Oleh: Kelompok 15 Kesetaraan Gender
Suara USU, Medan. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Kelompok 15 dengan topik Kesetaraan Gender menyelenggarakan proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) bertajuk “Bebas Berpikir dan Berperan: Menghapus Stereotip Gender di Lingkungan Sekolah” di SMPN 3 Medan pada Selasa (27/10/2026).
Kesetaraan gender masih menjadi isu yang perlu mendapat perhatian, termasuk di lingkungan sekolah. Anggapan mengenai hal-hal yang pantas dilakukan laki-laki dan perempuan sering kali dianggap wajar, padahal dapat membatasi siswa dalam memilih kegiatan, menyampaikan pendapat, maupun mengambil peran. Tanpa disadari, anggapan tersebut dapat membuat siswa ragu untuk mengembangkan minat dan kemampuannya. Sebagai tempat anak-anak tumbuh dan belajar, sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan sikap saling menghargai sejak dini.
Ketua Kelompok 15 Kesetaraan Gender, Nithya Anastasya Sinaga, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa SMPN 3 Medan mengenai kesetaraan gender. “Dengan begitu, stereotip gender di lingkungan sekolah diharapkan berkurang dan tercipta budaya sekolah yang inklusif, adil, serta memberi kebebasan bagi setiap siswa untuk berpikir dan berperan tanpa dibatasi gender,” ujarnya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 38 siswa yang merupakan anggota OSIS SMPN 3 Medan dan didampingi langsung oleh kepala sekolah. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Kelompok 15 Kesetaraan Gender dan Kepala Sekolah SMPN 3 Medan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai konsep kesetaraan gender dan stereotip gender beserta contohnya di lingkungan sekolah.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMPN 3 Medan, Drs. Bisri Batubara, M.M., menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para siswa. “Ada niat, ada keinginan, ada rasa ingin maju secara bersama-sama. Jangan lihat gendernya, jangan lihat jenis kelaminnya, semuanya punya hak yang sama,” tuturnya. Ia juga mendorong siswa agar terbiasa menyampaikan pendapat di depan umum karena kebiasaan tersebut dapat menjadi bekal untuk menjadi pemimpin kelak.
Agar suasana kegiatan lebih interaktif, panitia turut mengadakan permainan dan kuis. Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan serta aktif menyampaikan pendapat.
Melalui kegiatan ini, Kelompok 15 berharap para siswa SMPN 3 Medan semakin menyadari bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak, kesempatan, dan kemampuan yang sama untuk berpikir, berpendapat, dan berperan. Siswa juga diharapkan dapat saling menghargai serta tidak membatasi diri maupun orang lain karena anggapan tentang gender. Dengan demikian, lingkungan sekolah yang inklusif dan setara dapat terwujud, sementara nilai-nilai kesetaraan tersebut dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
Artikel ini merupakan hasil publikasi media massa yang disusun oleh Kelompok 15 Kesetaraan Gender Universitas Sumatera Utara sebagai bagian dari pelaksanaan Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK). Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Mentor Gracia Nabila Fathin dan Dosen Fasilitator Pdt. Irama Br Purba, S. Th., M.Si.
Redaktur: Emia Timentha Tarigan
Leave a comment