Home Kabar Kampus Inovasi Beras Analog Antar Mahasiswa USU Raih Dua Penghargaan NACW 2026
Kabar Kampus

Inovasi Beras Analog Antar Mahasiswa USU Raih Dua Penghargaan NACW 2026

Share

Reporter: Suci Rahmawati Siregar

Suara USU, Medan. Gagasan pengembangan beras analog mengantarkan tim mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang diketuai Daniel Fransisco Hutapea meraih dua penghargaan dalam National Agricultural Competition Week (NACW) 2026, yakni Best Paper dan Best Presentation. Kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Jambi tersebut berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Universitas Jambi. Inovasi ini dirancang sebagai alternatif pangan bergizi dan terjangkau untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, penanganan stunting, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tim yang terdiri atas Daniel Fransisco Hutapea, Riki Candra, dan Isabela Sitorus ini mengembangkan gagasan beras analog, yakni produk menyerupai beras yang dibuat melalui metode ekstrusi dengan bahan baku selain padi. Produk tersebut dirancang dengan penambahan nilai gizi melalui perpaduan berbagai bahan pangan. Gagasan ini diharapkan dapat menjadi alternatif sumber pangan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

NACW 2026 merupakan kompetisi yang memasuki penyelenggaraan keempat. Pendaftaran dibuka sejak Agustus 2026 dan diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Peserta mengirimkan proposal secara daring untuk dinilai oleh juri, kemudian 10 proposal terbaik dipilih sebagai finalis yang mempresentasikan gagasannya secara langsung di Universitas Jambi. Pemenang diumumkan dalam acara penghargaan yang diselenggarakan bersamaan dengan seminar nasional.

Daniel menjelaskan bahwa pemilihan gagasan beras analog berawal dari diskusi tim dengan mempertimbangkan persoalan yang mendesak dan relevan dengan tema kompetisi. Ide dari setiap anggota kemudian dibahas untuk menentukan gagasan yang paling potensial.

“Kami membahas isu-isu yang sesuai dengan tema dan subtema lomba, lalu setiap anggota menyampaikan idenya masing-masing,” ujarnya.

Dalam penyusunan proposal, Riki Candra bertugas sebagai Chief Executive Officer (CEO), Daniel sebagai Chief Technology Officer (CTO), dan Isabela sebagai Chief Financial Officer (CFO). Mereka mengerjakan proposal selama sekitar tiga pekan sebelum melanjutkan persiapan presentasi selama dua pekan setelah dinyatakan lolos ke babak final.

“Setelah lolos final, kami fokus menyiapkan bahan presentasi, menguasai materi, dan berlatih tanya jawab seputar ide, produk, serta latar belakang masalah,” jelas Daniel.

Selama persiapan, tantangan utama yang dihadapi tim ialah mengatur waktu. Kesibukan akademik dan perbedaan jurusan setiap anggota membuat mereka kesulitan menentukan jadwal untuk berdiskusi serta berlatih bersama.

“Tantangan terbesarnya itu pengaturan waktu karena kami punya kesibukan masing-masing. Jadi, cukup sulit mencari waktu untuk bisa berdiskusi dan latihan bersama,” ungkapnya.

Meski memiliki waktu persiapan yang terbatas, tim mampu menjalani presentasi final tanpa kendala berarti. Kesiapan materi dan latihan yang dilakukan sebelumnya membantu mereka menyampaikan gagasan serta menjawab pertanyaan juri.

Daniel mengaku senang sekaligus tidak menyangka timnya dapat membawa pulang dua penghargaan. Ia sempat meragukan peluang mereka karena persiapan yang singkat dan melihat peserta lain telah mempersiapkan diri dengan serius.

“Awalnya seperti tidak percaya karena melihat persiapan kami yang sangat singkat dan peserta lain sangat niat dan penuh persiapan. Tapi kami malah keluar sebagai juara,” ujarnya.

Selain penghargaan, kesempatan bertemu dengan mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menjadi pengalaman berkesan bagi Daniel. Kompetisi tersebut juga mendorongnya untuk berani mencoba berbagai kesempatan dan terus memberikan usaha terbaik.

Redaktur: Erni Yuli Simatupang

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.