Reporter: Nejla Assyifa Munthe
Suara USU, Medan. Rumah Kepemimpinan (RK) Medan menggelar Legacy Talks: Dialog Tokoh bertema “Capacity Building: Bertumbuh Menjadi Pribadi yang Siap Memimpin dan Berdampak” pada Minggu (18/10/2026) pukul 13.00 WIB di Asrama Rumah Kepemimpinan Regional 6, Medan. Kegiatan ini menghadirkan akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Yeni Absah, S.E., M.Si., untuk berbagi pengalaman dan wawasan kepemimpinan kepada mahasiswa.
Rumah Kepemimpinan merupakan lembaga nonpemerintah yang berfokus pada pembinaan mahasiswa melalui program pengembangan kepemimpinan berbasis asrama dan komunitas. Berdiri sejak 2002, lembaga ini bertujuan membentuk calon pemimpin yang berintegritas, berkarakter, serta memiliki keterampilan dan wawasan kebangsaan.
Dalam pemaparannya, Prof. Yeni menekankan pentingnya komitmen dan konsistensi dalam membangun kepemimpinan. Menurutnya, proses menjadi pemimpin membutuhkan waktu dan usaha berkelanjutan. “Saya yakin mereka yang hadir sekarang ini akan menjadi pemimpin besar di masa yang akan datang. Dan itu berproses, tidak bisa satu malam, tidak bisa hanya sehari, itu proses bertahun-tahun,” ujarnya.
Ia juga membagikan pengalamannya menempuh pendidikan tinggi melalui beasiswa di tengah keterbatasan ekonomi. Prof. Yeni mengingatkan mahasiswa untuk memanfaatkan masa perkuliahan guna mengembangkan kompetensi dan memperluas jejaring.
“Manfaatkan waktu, golden time kalian. Mumpung menjadi mahasiswa, memang masanya untuk belajar. Kumpulkan sebanyak mungkin pengalaman, pertemanan, jejaring, serta keterampilan dan kompetensi, karena tantangan ke depan sangat banyak dan perubahan terjadi sangat cepat,” tambahnya.
Panitia penyelenggara, Iskandar Julkarnain, menjelaskan bahwa dialog tokoh ini dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas diri. Kegiatan tersebut terbuka bagi mahasiswa dari berbagai jurusan. Sebanyak 16 peserta hadir dalam kegiatan ini.
Iskandar mengatakan bahwa salah satu tantangan penyelenggaraan adalah menyelaraskan jadwal narasumber dengan agenda internal organisasi. Meski demikian, pihaknya berharap dapat terus menghadirkan tokoh inspiratif melalui kegiatan serupa.
Salah seorang peserta, Dinda Elmira Syaharani, mengaku mendapat pemahaman baru mengenai kepemimpinan perempuan. Menurutnya, perempuan perlu menunjukkan kapasitas diri agar mendapat kepercayaan dalam posisi kepemimpinan.
“Saya jadi lebih paham kalau kepemimpinan perempuan itu memang harus dibuktikan dari dua sisi. Dari perempuan sendiri harus benar-benar membuktikan kapasitasnya sebagai pemimpin, supaya lingkungan pun melihat mereka pantas berada di posisi kepemimpinan,” ujarnya.
Melalui Legacy Talks, Rumah Kepemimpinan berharap mahasiswa dapat memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kapasitas diri, memperluas jejaring, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan kepemimpinan di masa depan.
Redaktur: Siti Farhatun Nafis Azhari
Leave a comment