Oleh: Angelina M. Sitorus
Permasalahan sampah masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi Kota Medan. Pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya aktivitas masyarakat menyebabkan volume sampah terus bertambah setiap hari. Kondisi ini menuntut adanya keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat, dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Salah satu lembaga yang aktif berkontribusi dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat adalah Bank Sampah Induk (BSI) New Normal yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan. Lembaga ini hadir sebagai upaya mengatasi permasalahan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sampah yang bernilai ekonomi.
Berdasarkan hasil wawancara dan data profil lembaga, BSI New Normal mulai dibentuk pada tahun 2019 oleh sejumlah pegiat lingkungan yang prihatin terhadap kondisi ekonomi masyarakat pada masa pandemi Covid-19. Dari kondisi tersebut lahir gagasan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Di bawah kepemimpinan penulis, BSI New Normal terus berkembang menjadi salah satu bank sampah yang aktif melakukan edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai program dijalankan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Kegiatan tersebut meliputi edukasi lingkungan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan kelompok masyarakat, serta pembentukan bank sampah unit di berbagai wilayah Kota Medan.
Selain kegiatan edukasi, BSI New Normal juga mengembangkan program pengolahan sampah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Sampah anorganik diolah menjadi berbagai produk kreatif seperti tas, bunga hias, taplak meja, dan kerajinan lainnya yang memiliki nilai jual. Sementara itu, sampah organik dimanfaatkan melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang kemudian digunakan sebagai pakan alternatif untuk budidaya ikan air tawar.
Program budidaya maggot menjadi salah satu inovasi unggulan karena mampu mengurangi volume sampah organik secara efektif sekaligus menghasilkan produk yang bernilai ekonomi. Pemanfaatan maggot sebagai pakan alternatif juga membantu menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas usaha masyarakat.
Menurut hasil wawancara, salah satu keunggulan BSI New Normal terletak pada komitmennya dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat secara berkelanjutan. Melalui berbagai pelatihan, masyarakat didorong untuk mampu mengelola sampah secara mandiri dan menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, BSI New Normal telah membangun jaringan kerja sama dengan berbagai bank sampah unit, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan lembaga lainnya. Jaringan tersebut menjadi sarana untuk memperluas edukasi serta memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Medan.
Meski telah menunjukkan berbagai capaian positif, BSI New Normal masih menghadapi sejumlah tantangan. Lokasi bank sampah yang berada di kawasan dengan akses terbatas menyulitkan proses pengangkutan sampah. Selain itu, lahan yang digunakan masih berstatus sewa sehingga berpotensi mengalami perpindahan lokasi di masa mendatang.
Tantangan lainnya meliputi fluktuasi harga sampah, keterbatasan sarana transportasi, kurangnya sumber daya manusia yang terampil, serta sistem administrasi yang masih dilakukan secara manual. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memperkuat keberlanjutan program yang telah berjalan.
Keberadaan BSI New Normal memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Selain membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, program yang dijalankan juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Dari sisi ekonomi, masyarakat memperoleh manfaat melalui program tabungan sampah dan berbagai kegiatan daur ulang yang menghasilkan produk bernilai jual. Program-program tersebut menunjukkan bahwa sampah dapat diolah menjadi sumber daya yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Melalui berbagai program edukasi, pelatihan, pendampingan, dan inovasi pengolahan sampah, BSI New Normal menjadi contoh nyata pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mengintegrasikan aspek lingkungan dan pemberdayaan ekonomi. Meskipun masih menghadapi berbagai tantangan, keberadaan lembaga ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang terorganisasi dapat menjadi solusi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Artikel ini disusun sebagai bagian dari tugas mata kuliah Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat (COCD) dengan Dosen Pengampu Bapak Dr. Agus Suriadi S.Sos., M.Si. Â
Redaktur: Emia Timentha Tarigan
Leave a comment