Home Kabar SUMUT BMKG Tetapkan Sumut Status Awas Hujan Ekstrem hingga 12 November
Kabar SUMUT

BMKG Tetapkan Sumut Status Awas Hujan Ekstrem hingga 12 November

Share

Reporter: Alyaa Husna Mashiroh

Suara USU, Medan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Sumatera Utara (Sumut) dalam kategori Awas terhadap potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem pada 9–12 November 2026. Peringatan tersebut tercantum dalam Prospek Cuaca Indonesia Sepekan periode 6–12 November 2026 yang dirilis BMKG pada 6 November 2026.

BMKG menjelaskan bahwa meskipun fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif masih berlangsung, dinamika atmosfer regional tetap memungkinkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin, serta pertemuan angin atau konvergensi. Faktor tersebut, disertai kelembapan udara yang tinggi dan kondisi atmosfer yang labil, dapat mendukung pembentukan awan hujan.

Selain prakiraan mingguan, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan melalui akun Instagram @infobmkgsumut juga merilis peringatan dini potensi hujan untuk Senin, 9 November 2026. Dalam peringatan tersebut, Mandailing Natal masuk kategori Siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara itu, 21 kabupaten/kota lainnya masuk kategori Waspada untuk potensi hujan sedang hingga lebat, yakni Asahan, Batu Bara, Dairi, Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Medan, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Langkat, Nias Selatan, Nias Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara. Pada peringatan harian tersebut, tidak terdapat wilayah dengan kategori Awas.

BBMKG Wilayah I Medan juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk enam wilayah, yaitu Mandailing Natal, Nias Selatan, Tapanuli Tengah, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, dan Padang Lawas. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, genangan, dan pohon tumbang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai petir dan angin kencang berlangsung. Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui laman resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg dan @infobmkgsumut.

Redaktur: Siti Farhatun Nafis Azhari

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.