Oleh: Suci Rahmawati Siregar
Habis tertimbun oleh jilatan bara api,
Tak tersisa barang sebiji,
Berterbangan melintang bak abu,
Kau tampak menjelma di balik lembayung yang berseri.
Matilah engkau, mati!
Jangan engkau memijaki tanah ini.
Lihatlah tiang-tiang hijau ini,
Jauhilah anak cucu kami barang sekali.
Lihatlah ke bawah, pandangilah kami,
Kami yang hampir mati ditelan bumi.
Tuhan, ku bersimpuh pada-Mu, Tuhan.
Biarkan kami menerima embusan napas,
Barangkali netra kami masih bisa melihat.
Hari berganti hari, sengsara hidup ini,
Meratapi, menangisi, malang sungguh…
Kilatan merah terus menyambar,
Kabut tebal terus mengakar.
Jangan bunuh kami,
Jangan bunuh anak-anak kami.
Tuhan, tak kuasa aku menahan gejolak,
Aku hampir tak bernyawa di sini.
Biarkan aku menghirup udara,
Menunggu sejenak di bumi-Mu ini.
Redaktur: Rifatul Suaidah
Leave a comment