Home Tulisan Kelompok 79 MKWK USU Ajak Pelajar MAN 2 Model Medan Hentikan Perundungan
Tulisan

Kelompok 79 MKWK USU Ajak Pelajar MAN 2 Model Medan Hentikan Perundungan

Share

Oleh: Kelompok 79 Perundungan MKWK

Suara USU, Medan. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam Kelompok 79 MKWK Perundungan melaksanakan kegiatan edukasi bertajuk “Edukasi Peran Bystander dalam Menghentikan Perundungan melalui Sosialisasi dan Media Kreatif bagi Pelajar MAN 2 Model Medan” pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di MAN 2 Model Medan ini diikuti oleh 29 siswa kelas XI. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai peran bystander atau saksi dalam peristiwa perundungan serta mendorong keberanian mereka untuk mengambil tindakan yang tepat ketika menyaksikan tindakan tersebut.

Perundungan masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian di lingkungan sekolah. Dalam situasi tersebut, perhatian tidak hanya tertuju kepada pelaku dan korban, tetapi juga kepada orang-orang yang menyaksikan kejadian atau disebut sebagai bystander. Keberadaan saksi sebenarnya memiliki peran penting dalam membantu menghentikan perundungan. Namun, tidak sedikit orang yang memilih diam karena merasa takut, ragu, atau menganggap orang lain akan mengambil tindakan. Kondisi ini dikenal sebagai bystander effect, yaitu keadaan ketika seseorang cenderung tidak memberikan bantuan karena merasa orang lain juga dapat melakukannya. Melalui kegiatan ini, Kelompok 79 berupaya memberikan pemahaman bahwa setiap siswa memiliki peran dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara interaktif dengan melibatkan 19 anggota Kelompok 79, empat orang di antaranya bertugas sebagai pemapar materi. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC), kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai perundungan, pengertian bystander, serta pentingnya peran saksi dalam menghentikan tindakan tersebut. Untuk membangun interaksi dengan peserta, pemateri turut memberikan pertanyaan di sela-sela penyampaian materi. Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan kuis menggunakan platform Kahoot yang terdiri atas 10 soal untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan.

Ketua Kelompok 79, Muhammad Tirta Almadani Pangat, menyampaikan bahwa keberanian seseorang untuk mengambil tindakan dapat menjadi awal bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Dalam penyampaian materi, ia menegaskan pesan, “Cukup satu orang yang mau bergerak untuk membuat orang lainnya ikut bergerak.” Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa upaya menghentikan perundungan tidak harus selalu dimulai oleh banyak orang sekaligus. Keberanian satu orang untuk tidak memilih diam, memberikan bantuan kepada korban, atau mengambil langkah yang tepat dapat mendorong orang lain untuk ikut peduli dan melakukan hal serupa. Dengan demikian, setiap siswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton ketika menyaksikan perundungan, tetapi juga mampu mengambil peran dalam menghentikannya.

Hasil kegiatan menunjukkan respons positif dari para siswa. Berdasarkan rekapitulasi kuis Kahoot yang terdiri atas 10 soal, tingkat ketepatan jawaban siswa mencapai 90 persen. Hasil tersebut mencerminkan antusiasme dan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Sebagian kecil jawaban yang belum tepat menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi siswa untuk terus belajar. Selain melalui kuis, peningkatan pemahaman juga terlihat dari keterlibatan aktif siswa yang mulai mengenali istilah serta peran bystander. Beberapa siswa bahkan menyadari bahwa mereka pernah berada dalam situasi sebagai saksi perundungan. Melalui sosialisasi ini, mereka memperoleh pemahaman mengenai langkah konkret yang tepat dan aman untuk dilakukan.

Melalui kegiatan ini, Kelompok 79 berharap materi yang telah disampaikan tidak hanya menjadi pengetahuan sesaat, tetapi juga dapat diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Para siswa diharapkan semakin peka terhadap tindakan perundungan, berani membantu teman yang menjadi korban, serta mengetahui cara mengambil tindakan yang aman dan tepat ketika menyaksikan kejadian tersebut. Kelompok 79 juga berharap sosialisasi ini dapat menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan kepedulian antarsiswa sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan saling menghargai.

Artikel ini merupakan publikasi media massa dari Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kelompok Perundungan 79 Universitas Sumatera Utara. Kegiatan ini dibimbing oleh Mentor Jesika Anggi Br. Bancin dengan Dosen Fasilitator Dra. Sahlia, M.Ag.

Redaktur: Emia Timentha Tarigan

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.