Oleh: Ainun Nisa
Mahasiswi Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara melaksanakan kegiatan pendampingan di Panti Asuhan Al-Jam’iyatul Washliyah Binjai sebagai bagian dari tugas mata kuliah Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat (Community Organization and Community Development/COCD). Kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih tiga minggu melalui tiga kali pertemuan dengan fokus pada pendampingan kegiatan memasak sebagai bentuk pemberdayaan berbasis komunitas.
Panti Asuhan Al-Jam’iyatul Washliyah Binjai merupakan salah satu panti asuhan tertua di Kota Binjai yang berdiri sejak 19 September 1955. Hingga saat ini, panti tersebut mengasuh sekitar 100 anak laki-laki dan perempuan yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Utara maupun luar provinsi. Selain mengikuti pendidikan formal, anak-anak panti juga memperoleh pembinaan keagamaan melalui kegiatan tahfiz Al-Qur’an yang dilaksanakan secara rutin.

Kegiatan diawali dengan kunjungan observasi pada Sabtu, 16 Mei 2026. Tujuan observasi adalah mengenal lingkungan panti, memahami program yang dijalankan, serta membangun hubungan awal dengan pengurus dan anak-anak panti. Penulis disambut oleh Ketua Panti beserta staf yang memberikan informasi mengenai sejarah, kondisi, dan aktivitas yang berlangsung di panti asuhan.
Pada pertemuan ini, penulis melakukan perkenalan dengan anak-anak panti melalui kegiatan berbagi informasi mengenai nama, usia, dan hobi. Beberapa anak juga menunjukkan kemampuan yang mereka miliki, seperti membaca surah pendek Al-Qur’an, bernyanyi, dan memasak. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan sederhana yang bertujuan menciptakan suasana yang lebih akrab dan meningkatkan partisipasi anak-anak.
Berdasarkan hasil observasi, penulis menemukan bahwa salah satu kegiatan rutin yang diterapkan di panti adalah sistem piket memasak. Setiap hari, dua anak panti perempuan bertugas menyiapkan makanan bagi seluruh penghuni panti. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian. Oleh karena itu, penulis memilih kegiatan memasak sebagai fokus pendampingan dalam pelaksanaan program COCD.

Pendampingan pertama dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026. Pada kegiatan ini, penulis mendampingi anak-anak yang sedang menjalankan piket memasak dengan menu sayur kangkung dan sambal telur.
Selama proses memasak berlangsung, penulis turut membantu menyiapkan bahan makanan serta berinteraksi dengan anak-anak panti. Melalui kegiatan tersebut, terlihat bahwa anak-anak telah terbiasa melaksanakan tugas dapur secara mandiri. Mereka mampu membagi tugas, mengolah bahan makanan, dan bekerja sama tanpa harus selalu mendapatkan arahan dari pengurus panti.
Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan keterampilan memasak, tetapi juga memperkuat kemampuan bekerja sama dan komunikasi antaranggota panti. Pendampingan yang dilakukan berfokus pada keterlibatan aktif dalam aktivitas yang telah berjalan sehingga anak-anak tetap menjadi pelaku utama dalam proses pembelajaran.

Kunjungan ketiga dilaksanakan pada Sabtu, 30 Mei 2026, beberapa hari setelah Hari Raya Iduladha. Pada kesempatan tersebut, panti memperoleh bantuan daging kurban yang kemudian diolah bersama sebagai menu makanan bagi penghuni panti.
Kegiatan memasak didampingi langsung oleh ibu asuh yang memberikan arahan mengenai teknik pengolahan daging, penggunaan bumbu, serta tahapan memasak yang tepat. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan antusias karena kesempatan mengolah daging kurban tidak diperoleh setiap hari.
Dalam kegiatan ini, penulis turut membantu proses persiapan bahan dan mendampingi anak-anak selama memasak. Kehadiran ibu asuh memberikan pembelajaran tambahan mengenai pentingnya kesabaran, ketelitian, dan kerja sama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Suasana yang terjalin selama kegiatan menunjukkan hubungan kekeluargaan yang erat antara pengasuh dan anak-anak panti.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak selalu dilakukan melalui program yang berskala besar. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara rutin juga dapat menjadi sarana pengembangan kapasitas individu maupun komunitas.
Sistem piket memasak yang diterapkan di Panti Asuhan Al-Jam’iyatul Washliyah Binjai merupakan salah satu bentuk pembelajaran kehidupan yang efektif. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dilatih untuk bertanggung jawab, bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap kebutuhan bersama.
Bagi penulis, pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa proses pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan cara terlibat langsung dalam kehidupan komunitas. Pendamping berperan sebagai mitra yang mendukung dan memperkuat potensi yang telah dimiliki masyarakat, bukan menggantikan peran mereka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kegiatan pendampingan di Panti Asuhan Al-Jam’iyatul Washliyah Binjai memberikan pengalaman berharga dalam memahami praktik pengorganisasian dan pengembangan masyarakat berbasis komunitas. Melalui keterlibatan dalam kegiatan memasak, penulis dapat melihat secara langsung bagaimana nilai tanggung jawab, kemandirian, dan kerja sama ditanamkan kepada anak-anak panti melalui aktivitas sehari-hari.
Penulis menyampaikan terima kasih kepada Ketua Panti Asuhan Al-Jam’iyatul Washliyah Binjai, ibu asuh, serta seluruh staf yang telah memberikan kesempatan dan dukungan selama kegiatan berlangsung. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi dan kemandirian anak-anak panti asuhan.
Artikel ini merupakan publikasi tugas mata kuliah Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat (COCD) dengan Dosen Pengampu Bapak Dr. Agus Suriadi, S.Sos., M.Si.
Redaktur: Emia Timentha Tarigan
Leave a comment