Oleh: Anastasyia Dwi T Sitinjak
Merawat jiwa, merakit mimpi
Begitu hari demi hari terlalui
Melewati jalan yang penuh liku
Meski langkahku kadang terhenti
Waktu terus menuntut untuk kembali melaju
Suara luka yang terus terbungkam
Air mata yang dipeluk dalam diam
Namun, mimpi tetap harus dipertahakan
Hingga harapan tak mengantung dalam bayang gagal
Karena jatuh bukanlah hukuman
Melainkan peta berbalut pengalaman
Kini, arti bertahan semakin nyata
Bukan jalan tanpa jurang dan cabang
Melainkan asa yang terus diikhtiarkan
Memaksa jiwa yang rapuh untuk terus menempuh
Perlahan, kupeluk ketidaksempurnaan yang melingkupi
Berdamai dengan masa lalu
Berjalan tegak dengan setiap bekas luka baru
Terima kasih kepada jiwa yang tetap kokoh berdiri
Di tengah badai yang mendesak runtuh
Melewati jalan berat penuh rintangan
Namun, tetap memilih untuk tumbuh.
Redaktur: Muhassanah Nasution
Leave a comment