Oleh: Andri Prasetyo Sihombing/Widi Juniar Sagala/Sanni Asimel Sihombing/Tiara Christiani Purba/Tioma Lasmaduma Simanullang/Monica Duma Sari Simatupang/Desi Sri Demak Indah B Marbun/Yosseva Costalyca Siahaan
Suara USU, Medan. Nama “Aek Sipangolu” berasal dari bahasa Batak, yang berarti “air kehidupan”. Nama ini mencerminkan kepercayaan masyarakat setempat bahwa air di tempat ini memiliki nilai spiritual dan mampu memberikan kesembuhan. Berdasarkan observasi dan hasil diskusi dengan masyarakat setempat, lokasi ini memiliki potensi yang besar karena daya tarik alaminya, yaitu sumber mata air yang dianggap sakral.

Lokasi ini memiliki keunikan berupa aliran air yang bermuara langsung ke danau dan dipercayai memiliki nilai spiritual oleh penduduk setempat. Tempat ini juga dipercayai dapat menyembuhkan berbagai penyakit jikalau orang tersebut mempercayai kesakralan tempat tersebut. Pengunjung juga bisa menikmati aktivitas seperti berendam di kolam alami, berfoto dengan latar Danau Toba, atau sekedar menikmati ketenangan alam di Menara pandang yang ada di lokasi Pemandian Aek Sipangolu itu.
Adapun pantangan saat berkunjung ke tempat wisata pemandian Aek Sipangolu tersebut ialah tidak boleh berkata kasar, tidak boleh memakai sendal saat masuk kedalam permandian tersebut dan tidak boleh memakan babi ketika mandi kesitu. Beberapa orang juga yang ingin berdoa ketempat itu diharuskan membawa jeruk purut, daun sirih, rokok, dupa, telur ayam kampung, dan bakau sirih atau sering disebut dalam Bahasa batak dengan ugus-ugus nabalga. Warga setempat berkata bahwa ia pernah melawan pantangannya “Saya pernah makan babi kemudian mandi di tempat itu, setelah itu saya sakit demam dan sakit kepala yang sangat sakit”
Dahulu ketika Raja Sisingamangaraja I dan gajah putihnya mendatangi tempat itu lalu gajah itu kehausan, dan Raja Sisingamangaraja I berdoa kepada Ompung Mula Jadi Nabolon lalu ia menancapkan tongkatnya ke batu lalu mata airpun keluar dari batu tersebut. Dari situlah sejarah terbentuknya mata air itu. Aek sipangolu merupakan mata air dari Raja Sisingamangaraja I yaitu Raja Manghuntal Sinambela anak dari Raja Bona Ni Onan Sinambela dan Istrinya Br. Pasaribu. Dan keturunan dari Raja Bona Ni Onan Sinambela inilah yang menjaga tempat itu agar tetap terawat dan sakral.
Pemandian Aek Sipangolu ini wajib untuk anda kunjungi karena keindahan dan keunikan alamnya serta kita juga dapat mengingat tentang sejarah, dan mempelajari budaya didalam satu destinasi. Terletak di tebing batu yang dikelilingi pepohonan rindang dan suasana yang menenangkan menjadikannya tempat yang nyaman untuk relaksasi. Mengunjungi Aek Sipangolu berarti menikmati keindahan alam sekaligus menghormati warisan budaya.
Artikel ini adalah publikasi tugas KKN-T 32 dengan Dosen Pembimbing Lapangan Yunus Afifuddin, S.Hut., M.Si.
Redaktur: Khalda Mahirah Panggabean
Leave a comment