
Reporter: Joice Valentina Zega
Suara USU, Medan. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Sumatera Utara kembali menjadi perhatian publik setelah data resmi mencatat lonjakan signifikan pada Agustus hingga September 2025. Berdasarkan Surat Edaran Dinas Kesehatan Kota Medan Nomor 000/16572, yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Irliyan Saputra, Sp.OG, pada Senin (20/10/2025), tercatat 25.715 kasus ISPA pada Agustus 2025, dan meningkat menjadi 30.952 kasus pada September 2025.
Lonjakan kasus tersebut menimbulkan keprihatinan serius bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Menanggapi situasi ini, dr. Irliyan Saputra mengimbau berbagai pihak—mulai dari direktur rumah sakit, kepala UPTD puskesmas, pimpinan klinik, hingga masyarakat umum untuk tetap waspada dan memperkuat langkah pencegahan. Dinas Kesehatan menekankan pentingnya disiplin menjalankan protokol kesehatan, seperti memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dari orang yang sedang sakit, serta menghindari kebiasaan merokok di ruangan tertutup.
Selain itu, masyarakat diimbau agar segera mengenali dan melaporkan gejala ISPA seperti batuk, pilek, demam, nyeri tenggorokan, atau sesak napas. Deteksi dini diharapkan dapat mempercepat penanganan medis dan mencegah penyebaran lebih luas di lingkungan sekitar.
Dinas Kesehatan juga menegaskan pentingnya perlindungan bagi tenaga medis. Setiap tenaga kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar protokol agar terhindar dari risiko penularan. Tak hanya itu, menjaga daya tahan tubuh menjadi faktor penting dalam menghadapi peningkatan kasus. Masyarakat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta menghindari kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci. Penggunaan tisu atau sapu tangan saat bersin dan batuk, serta memperbanyak konsumsi air putih, juga disarankan untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan.
Surat edaran tersebut menegaskan bahwa seluruh imbauan harus menjadi tanggung jawab bersama. Dalam menghadapi situasi ini, warga diharapkan menjaga kebersihan diri dan lingkungan rumah, serta membatasi aktivitas di tempat ramai guna mengurangi risiko penularan. Peran aktif seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan agar penyebaran ISPA dapat dikendalikan secara efektif.
Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan angka kasus ISPA di Kota Medan dapat segera menurun dan kesehatan masyarakat tetap terjaga secara optimal.
Redaktur: Axfeba Saragih
Leave a comment