Home Kabar Kampus Kuliah Umum Menaker di USU Dorong Mahasiswa Kuasai Skill AI
Kabar Kampus

Kuliah Umum Menaker di USU Dorong Mahasiswa Kuasai Skill AI

Share

Reporter: Muhammad Ar Rofi Nst dan Dinda Sajidah

Suara USU, Medan. Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan dampaknya terhadap dunia kerja menjadi sorotan utama dalam Kuliah Umum bertajuk “Menyiapkan SDM Unggul Masa Depan” yang digelar di lantai 8 Digital Learning Center Building (DLCB) Universitas Sumatera Utara (USU) pada Rabu (8/7). Kegiatan diawali dengan kata sambutan oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi & Kerjasama, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita S.T., M.T. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari pembicara utama, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, Ph.D.

Dalam pemaparannya, Yassierli menjelaskan bahwa transformasi digital telah mengubah kebutuhan dunia industri secara signifikan. Menurutnya, generasi muda akan menghadapi pasar kerja yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya karena perusahaan kini semakin membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi baru yang mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

“Perubahan teknologi bukan menghilangkan pekerjaan, tetapi memudahkan pekerjaan. Analisis bisa dibantu komputer, tetapi manusia tetap menjadi pihak yang menentukan arah dan mengambil keputusan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa sekitar 22% pekerja diproyeksikan terdampak perubahan akibat perkembangan teknologi. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan sektor industri, tetapi juga berbagai profesi lain, termasuk tenaga pendidik. Menurutnya, pihak yang mampu beradaptasi lebih

Yassierli juga menyoroti masih besarnya tantangan ketenagakerjaan di Indonesia. Banyak perusahaan, katanya, masih kesulitan memperoleh talenta yang siap bekerja karena terjadi kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.

Data yang dipaparkannya menunjukkan sebanyak 36,4% pekerja di Indonesia mengalami vertical mismatch, sementara 33,5% lulusan bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang ditempuh. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan skill gap telah menjadi tantangan global. Karena itu, peningkatan keterampilan (upskilling), pengalaman kerja lapangan, serta penguatan kompetensi praktis perlu menjadi perhatian selama menempuh pendidikan.

“Dunia kerja saat ini semakin bergeser menuju skills-based hiring. Karena itu, CV bukan sekadar dibuat, tetapi harus dirancang agar mampu menunjukkan kompetensi yang dimiliki,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kepemilikan micro-credentials kini menjadi nilai tambah karena mampu membuktikan kompetensi di luar ijazah formal, sehingga lulusan dinilai lebih siap memasuki dunia kerja. Kebutuhan terhadap keterampilan AI juga semakin meningkat, terutama pada posisi seperti AI Engineer, Machine Learning Engineer, Data Engineer, Head of Analytics, dan Analytics Specialist.

Sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, Yassierli turut memperkenalkan sejumlah program Kementerian Ketenagakerjaan, yakni Pusat Pelatihan Vokasi, Talent & Innovation Hub, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas, serta Labor Productivity Clinics. Keempat program tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja, mendorong inovasi, memperluas kesempatan kerja yang inklusif, serta meningkatkan produktivitas di berbagai sektor.

Kuliah umum yang diikuti sekitar 400 mahasiswa USU tersebut juga mendapat tanggapan positif dari para peserta. Hiskia D’timosky Pratama, salah satu peserta kuliah umum, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya membangun keterampilan sejak masa perkuliahan melalui pengalaman organisasi, kompetisi akademik, maupun program yang diperkenalkan Kementerian Ketenagakerjaan.

“Kuliah umum ini menambah wawasan saya bahwa skill memang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Semoga seluruh mahasiswa, khususnya Universitas Sumatera Utara, bisa mendapatkan pekerjaan yang relevan dengan minat, bakat, serta kompetensi yang dimiliki,” ujarnya.

Selanjutnya, Stefania Situmorang, mahasiswa Program Studi D-III Statistika USU yang juga peserta kuliah umum, mengapresiasi kesempatan berdialog langsung dengan Menteri Ketenagakerjaan. Menurutnya, sesi tanya jawab membuat materi yang disampaikan terasa lebih nyata dan mudah dipahami.

Ia berharap USU dapat lebih sering menyelenggarakan kuliah umum dengan menghadirkan narasumber yang kompeten, sehingga mahasiswa memperoleh lebih banyak wawasan dan pengalaman dari para praktisi maupun pemangku kebijakan.

“Saya berharap ke depannya kuliah umum seperti ini bisa lebih sering diadakan dengan menghadirkan narasumber yang kompeten seperti menteri, direktur, atau tokoh lain yang memiliki banyak pengalaman untuk dibagikan kepada mahasiswa,” ungkapnya.

Menutup kuliah umum, Yassierli mengajak mahasiswa membangun karakter adaptif dengan berani mencoba, tidak takut gagal, tangguh, serta terus belajar sepanjang hayat sebagai bekal menghadapi perubahan dunia kerja.

Redaktur: Rifatul Suaidah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.