Home Sosok Shabrina Farrah Adhisa, Mahasiswi Matematika USU yang Merangkai Prestasi lewat Desain Visual 
Sosok

Shabrina Farrah Adhisa, Mahasiswi Matematika USU yang Merangkai Prestasi lewat Desain Visual 

Share

Oleh: Nur Padilah Ramadani

Suara USU, Medan. Shabrina Farrah Adhisa merupakan mahasiswi Program Studi S-1 Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara (FMIPA USU) angkatan 2022. Di tengah kesibukannya bergelut dengan ilmu eksakta, ia berhasil mengukir beragam prestasi di bidang desain visual, poster, dan konten digital. Perjalanan kreatifnya tidak langsung dimulai dengan karya yang sempurna atau kemenangan yang mudah. Langkah awal Shabrina justru diwarnai keterbatasan pengalaman dan serangkaian kegagalan. Melalui kemauan untuk terus belajar, ia perlahan mengembangkan kemampuannya hingga mampu bersaing di tingkat kompetisi.

Ketertarikan Shabrina pada bidang desain mulai tumbuh pada 2023 saat ia aktif di himpunan mahasiswa jurusannya. Ketika itu, ia bergabung dalam Divisi Publikasi dan Dekorasi (Pubdek) serta memperoleh tugas membuat selebaran dan spanduk untuk kegiatan donor darah. Hasil desain pertamanya memang masih sangat sederhana, tetapi pengalaman tersebut menumbuhkan rasa ingin tahu yang besar. Ia ingin mempelajari cara menghasilkan karya visual yang tidak hanya menarik, tetapi juga komunikatif. Shabrina kemudian memutuskan untuk mendalami ilmu desain secara mandiri selama kurang lebih satu tahun sebelum memberanikan diri mengikuti perlombaan.

Pada 2024, Shabrina mulai aktif mengirimkan karyanya ke berbagai kompetisi poster dan infografis. Namun, perjalanan tersebut ternyata tidak berjalan mudah. Ia harus menghadapi puluhan kegagalan sebelum akhirnya memperoleh kemenangan pertama. Pengalaman kalah yang berulang sempat membuatnya meragukan kemampuan diri sendiri dan mempertanyakan kekurangan dalam karyanya. Walaupun demikian, ia memilih menjadikan setiap hasil perlombaan sebagai bahan evaluasi, bukan alasan untuk berhenti mencoba.

Titik balik perjuangannya hadir pada Oktober 2024 melalui Sehati Infographic Competition yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS). Bersama Nur Afni dari jurusan yang sama dan M. Ghozi Muzakki dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Shabrina berhasil meraih Juara 1. Kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting karena berhasil mengakhiri rangkaian kegagalan yang ia alami sebelumnya. Pada bulan yang sama, tim mereka kembali mengikuti kompetisi infografis SPENDESC di Politeknik Negeri Jember dan berhasil meraih Juara 1. Dua kemenangan itu memperkuat keyakinan Shabrina bahwa kemampuan dapat berkembang melalui latihan dan konsistensi.

Prestasinya berlanjut pada Agustus 2025 ketika Shabrina mendapat arahan dari program studi untuk mewakili fakultas. Ia diutus mengikuti Lomba Konten Digital Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Universitas Sumatera Utara (PPID USU). Bersama Marta Harani, Felika Shalom, dan Yarman Tonius, ia berhasil meraih Juara 3. Pada awal 2026, Shabrina kembali mengikuti kompetisi infografis RAGAM Fest bersama Chairunnisa Selviani dan Riki Candra. Meski bekerja dengan rekan yang sebelumnya belum terlalu dikenal, tim tersebut mampu membangun kerja sama yang baik hingga meraih Juara 1.

Pengalaman berikutnya datang saat ia mengikuti Lomba Poster Karya Salemba Empat Universitas Sumatera Utara (KSE USU). Tantangan terasa lebih besar ketika tim mereka dinyatakan lolos sebagai finalis dan harus mempresentasikan karya di hadapan dewan juri. Shabrina mengakui bahwa berbicara di depan umum bukanlah hal yang mudah baginya. Rasa gugup dan persaingan dengan peserta lain sempat menimbulkan keraguan. Namun, ia berlatih dengan sungguh-sungguh bersama tim hingga akhirnya berhasil meraih Juara 2. Pengalaman itu mengajarkannya bahwa kompetisi bukan hanya menguji kreativitas, melainkan juga keberanian menghadapi kelemahan diri.

Dalam mempersiapkan karya, Shabrina dan timnya terbiasa mencari informasi perlombaan melalui media sosial, terutama Instagram. Setelah menentukan kompetisi yang sesuai, mereka berdiskusi secara daring untuk memahami tema, merumuskan gagasan, menyusun latar belakang masalah, dan menetapkan informasi utama yang perlu disampaikan. Tugas kemudian dibagi berdasarkan kebutuhan, mulai dari pembuatan desain, pengembangan konsep visual, hingga penyusunan materi dan pencarian referensi tepercaya. Sebelum karya dikirimkan, seluruh anggota memeriksa kembali isi dan desain agar pesan yang disampaikan tetap jelas serta sesuai dengan ketentuan lomba.

Shabrina mengakui bahwa menemukan gagasan visual yang berbeda dari peserta lain merupakan salah satu tantangan terbesarnya. Ia kerap mencari inspirasi melalui Pinterest dan Instagram, lalu menyesuaikannya dengan kebutuhan karya tanpa mengabaikan aspek orisinalitas. Rasa tidak percaya diri ketika melihat karya peserta lain juga terkadang muncul. Untuk mengatasinya, ia berusaha mengingat bahwa tugas tim adalah memberikan usaha terbaik sesuai kemampuan saat itu. Setelah karya dikumpulkan, hasil akhir berada di luar kendali mereka.

Bagi Shabrina, prestasi tidak selalu berawal dari keunggulan alami, tetapi dapat tumbuh dari kemauan untuk memperbaiki diri. Ia berpesan kepada mahasiswa yang ingin mencoba kompetisi agar tidak membiarkan rasa takut gagal menghalangi langkah pertama. Kegagalan merupakan bagian wajar dari proses belajar, sedangkan kerja sama yang suportif dapat membantu seseorang berkembang. Perjalanan Shabrina menunjukkan bahwa kemenangan tidak datang secara instan. Konsistensi, keterbukaan terhadap evaluasi, dan keberanian keluar dari zona nyaman menjadi bekal penting untuk terus bertumbuh dan meraih kesempatan berikutnya.

Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.