Home Kabar Kampus FEB USU Luncurkan Prodi Ekonomi Islam, Siap Buka Pendaftaran di SNBT 2026
Kabar Kampus

FEB USU Luncurkan Prodi Ekonomi Islam, Siap Buka Pendaftaran di SNBT 2026

Share
Sumber: www.usu.ac.id

Reporter: Frianka Raya Sitanggang, Marnala Tambunan

Suara USU, Medan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) akan meluncurkan Program Studi (Prodi) Ekonomi Islam yang pendaftarannya akan dibuka perdana pada Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2026. Prodi Ekonomi Islam hadir untuk memberi ruang baru bagi generasi muda untuk belajar dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam. 

Dekan FEB USU, Dr. Fadli, SE., M.Si., menyampaikan bahwa pembentukan program studi ini merupakan bagian dari upaya fakultas memperluas kontribusi pendidikan ekonomi di era global. Menurut Dr. Fadli, potensi ekonomi Islam di tingkat nasional maupun global sangat besar. Berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy (SGIE), Indonesia menempati posisi ketiga dunia setelah Malaysia dan Arab Saudi dalam sektor ekonomi Islam. Hal ini menunjukkan peluang besar bagi pengembangan industri keuangan, pariwisata halal, hingga fashion berbasis syariah.

Pembentukan Prodi Ekonomi Islam juga dilatarbelakangi oleh kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi khusus di bidang ekonomi Islam. Berbagai lembaga, seperti Badan Pengelola Dana Haji (BPDH) dan Bank Muamalat, mengakui masih kekurangan tenaga kerja dengan latar belakang pendidikan ekonomi syariah. 

Dalam penyusunannya, tim FEB melakukan evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan tren global, kondisi nasional, serta potensi daerah. Salah satu referensi datang dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang setiap tahun menerima ratusan pendaftar di bidang serupa. Data tersebut memperlihatkan tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan ekonomi berbasis syariah.

Dr. Fadli menjelaskan, bahwa Prodi Ekonomi Islam di USU akan memiliki kekhususan tersendiri, salah satunya melalui fokus pada isu-isu ekonomi modern seperti investasi dan aset digital berbasis syariah. “Kami ingin lulusan Ekonomi Islam USU memiliki pemahaman yang kuat terhadap isu modern seperti cryptocurrency dan investasi berbasis syariah,” jelasnya. Dengan demikian, lulusan diharapkan mampu memahami perkembangan ekonomi global tanpa meninggalkan prinsip-prinsip Islam.

Dalam penyusunan kurikulum dilibatkan praktisi industri agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, serta setiap mata kuliah akan diampu secara kolaboratif antara dosen dan profesional dari lembaga keuangan syariah. Selain itu, FEB juga telah menyiapkan tenaga pengajar yang memenuhi syarat akreditasi, dengan tiga dosen bergelar doktor dan dua lainnya tengah menempuh studi doktoral.

Dari sisi fasilitas, FEB telah menyiapkan tujuh ruang kuliah di lantai tiga gedung fakultas untuk mendukung proses pembelajaran. Pada tahun pertama, rencananya akan diterima sekitar 65 mahasiswa. Prodi ini telah memperoleh akreditasi minimum dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA), dan ditargetkan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun 2026.

Ketika ditanya tentang tantangan, Dekan mengakui bahwa tantangan utama adalah menarik minat masyarakat luas, terutama dari luar Kota Medan. Untuk itu, sudah disiapkan strategi promosi komprehensif melalui program beasiswa dan fasilitas asrama. “Seperti strategi marketing produk, kami juga harus punya strategi menarik. Target promosinya bahkan tidak hanya di Indonesia, tapi juga negara seperti Arab Saudi, Ethiopia, atau Filipina,” jelasnya. Strategi ini menurutnya adalah hal yang umum dilakukan untuk menarik minat calon mahasiswa. Sementara itu, konsentrasi Ekonomi Islam yang sebelumnya ada di Prodi Ekonomi Pembangunan akan dialihkan ke prodi baru ini, dengan dua fokus utama yang ditawarkan, yaitu Industri Halal dan Perbankan Syariah.

“Yang penting bukan hanya kuantitasnya, tapi bagaimana kualitas mereka bisa dibentuk sehingga siap bekerja dan memenuhi kebutuhan di lapangan kerja, baik lokal maupun nasional,” jelas Dr. Fadli. Ia optimistis, lulusan program ini akan memiliki prospek karier luas di sektor keuangan, industri halal, maupun lembaga konsultasi investasi syariah.

Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.