Home Puisi Gemuruh dari Tubuh yang Tua
Puisi

Gemuruh dari Tubuh yang Tua

Share

Oleh: Suci Rahmawati Siregar

Tubuh itu terus bergemuruh di segala penjuru,
tak henti-hentinya berteriak, menahan sesak.
Dagingnya tercabik, kulitnya semakin menipis,
tak terhitung banyaknya rasa sakit yang ia tanggung.

Tak ada kesadaran,
tak ada rasa kasihan.
Mereka lupa bahwa yang mereka rusak
adalah titipan Tuhan,
milik Tuhan.

Api menjalar di sekujur tubuhnya,
sementara guncangan datang berkali-kali,
meretakkan tulang-tulang yang selama ini menopangnya.
Air pun terus menghantam tubuhnya yang rapuh,
tak henti-hentinya menorehkan luka.

Pun tanah,
tak lagi mampu menahan beban.
Perlahan ia jatuh,
lalu runtuh,
membawanya serta.

Bukankah tubuh tua ini
adalah rumah yang telah Tuhan titipkan?
Lalu mengapa terus dilukai
hingga tak kuasa lagi ia bertahan?

Jika ini milik Tuhan,
mengapa engkau berlaku kejam?
Bagaimana bisa kau tak merasa kasihan,
padahal kita sama-sama
kepunyaan Tuhan?

Air mata mereka terus luruh,
larut
dalam setiap luka
yang tak henti-hentinya ditorehkan.

Redaktur: Lucy Kezia Simarmata

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Articles

Resah

Tumbuh Meski Rapuh