Oleh: Arthalyna br Tamsar,Widya Rizki Anggraini,Catherina Nauli Manurung,Fatwa Shaqila,M.Luthfi Haikal
Apa yang terlintas ketika mendengar kata “Pramuka”? Sebagian mahasiswa mungkin masih mengaitkannya dengan kegiatan baris-berbaris, tali-temali, dan seragam cokelat. Di tengah berkembangnya berbagai organisasi kemahasiswaan yang menawarkan program berbasis teknologi, kewirausahaan, maupun jejaring internasional, Pramuka kerap dipandang sebagai organisasi yang kurang relevan dengan perkembangan zaman.
Persepsi tersebut menjadi menarik untuk dikaji, khususnya pada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas Sumatera Utara (USU). Sebagai organisasi kepanduan di lingkungan perguruan tinggi, Pramuka USU memiliki peran dalam pengembangan karakter, kepemimpinan, serta pengabdian kepada masyarakat. Namun, keberadaannya masih sering dipandang sebelah mata oleh sebagian mahasiswa.
Fenomena tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara persepsi publik dan realitas yang terjadi di dalam organisasi. Jika kondisi ini terus berlanjut, minat mahasiswa untuk bergabung dapat menurun sehingga berpotensi mengurangi kontribusi organisasi dalam pembinaan karakter generasi muda di lingkungan kampus.
Untuk memahami fenomena tersebut, kelompok peneliti menggunakan pendekatan Community Organization and Community Development (COCD) yang dipadukan dengan konsep manajemen strategi komunikasi. Teori COCD menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dalam proses pengembangan masyarakat. Dalam konteks organisasi kemahasiswaan, komunikasi menjadi sarana untuk menyampaikan nilai, program, dan capaian organisasi kepada publik.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pengurus Pramuka USU, ditemukan bahwa organisasi ini memiliki berbagai prestasi yang belum banyak diketahui oleh mahasiswa. Di tingkat internasional, pada tahun 2023 Pramuka USU mengirimkan satu delegasi untuk mengikuti World Scout Jamboree di Korea Selatan. Pada tahun yang sama, empat anggota turut mewakili organisasi dalam Raimuna Nasional yang diselenggarakan di Cibubur.
Partisipasi aktif tersebut berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 2024, Pramuka USU mengirimkan dua delegasi untuk mengikuti Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Kalpataru dan Wanabakti (Pertikawan) tingkat nasional. Selanjutnya, pada tahun 2025, tiga anggota dipercaya menjadi delegasi dalam Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka (Peransaka) tingkat nasional.
Selain aktif dalam berbagai kegiatan nasional dan internasional, Pramuka USU juga menunjukkan prestasi kompetitif. Pada ajang PETIR yang diselenggarakan di Kabupaten Langkat pada tahun 2023, Pramuka USU berhasil meraih predikat Juara Umum. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan organisasi dalam bersaing dan mengembangkan potensi anggotanya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu penyebab munculnya stigma terhadap Pramuka USU adalah kurang optimalnya publikasi kegiatan dan prestasi organisasi kepada masyarakat kampus. Akibatnya, banyak mahasiswa hanya mengenal aktivitas Pramuka dari aspek yang terlihat secara umum, tanpa mengetahui berbagai kegiatan pengembangan kepemimpinan, pengabdian masyarakat, manajemen organisasi, maupun kesiapsiagaan bencana yang dijalankan oleh anggotanya.
Dengan demikian, persepsi negatif terhadap Pramuka USU tidak sepenuhnya disebabkan oleh kualitas organisasi, melainkan adanya kesenjangan komunikasi antara aktivitas internal organisasi dan pemahaman publik. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi digital yang lebih efektif agar berbagai program, prestasi, dan nilai yang dimiliki Pramuka USU dapat dikenal lebih luas oleh mahasiswa serta meningkatkan minat generasi muda untuk berpartisipasi dalam organisasi tersebut.
Daftar Pustaka :
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2014). Permendikbud No. 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib.
Nasution, A. (2022). Strategi Komunikasi Organisasi Kepemudaan dalam Pemberdayaan Masyarakat Kota Medan. Jurnal Komunikasi Kampus, 5(2), 112-125.
Artikel ini merupakan publikasi tugas mata kuliah Community Organizing for Community Development (COCD) dengan dosen pengampu Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kessos.
Redaktur: Emia Timentha Tarigan
Leave a comment