Home Entertaiment Merangkul Kegagalan Lewat Harmoni Tenang Sementara oleh Barasuara
EntertaimentMusik

Merangkul Kegagalan Lewat Harmoni Tenang Sementara oleh Barasuara

Share

Oleh: Dhita Luna

Suara USU, Medan. Barasuara kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk Sementara yang resmi dirilis pada 10 Juli 2026. Ditulis oleh Iga Massardi, lagu ini menjadi rilisan perdana Barasuara setelah album ketiga mereka, Jalaran Sadrah, yang dirilis pada 2024. Berbeda dari karakter musik Barasuara yang kerap hadir dengan energi eksplosif, Sementara menawarkan suasana yang lebih tenang untuk mengajak pendengarnya berdamai dengan kegagalan dan menerima kenyataan ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana.

Alunan musik Sementara terasa intim sejak bagian awal. Petikan gitar akustik yang repetitif menjadi fondasi utama, menciptakan suasana teduh tanpa kehilangan karakter Barasuara. Dentuman dan distorsi yang kerap hadir dalam karya mereka tidak menjadi pusat perhatian. Sebagai gantinya, harmonisasi vokal Iga Massardi, Asteriska, dan Puti Chitara mengisi ruang dengan warna vokal yang lembut dan saling melengkapi. Dengan tempo sedang dan aransemen sederhana, setiap elemen terdengar lebih jelas, membuat Sementara terasa seperti ruang untuk berhenti sejenak di tengah kegelisahan dan tuntutan kehidupan.

Ketenangan musikal tersebut berjalan beriringan dengan lirik yang membicarakan kegagalan dan harapan. Lagu ini tidak hadir dengan nasihat yang menggurui, tetapi mencoba memahami perasaan seseorang yang sedang berjuang mencapai sesuatu. Hal tersebut tergambar sejak bagian awal melalui penggalan lirik berikut.

Kau tahan tangismu hingga bergetar tubuhmu

Kau tanyakan kapan kau akan jadi pemenang

Di hidupmu sendiri, walau lelah kau berlari

Doamu di tiap malam tak kunjung beri jawaban

Lirik tersebut menggambarkan kegelisahan ketika seseorang merasa telah berusaha, tetapi hasil yang diharapkan belum juga datang. Pertanyaan tentang kapan menjadi “pemenang” terasa dekat dengan pengalaman banyak anak muda yang terus mengejar pencapaian di tengah tekanan ekspektasi. Ketika usaha terasa melelahkan dan doa seakan belum menemukan jawaban, Sementara tidak buru-buru memberikan solusi. Lagu ini justru memberikan ruang untuk mengakui bahwa lelah, kecewa, dan mempertanyakan jalan hidup sendiri merupakan bagian dari pengalaman manusia.

Memasuki bagian chorus, arah emosional lagu perlahan bergeser dari kegelisahan menuju proses penerimaan dan merelakan. 

Sementara relakan ini semua

Kita manusia

Perubahan dalam setiap putaran

Akan ada titik di mana kita rela menerima

Lirik ini menjadi titik penting yang menegaskan bahwa tidak semua hal harus dipaksakan untuk berjalan sesuai keinginan.Barasuara tidak sedang meminta pendengarnya berhenti berusaha, melainkan mengingatkan bahwa manusia memiliki batas terhadap hal-hal yang dapat dikendalikan.

Pesan tersebut kemudian semakin kuat pada bagian berikutnya. Lirik yang berulang mengenai waktu, jawaban, dan takdir membuat proses menerima terasa seperti sebuah mantra yang diucapkan perlahan. Pada bagian ini, pendengar seolah diajak memahami bahwa sesuatu yang belum terjadi bukan berarti tidak akan pernah terjadi.

Semua ditentukan waktunya

Kita rela menerima

Kan dijawab pada saatnya

Kita rela menerima

Sudah dituliskan takdirnya

Kita rela menerima

Penggalan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap hal memiliki waktunya sendiri. Ada harapan yang harus menunggu, ada keinginan yang mungkin tidak terwujud dalam bentuk yang kita bayangkan, dan ada jawaban yang baru datang setelah seseorang melewati proses yang panjang. Pengulangan gagasan tentang kerelaan menerima membuat lagu ini terasa semakin menenangkan karena tidak memaksa pendengar untuk segera melupakan rasa kecewa.

Bagi Iga Massardi, gagasan tersebut berangkat dari kenyataan bahwa manusia selalu memiliki rencana, keinginan, dan cita-cita. Namun, perjalanan hidup tidak selalu membawa seseorang menuju apa yang telah direncanakan. Kegagalan yang awalnya terasa seperti jalan buntu justru dapat membuka kemungkinan lain yang sebelumnya tidak pernah diketahui.

Karena itu, penerimaan dalam Sementara bukanlah bentuk menyerah. Ia merupakan kemampuan untuk mengakui bahwa ada hal-hal yang berada di luar kendali, sembari tetap berusaha menemukan jalan berikutnya. Merelakan bukan berarti berhenti berharap, tetapi memberikan ruang bagi diri sendiri untuk menerima kenyataan tanpa terus-menerus menyalahkan keadaan.

Makna tersebut terasa semakin relevan ketika lagu ini ditempatkan dalam fase kehidupan anak muda yang memasuki usia kepala dua. Masa yang sebelumnya dipenuhi canda tawa dan kehidupan tanpa banyak beban perlahan berganti dengan tuntutan untuk menentukan arah hidup, mengejar karier, membangun relasi, hingga memenuhi berbagai ekspektasi. Pada masa transisi tersebut, kegagalan sering kali terasa seperti bukti bahwa diri kita tertinggal dari orang lain.

Padahal, kehidupan tidak pernah benar-benar berjalan dalam satu jalur. Ada rencana yang harus diubah, impian yang mungkin mengambil bentuk berbeda, serta kehilangan yang pada akhirnya membawa seseorang menuju sesuatu yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Dalam situasi seperti itu, Sementara hadir layaknya suara yang menenangkan, tidak semua keterlambatan adalah kegagalan dan tidak semua kehilangan merupakan akhir perjalanan.

Pada akhirnya, Sementara menjadi salah satu sisi paling lembut dalam perjalanan musikal Barasuara. Lagu ini tidak berusaha menghapus kesedihan, melainkan menawarkan cara untuk memandangnya dengan lebih lapang. Bahwa hidup boleh melenceng dari rencana, kegagalan boleh terasa menyakitkan, dan manusia boleh mengambil waktu untuk berhenti.

Bagi siapa saja yang hari ini merasa pundaknya terlalu lelah memikul tumpukan ekspektasi, Sementara mungkin dapat menjadi teman yang tepat. Putarlah di sudut kamar yang sepi, tarik napas dalam-dalam, dan izinkan diri sendiri beristirahat. Sebab, tidak semua hal harus selesai hari ini. Barangkali, di balik sesuatu yang kita kira sebagai akhir, sedang menunggu jalan lain yang belum sempat kita kenali.

Redaktur: Erni Yuli Simatupang

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.