Home Kabar Kampus Mahasiswa FH USU Raih Juara 2 Lomba Nasional Kemenkeu 2026
Kabar Kampus

Mahasiswa FH USU Raih Juara 2 Lomba Nasional Kemenkeu 2026

Share

Reporter: Ruth Jelita Laia

Suara USU, Medan. Tim SDErrr yang merupakan delegasi Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) berhasil meraih Juara 2 sekaligus penghargaan Most Outstanding dalam ajang Lomba Peran APBN dan APBD Bangun Daerah 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI). Kompetisi berskala nasional yang mengusung tema “Innovate your region, elevate your nation” ini menggelar babak final dan penyerahan hadiah secara langsung di Aula Nagara Dana Rakca, Gedung Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu RI, Jakarta, pada 20-22 Oktober 2026. Di bawah bimbingan dosen pendamping Yusrin, S.H., M.H., delegasi yang terdiri atas Salsabila Usmalufthi Diniya, Daniel Tonar Simarmata, dan Excel Rismansyah Sembiring tersebut berhasil bersaing secara positif dengan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Perjalanan Tim SDErrr menuju tangga juara diraih melalui proses seleksi yang panjang dan ketat sejak Juli hingga Oktober 2026. Kompetisi ini diikuti oleh total 1.352 tim atau 4.056 peserta. Khusus pada kategori mahasiswa, ajang ini diikuti oleh 210 tim yang harus melewati tahapan seleksi berjenjang. Sebanyak 201 tim berhasil melaju ke tahap penyisihan yang dikerjakan secara daring melalui Kemenkeu Learning Center (KLC), sebelum disaring menjadi 79 tim pada tahap semifinal melalui penilaian policy brief. Seleksi kemudian berlanjut ke tahap mini interview yang diikuti 17 tim terpilih, hingga akhirnya ditetapkan 6 tim finalis yang bertanding memperebutkan gelar juara di Jakarta.

Tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah bersanding dengan peserta lain yang memang berlatar belakang ilmu ekonomi dan keuangan negara, seperti mahasiswa PKN STAN. Namun, Tim SDErrr menyikapinya dengan menjadikan cara berpikir hukum sebagai keunggulan utama, seperti menelusuri dasar hukum, memeriksa kewenangan, serta disiplin menggunakan istilah resmi temuan BPK. Dalam policy brief yang disusun, mereka menyoroti permasalahan tata kelola anggaran di Kabupaten Langkat tahun 2025, di mana pendapatan daerah melampaui target tetapi serapan DAK Fisik anjlok ke 31,34% dan menyebabkan 247 SD belum memiliki perpustakaan.

Salsabila Usmalufthi Diniya selaku ketua delegasi menceritakan bahwa keikutsertaan mereka berawal dari keberanian untuk mencoba meski sempat menduga seluruh rangkaian acara akan berlangsung daring. “Kombinasi ini membuat kami yakin bahwa tim dari Fakultas Hukum pun mampu membaca APBD, bukan hanya membaca undang-undang,” tegasnya. Bagi mereka, faktor penentu kemenangan terletak pada integritas data yang dipadukan dengan ketepatan membaca kewenangan, hasil observasi lapangan, serta kekompakan dan pembagian peran dalam tim. Keberhasilan ini juga memberikan pengalaman berharga karena mereka berkesempatan mengikuti office tour dan Fiscal Youth Gathering bersama Menteri Keuangan RI.

Prestasi ini menjadi kesan mendalam sekaligus bukti bahwa hasil yang baik ditentukan oleh tata kelola dan kerja sama yang matang. Dari kompetisi ini, para anggota tim memetik banyak pelajaran mengenai komunikasi, kerja sama, dan kedewasaan dalam mengelola perbedaan pendapat. Salsa berharap keberanian kecil yang diambil oleh Tim SDErrr dapat menjadi pemantik bagi mahasiswa lainnya untuk tidak ragu melangkah dan tampil bersaing di tingkat nasional. “Kesempatan besar sering datang dari keberanian kecil,” tutupnya.

Redaktur: Rifatul Suaidah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.