan bahwa program PPK Ormawa merupakan program nasional dengan proses seleksi yang ketat. “Proses seleksi dimulai dari tingkat fakultas, kemudian dilanjutkan dengan penyaringan dari sepuluh kandidat terbaik di tingkat universitas hanya satu yang lolos pendanaan, yaitu tim kami,” ujarnya. Hal ini menunjukkan tingkat kompetisi yang tinggi dan kualitas program yang terpilih.
Melalui kegiatan supervisi ini, Ditmawalumni USU menegaskan komitmen berkelanjutan dalam memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa, agar dapat terus melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan. Program seperti PPK Ormawa menjadi wujud nyata peran strategis perguruan tinggi dalam membangun kemandirian desa serta memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat. Dengan semangat kolaboratif tersebut, PPK Ormawa FORMASA USU diharapkan dapat menjadi model sinergi produktif antara inovasi mahasiswa dan kebutuhan nyata masyarakat, menuju pembangunan desa yang berdaya, berkelanjutan, dan mandiri.
Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah
Leave a comment