Home Kabar Kampus Tim Besi Medan USU Raih Juara 3 Essay Competition INSTINCT 2026
Kabar Kampus

Tim Besi Medan USU Raih Juara 3 Essay Competition INSTINCT 2026

Share

Reporter: Raka Rafzan Rasyid

Suara USU, Medan. Tim Besi Medan yang mewakili Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil meraih Juara 3 kategori Essay Competition tingkat nasional dalam ajang Incredible Research and National Competition (INSTINCT) 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan di Universitas Riau pada 1–3 Oktober 2026. Prestasi ini diraih melalui esai berjudul “CALMIO: Perangkat Portabel Berbasis Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Kualitas Hidup dan Kemandirian Penyandang Autisme di Era Ekonomi Digital”.

Tim tersebut terdiri atas Arya Dwi Ardhana Wibowo, Salwa Tafabila Barus, dan Hafiza Sabrina Sirait, mahasiswa Program Studi D4 Statistika, Fakultas Vokasi USU. Dalam penyusunan esai, ketiganya mendapat bimbingan dari Saddam Husein Nasution, M.Si., selaku dosen pendamping.

Rangkaian kompetisi INSTINCT 2026 diawali dengan pendaftaran dan pengumpulan abstrak, kemudian dilanjutkan dengan seleksi abstrak. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi berhak mengikuti tahap berikutnya, yaitu pengumpulan proposal lengkap, sebelum akhirnya diumumkan sebagai finalis.

Salah satu anggota tim, Arya Dwi Ardhana Wibowo, mengungkapkan bahwa keikutsertaan dalam kompetisi tersebut menjadi pengalaman berharga karena mereka berkesempatan membawa nama USU di tingkat nasional.

“Tentunya kami merasa bangga karena mendapatkan kesempatan untuk mewakili universitas dalam ajang nasional sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa USU mampu bersaing melalui ide dan inovasi yang kami kembangkan,” ujarnya.

Melalui esai tersebut, tim mengusulkan CALMIO, sebuah gagasan perangkat portabel berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu penyandang autisme menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri. Gagasan ini berangkat dari perhatian mereka terhadap tantangan yang dihadapi penyandang autisme, terutama dalam aspek komunikasi, interaksi sosial, pengelolaan emosi, dan kemandirian.

“Melalui esai ini, kami mengusulkan inovasi yang diberi nama CALMIO, yaitu perangkat portabel berbasis Artificial Intelligence untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian penyandang autisme di era ekonomi digital,” jelas Arya.

Ia juga menekankan bahwa perkembangan teknologi tidak seharusnya hanya berorientasi pada efisiensi dan produktivitas, tetapi perlu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence, tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga berpotensi menghadirkan solusi yang lebih inklusif bagi kelompok masyarakat dengan kebutuhan khusus,” lanjutnya.

Dalam proses pengembangan gagasan, tim menghadapi tantangan untuk memastikan inovasi yang diusulkan tidak hanya menarik secara konsep, tetapi juga relevan dengan permasalahan dan memiliki potensi penerapan. Hal tersebut menuntut mereka memahami perkembangan teknologi kecerdasan buatan sekaligus kebutuhan penyandang autisme.

“Salah satu tantangan terbesar kami adalah bagaimana mengembangkan sebuah gagasan inovasi yang tidak hanya menarik secara konsep, tetapi juga relevan dengan permasalahan yang diangkat dan memiliki potensi untuk diterapkan. Mengingat inovasi yang kami usulkan berkaitan dengan Artificial Intelligence dan kebutuhan penyandang autisme, kami perlu memahami kedua aspek tersebut agar gagasan yang disampaikan memiliki dasar yang kuat,” ungkap Arya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, ketiga anggota tim rutin berdiskusi, mempelajari referensi ilmiah, berkonsultasi dengan dosen pembimbing, serta membagi tugas sesuai tanggung jawab masing-masing. Kerja sama tersebut membantu mereka menyusun gagasan secara lebih terarah.

Melalui CALMIO, Tim Besi Medan berharap masyarakat semakin memahami bahwa penyandang autisme memiliki potensi dan kesempatan yang sama untuk berkembang. Mereka juga berharap gagasan tersebut dapat mendorong lahirnya inovasi teknologi yang lebih inklusif, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan manusia.

Redaktur: Erni Yuli Simatupang

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.