Home Tulisan Mahasiswa USU Laksanakan Sosialisasi Pencegahan Verbal Bullying melalui Penguatan Karakter BINTANG
Tulisan

Mahasiswa USU Laksanakan Sosialisasi Pencegahan Verbal Bullying melalui Penguatan Karakter BINTANG

Share

Oleh: Kelompok Perundungan 81

Suara USU, Medan. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dari Kelompok Perundungan 81 menggelar sosialisasi bertema “Penguatan Karakter BINTANG Melalui Literasi Digital dan Komunikasi Positif untuk Mencegah Verbal Bullying” di kelas VIII K SMP Negeri 3 Medan, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) dan diikuti oleh 32 siswa.

Sosialisasi tersebut dibimbing oleh dosen fasilitator, Drs. Jekmen Sinulingga, M.Hum. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari ketua kelompok, Fahri Aditya Siregar, dan mentor, Angel Desrika Rahayu Hasibuan. Dalam sambutannya, ketua kelompok mengajak siswa menyadari bahwa kata-kata dapat membangun, tetapi juga bisa melukai. Sementara itu, mentor mengajak siswa untuk saling menghargai, bijak bermedia sosial, dan berani berkata “tidak” terhadap perundungan.

Dalam pemaparannya, tim menjelaskan pengertian perundungan beserta empat jenisnya, yaitu perundungan fisik, verbal, sosial, dan siber. Fokus materi diarahkan pada perundungan verbal, seperti julukan ejekan, penghinaan fisik (body shaming), ancaman lisan, penghinaan latar belakang, penyebaran rumor, dan sindiran. Meskipun tidak meninggalkan luka fisik, perilaku tersebut dapat berdampak pada kondisi psikologis, hubungan sosial, dan proses belajar korban.

Siswa juga diajak memahami faktor penyebab perundungan, mulai dari faktor internal, keluarga, teman, hingga lingkungan sekolah dan masyarakat. Selain itu, tim menjelaskan dampak perundungan terhadap korban, baik secara fisik, psikologis, akademis, maupun sosial.

Materi sosialisasi turut membahas pentingnya literasi digital agar siswa lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama ketika berkomunikasi dan menyampaikan pendapat di ruang digital. Komunikasi positif juga menjadi salah satu hal yang ditekankan. Siswa diajak membiasakan diri menggunakan bahasa yang baik, menghargai perbedaan, tidak merendahkan orang lain, serta lebih memperhatikan perasaan teman dalam berinteraksi.

Untuk memperdalam pemahaman, siswa diajak membahas studi kasus tentang seorang siswa bernama Andi yang diejek karena cara berbicara dan kondisi ekonomi keluarganya. Melalui kasus tersebut, siswa belajar mengenai pentingnya kepedulian dan keberanian mengambil peran sebagai upstander, yaitu seseorang yang berani bertindak untuk membantu korban, salah satunya dengan melaporkan kejadian kepada guru BK atau wali kelas.

Tim kemudian memperkenalkan pendidikan karakter melalui tiga tahap, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action. Selain itu, diperkenalkan pula lima nilai karakter BINTANG, yaitu integritas dan kejujuran, empati, kesantunan lisan, penghargaan atas perbedaan, serta pengendalian diri dan keberanian moral. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun lingkungan pertemanan yang lebih positif.

Suasana kelas berlangsung hangat dan interaktif. Para siswa antusias mengikuti kuis seputar materi yang telah disampaikan serta aktif berbagi pengalaman mengenai cara menyikapi perundungan.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan siswa, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Pencegahan perundungan verbal bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah, melainkan juga membutuhkan kesadaran setiap individu untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Ketua kelompok, Fahri Aditya Siregar, berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk berani menolak perundungan. “Kami ingin adik-adik tidak hanya paham, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Redaktur: Emia Timentha Tarigan

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.