Home Kabar Kampus Larangan Selebrasi Usai Sidang Tuai Sorotan Mahasiswa FKM USU
Kabar Kampus

Larangan Selebrasi Usai Sidang Tuai Sorotan Mahasiswa FKM USU

Share
Sumber: Fakultas Kesehatan Masyarakat

Reporter: Grace Angelia

Suara USU, Medan. Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) menyoroti kebijakan terbaru yang melarang selebrasi setelah sidang tugas akhir. Larangan tersebut membuat suasana kampus yang biasanya meriah dengan banner, balon, dan ungkapan sukacita mahasiswa tingkat akhir kini tampak sepi dan formal.

Kebijakan ini tertuang dalam surat pengumuman resmi dari dekanat FKM USU bernomor 2741/UN5.2.1.0/PK.03.02/2025, tertanggal 19 Juni 2025, dan ditandatangani oleh Dekan FKM, Prof. Dr. Dra. Ida Yustina, M.Si. Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa seluruh bentuk selebrasi pasca Seminar Proposal, Seminar Hasil, dan Sidang Tugas Akhir tidak diperkenankan di lingkungan fakultas. Pihak dekanat beralasan bahwa selebrasi dinilai tidak sesuai dengan nuansa akademik serta berpotensi mengganggu ketertiban, keamanan, dan kebersihan kampus.

Kebijakan ini segera menuai respons dari mahasiswa, terutama mereka yang sedang berada di tahap akhir masa studi. Salah satu mahasiswa tingkat akhir menyampaikan bahwa selebrasi yang selama ini dilakukan bersifat sederhana dan tidak mengganggu.

“Sebetulnya wajar kalau kami ingin merayakan secara sederhana. Namanya juga sudah selesai melewati pahit manisnya skripsi. Selebrasinya pun tidak berlebihan, hanya memasang banner di parkiran kampus, lalu digulung kembali. Tidak mengotori juga,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kebijakan serupa belum terlihat diterapkan di fakultas lain di lingkungan USU. “Setahu saya, hanya di FKM yang ada aturan seperti ini. Fakultas lain masih memperbolehkan selebrasi setelah sidang. Tapi ya, karena ini sudah jadi keputusan dekan, kami sebagai mahasiswa pun tidak bisa berbuat banyak,” sambungnya.

Larangan ini dinilai sejumlah mahasiswa sebagai bentuk pembatasan terhadap ekspresi yang selama ini menjadi bagian dari penutupan masa studi mereka. Meskipun diberlakukan untuk menjaga ketertiban, perubahan ini tetap menyisakan rasa kehilangan bagi mereka yang ingin merayakan pencapaian secara sederhana namun bermakna.

Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.