Home Sosok Berbisnis Mochi dan Borong Prestasi, Mengenal Sosok Inspiratif Muhammad Haikal Ananta 
Sosok

Berbisnis Mochi dan Borong Prestasi, Mengenal Sosok Inspiratif Muhammad Haikal Ananta 

Share

Oleh: Ruth Jelita Laia 

Suara USU, Medan. Di tengah padatnya jadwal perkuliahan, ada mahasiswa yang memilih untuk tidak membatasi dirinya pada aktivitas akademik semata. Mereka mengisi waktu dengan berbagai kegiatan, merintis usaha, mengikuti kompetisi, dan mencari peluang beasiswa sebagai bagian dari perjalanan mengembangkan diri. Muhammad Haikal Ananta atau akrab disapa Haikal adalah mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara yang menjadi salah satu mahasiswa yang memilih jalan tersebut.

Haikal merupakan mahasiswa jalur Seleksi Berbasis Prestasi Unggul Talenta (SBPU) Universitas Sumatera Utara (USU). Sejak Sekolah Menengah Atas (SMA), ia memilih merajut masa mudanya dengan memadukan pencapaian akademik, deretan prestasi nasional, aktivitas organisasi, serta semangat berwirausaha mandiri. Rekam jejak prestasinya dimulai dari SMA ketika Haikal memiliki ketertarikan pada literasi Al-Qur’an dan bidang keagamaan, Haikal secara konsisten menyabet penghargaan di cabang Syarhil Qur’an. Langkah itu terus berlanjut hingga tingkat mahasiswa, di mana ia berhasil meraih Juara 1 Lomba Esai Anti Narkoba Badan Narkotika Nasional Sumatera Utara (BNN Sumut) 2024, Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Anti Narkoba BNN Sumut 2024, Mahasiswa Berprestasi Tingkat Provinsi 2024, hingga Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an Psyco Syar’i Tingkat Nasional 2026.

Tak hanya bidang keagamaan dan akademik, Haikal juga membuktikan bahwa ia memiliki kapasitas non-akademik di bidang seni dengan meraih Juara 2 Tari Komando Tingkat Provinsi pada Hari Ulang Tahun (HUT) Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumatera Utara 2026. Berkat dedikasi dan konsistensinya tersebut, Haikal dipercaya menerima berbagai program beasiswa bergengsi, mulai dari Beasiswa Talenta Seleksi Berbasis Prestasi Unggul Universitas Sumatera Utara 2024, Beasiswa PT Pegadaian 2025, hingga Beasiswa PTPN 4 2026.

Di luar panggung kompetisi dan ruang kuliah, Haikal dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan pekerja keras. Untuk melatih kemandirian serta kemampuan berwirausaha, ia memiliki bisnis jualan mochi di sekitar area kampus Universitas Sumatera Utara. Baginya, jualan tidak hanya tentang mencari uang tetapi banyak pembelajaran yang ia dapatkan. “Bagi saya adalah ketika menyadari bahwa berjualan mochi bukan hanya tentang menjual produk dan mendapatkan uang, tetapi juga tentang bertemu banyak orang dan belajar memahami berbagai karakter manusia,” ungkapnya.

Menjalani banyak peran sekaligus tentu bukan perkara mudah. “Tantangan terbesar saya sebenarnya adalah membagi waktu dan menjaga konsistensi. Saya punya tanggung jawab sebagai mahasiswa, aktif dalam organisasi, dan juga menjalankan usaha mochi,” terangnya.

Tak dipungkiri bahwa ada rasa lelah baik secara fisik maupun pikiran, tetapi Haikal merasa banyak belajar dari hal tersebut. “Namun dari hal tersebut saya belajar bahwa kita nggak harus selalu menunggu punya banyak waktu luang untuk berkembang. Yang penting, bagaimana kita memanfaatkan waktu yang ada dan tetap berusaha menjalani setiap tanggung jawab dengan baik,” pungkasnya.

Dalam menjalani kehidupannya, Haikal memiliki filosofi hidup yang sederhana. Ia memegang teguh prinsip untuk terus mencoba tanpa perlu bersikap terlalu keras pada diri sendiri. “Kalau gagal hari ini mungkin besok bisa dicoba lagi, atau mungkin ada jalan lain. Jadi kalau gagal di satu tempat, bukan berarti semuanya selesai. Mungkin memang jalannya bukan di situ dan masih ada jalan lain yang bisa dicoba,” tuturnya.

Menatap masa depan, Haikal bertekad untuk terus mengeksplorasi berbagai peluang baru, memperluas skala usaha mochinya agar kelak dapat membuka lapangan pekerjaan, serta terus berkarya. Bagi Haikal, puncak dari sebuah pencapaian bukanlah seberapa banyak piala yang dipajang di lemari, melainkan seberapa besar kebermanfaatan yang bisa ia bagikan kepada keluarga, kawan-kawan, hingga masyarakat luas.

Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.