Home Puisi Tumbuh Meski Rapuh
Puisi

Tumbuh Meski Rapuh

Share

Oleh: Anastasyia Dwi T Sitinjak

Merawat jiwa, merakit mimpi

Begitu hari demi hari terlalui

Melewati jalan yang penuh liku

Meski langkahku kadang terhenti

Waktu terus menuntut untuk kembali melaju

Suara luka yang terus terbungkam

Air mata yang dipeluk dalam diam

Namun, mimpi tetap harus dipertahakan

Hingga harapan tak mengantung dalam bayang gagal

Karena jatuh bukanlah hukuman

Melainkan peta berbalut pengalaman

Kini, arti bertahan semakin nyata

Bukan jalan tanpa jurang dan cabang

Melainkan asa yang terus diikhtiarkan

Memaksa jiwa yang rapuh untuk terus menempuh

Perlahan, kupeluk ketidaksempurnaan yang melingkupi

Berdamai dengan masa lalu

Berjalan tegak dengan setiap bekas luka baru

Terima kasih kepada jiwa yang tetap kokoh berdiri

Di tengah badai yang mendesak runtuh

Melewati jalan berat penuh rintangan

Namun, tetap memilih untuk tumbuh.

Redaktur: Muhassanah Nasution

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.