Puisi

Sembuh

Share

Oleh: Anastasyia Dwi T Sitinjak

Hari-hari kulewati dengan tegar,

Meski terkadang luka tersembunyi di balik sabar.

Kusimpan segala kegelisahan dalam diam,

Seolah tak ada celah yang pernah menghantam.

Aku sering berkata bahwa semua baik-baik saja,

Meski tak selalu demikian kenyataannya.

Biarlah senyuman menjadi jawaban,

Ketika isi kepalaku dipenuhi kekhawatiran.

Sering kali aku menjadi tempat bercerita,

Mendengarkan keluh kesah dengan saksama.

Namun, ketika giliranku ingin didengarkan,

Entah bagaimana, terasa sulit untuk diungkapkan.

Ada lelah yang tidak pernah terlihat oleh mata,

Ada tangis yang kusembunyikan dalam diam.

Sampai pada akhirnya aku bertanya pada diriku,

Berapa lama harus berpura-pura kuat?

Kini, kubiarkan diriku beristirahat sejenak,

Tak lagi memaksa diri untuk selalu tampak kuat.

Kuterima segala lelah dan keluh yang pernah kusangkal,

Sebab tak mengapa sesekali rapuh sebelum kembali mengenal diri sendiri.

Perlahan, aku belajar untuk sembuh,

Menerima bahwa tak semua hal berjalan sesuai yang kutuju.

Sebab menjadi kuat bukan berarti tak boleh mengeluh,

Aku pun berhak lelah, menangis, dan kembali tumbuh.

Redaktur: Rifatul Suaidah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Articles

Nisan Bagi Pepohonan

Resah