Oleh: Dhita Luna & Dinda Sajidah
Suara USU, Medan. PT Link Net Tbk menggelar program Linknet Goes to Campus di Gedung Kemahasiswaan Kampus 1 Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (29/10). Kegiatan ini menghadirkan diskusi mengenai kesiapan mahasiswa menghadapi perubahan kebutuhan industri di era ekonomi digital, khususnya terkait kesenjangan keterampilan (skill gap) antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Sejak registrasi dibuka, mahasiswa mulai memadati lokasi acara. Sembari menunggu kegiatan dimulai, peserta juga dapat mengikuti berbagai aktivitas melalui booth interaktif yang disediakan. Mengangkat tema “Connecting Future Talent for Indonesia’s Digital Economy”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi mengenai kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan industri digital.
Rangkaian acara dibuka dengan sambutan Sekretaris USU, kemudian dilanjutkan dengan paparan kunci oleh CEO & President Director PT Link Net Tbk, Kanishka Wickrama. Setelah sesi seremonial, kegiatan berlanjut ke diskusi panel yang dipandu oleh Dosen Fakultas Hukum USU, Anggi Maisarah, S.H., M.H.
Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor, yakni Dosen Fakultas Teknik USU Dr. Eng. Ir. Taufiq Bin Nur, S.T., M.Eng.Sc., Director on the Board of Directors PT Link Net Tbk Pricillia Margareth, serta Chief Corporate Secretary PT Link Net Tbk Rininta Agustina. Pembahasan berfokus pada pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri untuk mengurangi kesenjangan keterampilan tenaga kerja.
Head of Regulatory & Sustainability PT Link Net Tbk, Lidia Elvina, menyebutkan bahwa penguasaan teknologi saja tidak cukup untuk menghadapi persaingan dunia kerja. Menurutnya, kemampuan beradaptasi juga menjadi salah satu aspek penting yang diperhatikan perusahaan dalam merekrut karyawan.
“Hal yang menjadi basic skill yang paling kita butuhkan adalah kemampuan beradaptasi. Kita harus tahu bagaimana bisa mengikuti alur (follow the track) atau justru tertinggal di belakang,” ungkap Lidia.
Menanggapi hal tersebut, Taufiq Bin Nur menyoroti derasnya arus informasi yang menuntut mahasiswa untuk lebih tanggap terhadap perubahan. Ia menilai bahwa kemampuan berpikir kritis dan pengembangan keterampilan nonteknis (soft skill) perlu dilatih sejak di bangku perkuliahan.
“Kita memasuki era transformasi informasi yang luar biasa cepat, sehingga harus memiliki kewaspadaan tingkat tinggi. Mahasiswa harus mulai melatih soft skill dari sekarang agar mampu berpikir cepat, cerdas, efektif, dan inovatif,” terangnya.
Selain kemampuan beradaptasi, komunikasi dan pemecahan masalah juga menjadi kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Pricillia Margareth menegaskan bahwa calon pekerja perlu memahami kebutuhan pasar dan mampu menawarkan solusi atas permasalahan yang dihadapi.
“Ketika masuk ke dunia kerja, kalian harus bisa menjadi problem solver yang memberikan solusi, bukan malah bikin lebih pusing. Percuma punya critical thinking kalau tidak bisa mengkomunikasikannya,” tegas Pricillia.
Dalam kesempatan tersebut, Lidia juga menyampaikan perkembangan jangkauan operasional Link Net di Sumatera Utara. Menurutnya, cakupan perusahaan tidak hanya berada di Medan, tetapi juga telah menjangkau Deli Serdang dan Pematangsiantar, serta memiliki potensi untuk berkembang ke wilayah Simalungun.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, Link Net turut membuka peluang bagi mahasiswa USU untuk mengenal dunia industri melalui program magang profesional dan Management Trainee. Program tersebut menjadi salah satu jalur yang ditawarkan perusahaan untuk menjaring calon tenaga kerja di bidang industri digital.
Redaktur: Siti Farhatun Nafis Azhari
Leave a comment