Home Tulisan Mahasiswa Kimia USU Belajar Pengelolaan Sampah di BSI New Normal 
Tulisan

Mahasiswa Kimia USU Belajar Pengelolaan Sampah di BSI New Normal 

Share

Oleh: Winda Elisabet Queen

Permasalahan sampah masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong lahirnya berbagai inisiatif masyarakat dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan. Salah satunya adalah Bank Sampah Induk (BSI) New Normal yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan. Kehadiran BSI New Normal menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

BSI New Normal didirikan pada tahun 2019 sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya permasalahan sampah dan kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Melalui pendekatan berbasis masyarakat, lembaga ini mengajak warga untuk memilah, mengelola, dan memanfaatkan sampah secara bertanggung jawab.

Selain berfungsi sebagai tempat pengelolaan sampah, BSI New Normal juga aktif melaksanakan berbagai program edukasi lingkungan. Kegiatan sosialisasi dilakukan kepada masyarakat, sekolah, perguruan tinggi, kelurahan, dan berbagai komunitas guna meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Program tersebut sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi sirkular sebagai salah satu solusi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Dalam menjalankan kegiatannya, BSI New Normal memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat serta pengelola bank sampah unit. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri sekaligus menjaga keberlanjutan program yang telah berjalan.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik. Maggot BSF mampu mengurai sampah organik dengan cepat dan menghasilkan produk yang bernilai ekonomi. Selain membantu mengurangi volume sampah, maggot juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk budidaya ikan karena memiliki kandungan protein yang tinggi.

BSI New Normal juga mengembangkan berbagai produk hasil daur ulang, seperti tas, taplak meja, paving block, gantungan kunci, name tag, dan berbagai kerajinan lainnya. Produk-produk tersebut menunjukkan bahwa sampah dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Dalam rangka pelaksanaan mata kuliah Community Organization and Community Development (COCD), mahasiswa Program Studi S1 Kimia FMIPA Universitas Sumatera Utara melakukan kunjungan lapangan ke BSI New Normal untuk memperoleh pemahaman secara langsung mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan penerapan ekonomi sirkular.

Gambar 1. Mahasiswa Kimia FMIPA USU saat tiba di Bank Sampah Induk New Normal

Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan pemaparan mengenai sejarah berdirinya BSI New Normal, tujuan pembentukannya, serta berbagai program yang telah dijalankan dalam mendukung pengelolaan sampah di Kota Medan.

Gambar 2. Mahasiswa Kimia FMIPA USU bersama pengelola Bank Sampah Induk New Normal

Setelah sesi pemaparan, mahasiswa diajak meninjau berbagai fasilitas yang digunakan dalam proses pengelolaan sampah. Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung proses yang selama ini dipelajari secara teoritis di ruang perkuliahan.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah gudang penyimpanan sampah. Di tempat tersebut, mahasiswa melihat berbagai jenis sampah yang telah dipilah berdasarkan jenis material sebelum memasuki tahap pengolahan lebih lanjut. Proses pemilahan menjadi tahapan penting dalam mendukung keberhasilan daur ulang.

Gambar 3. Gudang penyimpanan sampah yang telah dipilah berdasarkan jenis material

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke area pengolahan sampah. Mahasiswa diperkenalkan dengan mesin press yang digunakan untuk memadatkan sampah sehingga lebih mudah disimpan dan didistribusikan.

Gambar 4. Mesin press yang digunakan untuk memadatkan sampah sebelum proses lanjutan

Selain melihat proses pengolahan, mahasiswa juga mengamati berbagai produk hasil daur ulang yang telah dihasilkan oleh BSI New Normal. Produk-produk tersebut menjadi bukti bahwa sampah dapat diubah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

Gambar 5. Berbagai produk hasil daur ulang yang dihasilkan oleh Bank Sampah Induk New Normal

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama pengelola BSI New Normal. Dalam sesi tersebut dibahas berbagai tantangan pengelolaan sampah, mulai dari rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah hingga pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan sektor swasta untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Gambar 6. Sesi diskusi antara mahasiswa dan pengelola Bank Sampah Induk New Normal

Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sampah bukan sekadar limbah yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi.

Kunjungan lapangan ini juga menjadi bentuk implementasi nyata dari mata kuliah COCD yang mendorong mahasiswa memahami berbagai persoalan sosial dan lingkungan secara langsung. Pengalaman tersebut memberikan wawasan bahwa penyelesaian masalah lingkungan memerlukan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk generasi muda.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta terdorong untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berdaya guna, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

Artikel ini disusun sebagai bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat (COCD) dengan Dosen Pengampu Bapak Dr. Agus Suriadi S.Sos., M.Si.  

Redaktur: Emia Timentha Tarigan

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.