
Reporter: Ines Eliyana Br Ginting
Suara USU, Medan. Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) di kancah nasional. Dua mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) USU, Sadrakh Waruwu dan Clarence Angel Siahaan, berhasil meraih Juara II Kategori Pratama Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) Nasional 2025 yang diselenggarakan di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.
Sadrakh menjelaskan bahwa timnya merupakan hasil seleksi di tingkat kampus dan wilayah. “Kami mewakili USU setelah melalui seleksi internal dan kemudian lolos di tingkat LLDIKTI I yang mempertemukan kampus-kampus dari Sumatera Utara dan Aceh,” ujar Sadrakh. Dalam seleksi tersebut, keduanya meraih peringkat pertama dan kedua Best Speaker, sehingga berhak menjadi delegasi resmi USU.
Lebih lanjut, Sadrakh menuturkan bahwa Kategori Pratama diperuntukkan bagi pendebat yang baru memulai perjalanan di dunia debat nasional, bukan berdasarkan semester kuliah, melainkan pengalaman kompetitif. Dalam kompetisi tersebut, Sadrakh berperan sebagai pembicara pertama yang mengarahkan ide utama tim (case driver), sedangkan Clarence sebagai pembicara kedua yang berfokus pada sanggahan dan perbandingan argumen.
“Dalam satu ronde debat, waktu persiapan hanya 15 menit setelah mosi diumumkan. Jadi kami harus cepat berpikir, membangun argumen, dan membagi peran dengan efisien,” ungkapnya.
Perjalanan mereka menuju podium nasional tidak mudah. Tantangan terbesar datang dari tekanan waktu dan persaingan dengan tim-tim berpengalaman. “Di tingkat nasional, waktu efektif kami sering berkurang karena perpindahan antar-ruang. Kami harus bisa menyusun strategi dalam hitungan menit,” katanya.
Momen paling berkesan terjadi ketika mereka sempat pesimis tidak lolos ke babak eliminasi. “Kami sudah pasrah karena merasa nilai kami tidak cukup. Namun, dua ronde yang belum diumumkan ternyata membawa poin tinggi dan mengantarkan kami ke babak grand final,” tutur Sadrakh. Dari sanalah semangat mereka kembali menyala hingga berhasil meraih posisi kedua.
Menurut Sadrakh, keberhasilan tim USU tidak hanya bergantung pada kemampuan debat, tetapi juga pada mental dan dukungan komunitas debat kampus, UKM USOVA. “Support system itu penting. Kakak-kakak pelatih selalu mengingatkan kami untuk menikmati proses, bukan tertekan oleh hasil,” ujarnya.
Ke depan, Sadrakh dan Clarence berencana melanjutkan perjalanan debat mereka di ajang berikutnya. “Kami ingin terus berkembang bersama teman-teman di UKM USOVA, belajar, dan menjadi perwakilan USU dalam kompetisi selanjutnya,” ujarnya.
Sadrakh berpesan kepada mahasiswa USU agar tidak ragu mencoba. “Banyak yang takut ikut karena merasa belum cukup mampu. Padahal kemampuan itu bisa dibangun. Lebih baik mencoba dan tahu batas diri daripada hanya penasaran tapi tak pernah melangkah,” ujarnya.
Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom
Leave a comment