Home Kabar Kampus Wadai Ipau Kue Khas Banjarmasin dengan Julukan Lasagna Khas Banjar
Kabar Kampus

Wadai Ipau Kue Khas Banjarmasin dengan Julukan Lasagna Khas Banjar

Share
Sumber: cookpad.com

Oleh: Nadira Arfan

Suara USU, Medan. Untuk para pecinta kuliner, tentu saja makanan tradisional Italia lasagna bukan lagi sesuatu yang asing di telinga. Namun, tahukah kamu, ternyata Indonesia juga memiliki makanan tradisional yang mirip dengan lasagna. Wadai ipau adalah kue tradisional khas Banjarmasin yang sering disebut sebagai “Lasagna Khas Banjar”.

Adapun julukan ini muncul dari tampilan wadai ipau yang terdiri atas lapisan-lapisan tepung ditambah dengan daging di setiap lapisannya, bentuk yang menyerupai lasagna yang juga berlapis-lapis. Wadai ipau berisikan daging ayam yang dipotong kecil atau dicincang halus, ditemani oleh wortel, kentang, daun bawang, dan telur. Seluruh bahan ini ditumis dengan bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, dan bumbu lainnya hingga matang. Sedangkan lapisan ipau terbuat dari campuran adonan tepung dan telur yang dituangkan tipis-tipis seperti memasak kulit lumpia.

Tumpukan adonan tersebut kemudian dikukus dan disajikan dengan siraman campuran santan kental dan susu, dilengkapi juga dengan taburan bawang goreng dan seledri. Seluruh campuran ini menciptakan cita rasa gurih dengan sedikit rasa manis. Namun, terdapat juga varian ipau kering yang disajikan tanpa siraman kuah. Aroma khas yang menggugah selera juga menjadi daya tarik kue ini.

Tekstur lembut dan cita rasa yang dihasilkan ini dianggap unik sebab umumnya kuliner tradisional khas Banjar memiliki rasa manis legit. Cita rasa ini merupakan hasil perpaduan cita rasa Arab dan Melayu. Adapun asal-usul dari sajian tradisional ini adalah Kampung Arab, yaitu komunitas Arab yang menempati Kelurahan Antasan Kecil Barat, Banjarmasin Tengah.

Dilihat dari penamaannya, wadai ipau tidak bercirikan Banjar. Dikutip dari Perjalanan.id, nama “wadai” berasal dari bahasa Banjar yang berarti kue, sedangkan “ipau” diduga berasal dari nama orang yang membuat kue ini atau keluarga yang mempopulerkannya. Namun, terdapat dugaan lain yang mengasumsikan bahwa “ipau” merupakan penyimpangan dari bahasa Arab “Upuu” yang berarti “kerat” atau “iris”, seperti bentuk wadai ipau yang diiris berlapis-lapis.

Bulan Ramadan menjadi salah satu momen khas penyajian wadai ipau. Masyarakat Banjarmasin sering menjadikan kue ini sebagai pilihan takjil untuk berbuka puasa serta hidangan hari lebaran. Umumnya, para penjual wadai Ipau di bulan Ramadan menjual kue ini dalam bentuk loyang besar atau potongan kecil. Selain itu, wadai ipau juga sering disajikan dalam berbagai upacara adat.

Kue yang telah diakui sebagai kuliner khas Kalimantan Selatan ini juga telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Wali Kota Banjarmasin Nomor 811/2027. Selain itu, pada tahun 2017 juga diadakan Festival Kuliner Wadai Khas Banjar. Sebanyak 1.005 porsi wadai ipau disajikan pada rangkaian acara Parade 1000 Wadai Ipau.

Semua daya tarik kue ini membuatnya semakin populer, tidak hanya di Banjarmasin tapi juga sampai ke daerah lain di Kalimantan. Wadai ipau sering disajikan dalam kegiatan yang diselenggarakan pemerintah, bersandingan dengan kuliner khas Kalimantan lainnya seperti kue bingka dan kue kararaban.

Kue yang belum banyak dikenal di luar Kalimantan Selatan ini layaknya permata tersembunyi dalam dunia kuliner Indonesia. Wadai ipau tidak hanya sekadar kue, namun juga sebagai simbol budaya dan identitas daerah Banjarmasin. Warisan kuliner yang kaya akan makna budaya dan sejarah ini tentunya tidak dapat dilewatkan oleh siapa pun yang berkunjung ke Kalimantan. Namun, jika kamu ingin mencoba untuk membuatnya sendiri di rumah, kamu dapat menemukan berbagai resep wadai ipau pada laman kuliner terpercaya.

Redaktur: Alicia Reylina

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.