Home Kabar Kampus Mahasiswa Teknik USU Raih Dua Juara Nasional Lewat Poster Bertema Isu Sosial
Kabar Kampus

Mahasiswa Teknik USU Raih Dua Juara Nasional Lewat Poster Bertema Isu Sosial

Share

Reporter: Dhita Luna

Suara USU, Medan. Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik (FT), Universitas Sumatera Utara (USU), Indira Jauza, berhasil memborong dua juara pertama dalam kompetisi desain poster tingkat nasional. Ia meraih juara pertama Lomba Poster Nasional yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Klaten pada 26 September 2026 dan juara pertama Health Canvas 2.0 yang digelar oleh Bidang Jaringan Informasi dan Komunikasi BEM USU pada 10 Oktober 2026.

Dalam Lomba Poster Nasional, Indira mengangkat tema “Muda, Sehat, Berprestasi Tanpa Narkoba”. Ia memilih pendekatan visual yang tidak menggambarkan bahaya narkoba melalui ilustrasi yang menakutkan. Sebaliknya, ia menghadirkan karakter anak bergaya pahlawan super dengan tameng sebagai simbol perlindungan. Karya tersebut juga dilengkapi akronim “JUARA”, yaitu Jauhi Narkoba, Utamakan Hidup Sehat, Aktif Berkarya, Raih Prestasi, dan Asah Potensi Diri.

“Salah satu hal yang menjadi daya tarik utama poster ini adalah penggunaan akronim ‘JUARA’. Saya memilih kata tersebut karena ingin menyampaikan bahwa generasi muda yang sehat, mampu menjauhi narkoba, dan terus mengembangkan potensinya adalah generasi muda yang berprestasi,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam kompetisi Health Canvas 2.0 yang mengusung tema “OUTLOUD, Our Thoughts, Loud and Understood”, Indira mengangkat isu kesehatan mental melalui konsep mencintai diri sendiri (self-love). Posternya menampilkan ilustrasi seseorang yang sedang memeluk dirinya di depan cermin, disertai tulisan-tulisan penyemangat yang mengingatkan pentingnya menerima diri sendiri dan tidak selalu terbebani oleh ekspektasi orang lain.

“Saya ingin menyampaikan pesan bahwa kita perlu belajar menerima dan menghargai diri sendiri, termasuk segala kekurangan yang kita miliki. Tulisan-tulisan penyemangat yang terdapat di cermin juga menjadi pengingat bahwa kita tidak harus selalu memenuhi ekspektasi orang lain, karena setiap orang memiliki batas kemampuan dan prosesnya masing-masing,” jelasnya.

Ketertarikan Indira terhadap desain telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Meskipun kini menempuh pendidikan di bidang Teknik Sipil, ia merasa perkuliahannya turut mengasah kemampuan dalam menyusun konsep, berpikir logis, dan memperhatikan detail. Kemampuan tersebut turut mendukung proses kreatifnya dalam menghasilkan karya desain.

Dalam mengembangkan ide, Indira memanfaatkan berbagai platform digital untuk mencari inspirasi dan referensi desain. Ia mengaku senang mengamati karya desainer lain, terutama ketika memiliki waktu luang.

“Untuk menjaga konsistensi ide kreatif, sejujurnya saya senang melihat berbagai referensi desain poster dari platform seperti Pinterest, Instagram, dan TikTok, terutama ketika sedang memiliki waktu senggang. Di sana, banyak sekali karya menarik yang dibuat oleh desainer lain, baik dari segi pemilihan warna, tata letak, tipografi, maupun cara mereka menyampaikan pesan melalui visual,” tuturnya.

Meski demikian, Indira tidak sekadar meniru karya yang dijadikan referensi. Ia mengolah berbagai inspirasi tersebut menjadi konsep baru dengan ciri khas desainnya sendiri.

Di tengah kesibukan perkuliahan, Indira juga perlu membagi waktu antara menyelesaikan tugas akademik dan mengikuti perlombaan. Untuk mengatasinya, ia memprioritaskan tugas kuliah agar dapat diselesaikan dalam satu minggu. Setelah itu, waktu luang dimanfaatkan untuk mencari informasi kompetisi dengan mempertimbangkan tenggat waktu dan tingkat kesulitannya.

Dalam proses pembuatan poster, Indira mengaku menghadapi tantangan untuk menyederhanakan isu yang mendalam ke dalam bentuk visual tanpa menghilangkan pesan utamanya.

“Tantangan terbesarnya adalah bagaimana menerjemahkan isu yang cukup mendalam tersebut ke dalam sebuah poster yang sederhana, tetapi tetap mampu menyampaikan pesan dan membuat orang yang melihatnya ikut memahami serta merasakan maknanya. Saya ingin ketika seseorang melihat poster ini, mereka tidak hanya memahami pesan yang disampaikan, tetapi juga bisa merefleksikannya kepada diri sendiri,” jelasnya.

Melalui kedua karyanya, Indira memanfaatkan desain poster sebagai media untuk menyampaikan pesan sosial. Isu bahaya narkoba dan kesehatan mental yang diangkatnya menjadi pengingat bagi generasi muda untuk menjaga diri, mengembangkan potensi, serta belajar menerima dan menghargai diri sendiri.

Redaktur: Erni Yuli Simatupang

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.