Home Entertaiment Mengenal Benteng Marlborough, Warisan Kolonial Inggris di Bengkulu 
EntertaimentTempat

Mengenal Benteng Marlborough, Warisan Kolonial Inggris di Bengkulu 

Share

Oleh: Nazwa Aisyara 

Suara USU, Medan. Di tengah Kota Bengkulu, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang masih kokoh meskipun telah melewati berbagai pergantian zaman. Dinding tebal, gerbang besar, dan meriam tua menjadi bagian dari bangunan yang dahulu digunakan sebagai pusat pertahanan Inggris. Bangunan tersebut adalah Benteng Marlborough, salah satu peninggalan kolonial Inggris yang kini menjadi destinasi wisata sejarah di Bengkulu. 

Benteng Marlborough terletak di Jalan Benteng, Kelurahan Kebun Keling, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Pembangunannya dimulai pada 1714 oleh East India Company (EIC), perusahaan dagang Inggris, dan selesai pada 1719 di bawah kepemimpinan Gubernur Joseph Collett. Nama Marlborough diambil dari John Churchill, Duke of Marlborough, seorang tokoh militer Inggris. Pada masa itu, benteng ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pertahanan, tetapi juga menjadi bagian penting dari aktivitas perdagangan Inggris di Bengkulu, terutama komoditas lada. 

Salah satu keunikan Benteng Marlborough terletak pada bentuk arsitekturnya. Jika dilihat dari atas melalui peta atau citra udara, keseluruhan bangunan benteng tampak menyerupai kura-kura. Bagian depan menyerupai kepala, bangunan utama membentuk badan, sedangkan keempat sudutnya menyerupai kaki. Jembatan menuju pintu masuk bahkan terlihat seperti leher kura-kura. Bentuk tersebut menjadi ciri khas arsitektur benteng sekaligus memperlihatkan susunan bangunannya sebagai kompleks pertahanan. 

Saat memasuki kawasan benteng, pengunjung akan melewati jembatan yang menghubungkan area luar dengan gerbang utama. Di sekeliling bangunan terdapat parit yang dahulu berfungsi sebagai bagian dari sistem pertahanan untuk menghambat serangan musuh. Dinding benteng yang tebal juga menunjukkan bahwa bangunan ini dirancang untuk menghadapi berbagai ancaman pada masa kolonial. Selain itu, sejumlah meriam tua masih dapat ditemukan sebagai peninggalan sistem pertahanan Inggris. 

Bagian dalam benteng terdiri atas sejumlah ruangan dengan fungsi yang berbeda. Beberapa di antaranya dahulu digunakan sebagai kantor, gudang persenjataan, tempat penyimpanan perlengkapan, hingga ruang tahanan. Pengunjung juga dapat menemukan peninggalan berupa makam dan prasasti yang berkaitan dengan keberadaan orang-orang Inggris di Bengkulu. Berbagai bagian bangunan tersebut menggambarkan aktivitas pemerintahan, perdagangan, dan kehidupan pada masa kolonial. 

Seiring berjalannya waktu, fungsi Benteng Marlborough mengalami perubahan. Setelah Inggris menyerahkan Bengkulu kepada Belanda melalui Traktat London pada 1824, benteng ini tidak lagi menjadi pusat kekuasaan Inggris. Bangunannya kemudian dimanfaatkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan mengalami beberapa perubahan fungsi hingga masa setelah kemerdekaan Indonesia. Perjalanan tersebut menjadikan Benteng Marlborough sebagai salah satu saksi pergantian kekuasaan dan perkembangan sejarah Bengkulu. 

Selain nilai sejarah dan arsitekturnya, lokasi Benteng Marlborough juga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Letaknya yang berdekatan dengan Pantai Tapak Paderi memungkinkan pengunjung menikmati wisata sejarah sekaligus suasana kawasan pesisir. Dari area benteng, pengunjung dapat melihat lingkungan sekitar yang tidak jauh dari garis pantai. Perpaduan bangunan bersejarah dan pemandangan pesisir memberikan pengalaman tersendiri bagi wisatawan. 

Benteng Marlborough telah ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat nasional melalui Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor KM.10/PW.007/MKP/2004. Penetapan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap nilai sejarah bangunan yang telah berdiri selama berabad-abad. Keberadaannya juga menjadi pengingat bahwa peninggalan masa kolonial merupakan bagian dari perjalanan sejarah dan perkembangan suatu daerah. 

Mengunjungi Benteng Marlborough bukan sekadar melihat bangunan tua atau mencari tempat untuk berfoto. Di balik bentuknya yang menyerupai kura-kura dan dindingnya yang masih kokoh, tersimpan cerita panjang mengenai perdagangan, pertahanan, dan pergantian kekuasaan di Bengkulu. Benteng ini menjadi salah satu destinasi yang memungkinkan pengunjung mengenal sejarah melalui peninggalan yang masih dapat disaksikan secara langsung. 

Redaktur: Erni Yuli Simatupang 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.