Home Kabar Kampus Mahasiswa FEB USU Raih Juara Pertama Kompetisi Esai Internasional EFEST 2026
Kabar Kampus

Mahasiswa FEB USU Raih Juara Pertama Kompetisi Esai Internasional EFEST 2026

Share

Reporter: Deswina Listiani Matondang

Suara USU, Medan. Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sumatera Utara (USU), Riki Candra dan Dewi Zaskia, meraih juara pertama Essay Competition English Festival (EFEST) 2026 yang diselenggarakan oleh Economics Faculty English Club (EFEC), Universitas Riau (UNRI). Kompetisi yang berlangsung secara daring sejak Juli hingga September 2026 ini mengusung tema “English: Creating Global Opportunities Through the Era of Globalization” dan mengantarkan keduanya meraih posisi tertinggi melalui gagasan pengembangan ekosistem pendidikan untuk memperluas akses pelajar Indonesia terhadap kesempatan belajar dan bekerja di luar negeri.

Dalam kompetisi tersebut, Riki dan Dewi mengangkat persoalan akses pendidikan, khususnya kesempatan bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Keduanya mengusulkan sebuah ekosistem pendidikan terpadu dari hulu ke hilir yang dirancang untuk membantu pelajar memperoleh informasi dan dukungan dalam merencanakan pendidikan maupun pekerjaan di luar negeri.

Melalui gagasan tersebut, keduanya berharap pelajar Indonesia memiliki akses yang lebih terarah terhadap kesempatan pendidikan dan karier di tingkat internasional. Solusi yang ditawarkan juga mempertimbangkan kemungkinan penerapan serta kesesuaiannya dengan kondisi di Indonesia.

Riki mengungkapkan bahwa informasi mengenai kompetisi tersebut pertama kali diperolehnya dari rekan satu tim melalui unggahan di media sosial Instagram.

“Saya tertarik dengan lomba ini, di mana ini lomba internasional dan tema lombanya sangat cocok dengan minat dan pengetahuan hingga riset yang biasanya kami lakukan,” ungkap Riki.

Proses penyusunan esai berlangsung selama sekitar dua bulan. Riki menjelaskan bahwa persiapan diawali dengan mempelajari guidebook perlombaan, mengidentifikasi berbagai permasalahan di Indonesia, kemudian merumuskan gagasan baru yang dinilai realistis untuk menjawab persoalan tersebut. Keduanya juga melakukan uji coba terhadap gagasan yang dirancang untuk melihat kemungkinan penerapannya di Indonesia.

Dalam pengerjaannya, Riki bertanggung jawab menyusun isi esai dan mencari referensi pendukung. Sementara itu, Dewi berfokus pada penelusuran teknologi serta kemungkinan penerapannya di Indonesia. Pembagian tugas tersebut dilakukan agar gagasan yang dihasilkan memiliki landasan argumentasi sekaligus menawarkan solusi yang dapat diterapkan.

Selama proses persiapan, keduanya menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara perkuliahan dan pengembangan gagasan. Selain itu, menyatukan pendapat serta menyepakati ide dan konsep yang akan diangkat juga menjadi kendala tersendiri.

“Tantangan terbesarnya adalah membagi waktu antara dunia perkuliahan dan menjalankan ide inovasinya. Ditambah, kami juga harus sepakat terhadap ide dan konsep yang kami gagas dari awal sampai akhir,” jelas Riki.

Meski menghadapi sejumlah tantangan, usaha keduanya membuahkan hasil. Riki mengungkapkan kebahagiaannya setelah mengetahui bahwa mereka berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi tersebut.

“Pastinya perasaan kami sangat senang sekaligus bangga bisa kembali mendapatkan juara 1 internasional di Universitas Riau,” tutur Riki.

Riki menyampaikan bahwa dukungan keluarga dan teman-teman turut berperan dalam perjalanan mereka mengikuti kompetisi. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi keduanya untuk terus mengembangkan gagasan inovatif yang dapat berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Ia berpesan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi esai agar tidak ragu mencoba dan mengembangkan kemampuan diri.

“Pesan kami bagi teman-teman yang mau ikut terjun dalam dunia lomba, tetap rajin belajar dan selalu mengikuti dan peka terhadap permasalahan sekitar kita di Indonesia dan jangan takut mencoba lomba yang ada dan anggap kekalahan sebagai pembelajaran untuk ikut di lomba-lomba selanjutnya,” tutup Riki.

Redaktur: Erni Yuli Simatupang

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.