Home Tulisan Kelompok 23 Edukasi Siswa Sekolah Dasar tentang Pentingnya Mencuci Tangan
Tulisan

Kelompok 23 Edukasi Siswa Sekolah Dasar tentang Pentingnya Mencuci Tangan

Share

Oleh: Kelompok 23 Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Suara USU, Medan. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Kelompok 23 mengusung tema Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “Tangan Bersih, Kuman Pergi: Membiasakan Cuci Tangan untuk Mewujudkan Lingkungan Sekolah yang Sehat.” Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri 060884 Medan pada Senin, 26 Oktober 2026. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) yang berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being). Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan pemahaman kepada siswa bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, salah satunya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Pentingnya edukasi mencuci tangan didasarkan pada kenyataan bahwa tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang mudah terpapar kuman dan kotoran dari lingkungan sekitar. Aktivitas seperti bermain, memegang benda, menggunakan fasilitas sekolah, dan makan dapat menyebabkan tangan terkontaminasi mikroorganisme yang berpotensi menimbulkan penyakit. Oleh karena itu, kebiasaan mencuci tangan perlu diterapkan secara rutin, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain, dan ketika tangan terlihat kotor.

Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2023), mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih mengalir selama 40–60 detik merupakan salah satu cara untuk membantu mencegah penyebaran penyakit. Selain itu, laporan WHO dan UNICEF (2024) menunjukkan bahwa sekitar satu dari tiga sekolah di dunia belum memiliki fasilitas kebersihan dasar berupa tempat mencuci tangan yang dilengkapi sabun dan air. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kebersihan tangan masih menjadi hal penting untuk diperhatikan, termasuk di lingkungan pendidikan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Kelompok 23 tidak hanya menyampaikan materi secara lisan, tetapi juga mengajak siswa mengikuti edukasi interaktif agar lebih mudah memahami materi yang diberikan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah demonstrasi menggunakan cocoa powder atau bubuk kakao sebagai ilustrasi kuman yang menempel pada tangan. Melalui demonstrasi tersebut, siswa diajak melihat bagaimana bubuk kakao dapat menempel dan berpindah ketika tangan menyentuh benda atau permukaan lainnya. Bubuk kakao digunakan sebagai alat peraga untuk menggambarkan perpindahan kuman, bukan sebagai bakteri yang sebenarnya.

Selain demonstrasi tersebut, siswa juga diajak melakukan praktik mencuci tangan secara langsung menggunakan sabun dan air mengalir. Praktik ini dilakukan sambil menyanyikan lagu cuci tangan agar siswa lebih mudah mengingat urutan gerakan mencuci tangan yang benar. Dengan suasana belajar yang menyenangkan, siswa dapat mengikuti setiap langkah mencuci tangan sekaligus memahami pentingnya membersihkan seluruh bagian tangan, mulai dari telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, ibu jari, hingga ujung jari dan kuku.

Pendekatan interaktif ini diharapkan dapat membuat siswa lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Penggunaan alat peraga dan lagu menjadi salah satu cara untuk menyampaikan informasi kesehatan dengan sederhana dan menarik. Dengan demikian, materi tidak hanya didengar, tetapi juga dipahami melalui pengalaman langsung. Siswa diharapkan dapat mengingat dan menerapkan kebiasaan mencuci tangan dalam aktivitas sehari-hari.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Melalui kegiatan edukasi di SD Negeri 060884 Medan, mahasiswa berharap siswa semakin memahami bahwa menjaga kebersihan tangan bukan hanya dilakukan ketika tangan terlihat kotor, tetapi merupakan kebiasaan penting yang perlu diterapkan setiap hari.

Melalui program “Tangan Bersih, Kuman Pergi”, Kelompok 23 berharap dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk membiasakan mencuci tangan dengan benar, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Kebiasaan sederhana ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk pola hidup sehat, mengurangi risiko penyebaran penyakit, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman. Upaya tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung terwujudnya SDGs poin ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Artikel ini merupakan publikasi proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kelompok 23 Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan dosen fasilitator Ibu Dra. Nurhayati Harahap, M. Hum.

Redaktur: Emia Timentha Tarigan

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.