Reporter: Raka Rafzan Rasyid
Suara USU, Medan. Tim PDD Sejati Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil meraih Juara 2 Business Plan Competition tingkat nasional dalam ajang Incredible Research and National Competition (INSTINCT) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Riau, Pekanbaru, pada 1–3 Oktober 2026. Prestasi tersebut diraih melalui gagasan bisnis bertajuk SISAKU: Smart Resource Exchange Platform untuk Optimalisasi Sisa Produksi UMKM Berbasis Ekonomi Sirkular Berkelanjutan melalui Kolaborasi Generasi Muda Indonesia.
Tim yang diketuai Arya Dwi Ardhana Wibowo dengan anggota Sadina Umeko dan Cahaya Nahura tersebut dibimbing oleh Saddam Husein Nasution, M.Si. Melalui SISAKU, mereka mengusulkan model bisnis yang memanfaatkan sisa produksi UMKM agar dapat digunakan kembali dan memiliki nilai ekonomi.
Rangkaian kompetisi dimulai dari pendaftaran dan pengumpulan abstrak, dilanjutkan dengan pengumuman hasil seleksi abstrak. Peserta yang dinyatakan lolos kemudian mengikuti tahap pengumpulan proposal lengkap hingga akhirnya diumumkan sebagai finalis.
Arya, selaku ketua tim, menjelaskan bahwa gagasan SISAKU berangkat dari perhatian tim terhadap permasalahan sisa produksi yang masih dihadapi oleh pelaku UMKM. Tidak semua bahan atau hasil produksi dapat dimanfaatkan secara maksimal, padahal sebagian di antaranya masih berpotensi digunakan kembali atau diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
“Dalam kompetisi ini, kami mengusulkan inovasi bernama SISAKU, yaitu platform digital yang dirancang untuk menghubungkan pelaku UMKM yang memiliki sisa produksi dengan pihak lain yang berpotensi memanfaatkannya kembali. Kami ingin menghadirkan model bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mendorong efisiensi sumber daya dan mengurangi limbah produksi,” jelas Arya.
Menurut tim, persoalan limbah dan efisiensi sumber daya tidak hanya menjadi tantangan lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang bisnis. Melalui SISAKU, sisa produksi yang sebelumnya kurang termanfaatkan diharapkan dapat menjadi sumber daya baru sekaligus memberikan peluang pendapatan tambahan bagi pelaku UMKM.
Dalam mengembangkan gagasan tersebut, tim menghadapi tantangan untuk merancang inovasi yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki model bisnis yang realistis dan berkelanjutan. Mereka perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari permasalahan yang ingin diselesaikan, target pengguna, strategi pemasaran, hingga potensi keberlanjutan bisnis.
“Salah satu tantangan terbesar kami adalah mengembangkan ide yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki model bisnis yang realistis, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan pasar. Kami harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari target pengguna hingga strategi pemasaran,” ungkap Arya.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim melakukan diskusi secara intensif, mempelajari berbagai referensi, serta berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Pembagian tugas dan pertukaran gagasan juga dilakukan agar setiap aspek dalam perencanaan bisnis dapat dikembangkan secara terarah.
“Bagi kami, komunikasi dan kerja sama tim menjadi faktor yang sangat penting. Melalui diskusi dan pembagian tugas yang tepat, kami dapat saling bertukar pandangan serta menyempurnakan gagasan SISAKU agar lebih matang,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Arya menjelaskan bahwa SISAKU dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam mengoptimalkan sisa produksi yang masih memiliki nilai guna. Platform tersebut juga diharapkan dapat mempertemukan pelaku UMKM dengan pihak yang membutuhkan bahan produksi alternatif.
“Kami berharap SISAKU dapat membantu pelaku UMKM menemukan pihak yang membutuhkan sisa produksi mereka sehingga bahan yang berpotensi terbuang dapat dimanfaatkan kembali dan menjadi sumber pendapatan tambahan. Selain itu, kami ingin membangun ekosistem bisnis yang lebih produktif dan berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak,” tuturnya.
Pencapaian tersebut menjadi pengalaman sekaligus motivasi bagi Tim PDD Sejati untuk terus mengembangkan gagasan bisnis yang inovatif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Mereka berharap SISAKU dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga tidak hanya menjadi konsep kompetisi, tetapi juga berpeluang diterapkan dalam mendukung kegiatan usaha UMKM.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment