Reporter: Rosi Adelia
Suara USU, Medan. Enrico Franditho Sihombing, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) angkatan 2022, berhasil meraih predikat Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Sarjana Utama 1 USU tahun 2025. Pengumuman pemenang disampaikan pada Selasa (24/6) melalui ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat universitas.
Gelar tersebut diraih Enrico berkat inovasi gagasan kreatifnya yang berjudul “Inovasi Sediaan Inhalasi Kuersetin dari Limbah Kulit Bawang Merah dalam Nanopartikel PLGA-Kitosan untuk Terapi Kanker Paru-Paru”. Gagasan tersebut berangkat dari keprihatinannya terhadap tingginya angka kematian akibat kanker paru-paru di Indonesia dan keterbatasan terapi konvensional yang masih mahal serta menimbulkan banyak efek samping.
“Inovasi ini memanfaatkan kulit bawang merah yang mengandung quersetin berkadar tinggi. Quersetin memiliki potensi antikanker dan saya kembangkan dalam bentuk sediaan inhalasi berbasis nanopartikel PLGA-Kitosan agar lebih efektif menyasar jaringan paru-paru,” ujar Enrico.
Melalui inovasi tersebut, Enrico tidak hanya menawarkan solusi medis alternatif, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan limbah lokal sebagai bahan baku farmasi yang potensial. Ia menyebut bahwa gagasan ini dapat memberi dampak sosial dan ekonomi melalui riset interdisipliner dan pengolahan limbah bernilai tambah.
Enrico mengaku proses seleksi yang ia jalani merupakan hasil persiapan selama satu tahun. Seleksi dimulai dari tingkat fakultas melalui administrasi, presentasi gagasan kreatif dalam bahasa Inggris, hingga akhirnya ia terpilih mewakili Fakultas Kedokteran. Pada tingkat universitas, seleksi dilanjutkan dengan penambahan poster gagasan dan presentasi akhir di hadapan dewan juri.
“Tantangan terbesarnya justru pada manajemen waktu. Saya sedang menjalani Ujian Akhir Blok, OSCE semester enam, dan mengerjakan revisi skripsi. Lumayan berat, tapi saya coba atur semuanya pelan-pelan,” ungkapnya.
Meski berhasil meraih peringkat tertinggi, Enrico mengaku tidak menargetkan kemenangan. Ia lebih mengedepankan proses belajar dan kolaborasi dengan peserta lainnya. “Saya merasa terhormat bisa belajar bersama teman-teman luar biasa. Mungkin yang membedakan saya adalah konsistensi di setiap aspek penilaian,” ujarnya.
Perjalanan Enrico menuju Fakultas Kedokteran USU pun tidak mudah. Ia sempat gagal lolos SNMPTN, namun bangkit dan berhasil diterima lewat jalur SBMPTN. “Itu titik balik saya. Dari kegagalan itu, saya belajar untuk terus mencoba dan berjanji memberi arti bagi kampus lewat prestasi,” katanya.
Ke depan, Enrico akan mewakili USU dalam seleksi Pilmapres tingkat LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, bersaing dengan mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di kawasan tersebut.
Di akhir wawancara, Enrico menyampaikan bahwa baginya, prestasi merupakan bentuk rasa syukur dan sarana berbagi semangat. Ia juga menyampaikan harapan agar USU terus mendukung kolaborasi lintas ilmu dan pengembangan inovasi mahasiswa. “Tidak semua orang harus jadi juara, tapi semua orang bisa jadi cahaya. Jika kamu punya cahaya, bagikanlah. Dunia ini butuh lebih banyak orang yang mau menyala dengan ilmu, empati, dan ketulusan hati,” tutupnya.
Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom
Leave a comment