Home Kabar Kampus USU dan Schoters Bahas Peluang Karier Global bagi Mahasiswa
Kabar Kampus

USU dan Schoters Bahas Peluang Karier Global bagi Mahasiswa

Share

Reporter: Anastasyia Dwi T. Sitinjak

Suara USU, Medan. Work Abroad Schoters berkolaborasi dengan Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan webinar bertajuk “Dari Kampus Lokal Menuju Karier Global” pada Senin (26/10/2026). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini membahas peluang kerja di luar negeri serta berbagai persiapan yang perlu diperhatikan mahasiswa sebelum memasuki pasar kerja internasional.

Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB dengan dipandu oleh moderator Linggar. Acara kemudian dibuka melalui sambutan Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kealumnian USU, Prof. Dr. Ir. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si., IPU. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya wawasan yang cukup bagi mahasiswa sebelum mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa bonus demografi perlu disikapi dengan baik agar dapat menjadi peluang dan memberikan manfaat bagi mahasiswa.

Pada pukul 10.16 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Anissya Kirana Putri selaku Branch Manager Work Abroad Academy by Ruangguru. Ia menjelaskan sejumlah faktor yang membuka peluang bagi masyarakat Indonesia untuk bekerja di luar negeri. Salah satunya adalah penurunan jumlah populasi di sejumlah negara maju yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan tenaga kerja. Selain itu, kondisi pasar kerja Indonesia dan potensi bonus demografi juga menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam melihat peluang kerja internasional.

Anissya turut menyoroti perbedaan tingkat gaji antara Indonesia dan negara lain sebagai salah satu faktor yang mendorong masyarakat untuk mencari pekerjaan di luar negeri. Namun, ia mengingatkan peserta agar tidak hanya berorientasi pada tawaran gaji. Calon pekerja juga perlu berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan lowongan pekerjaan di luar negeri.

Sebelum memutuskan untuk bekerja di negara lain, calon pekerja disarankan untuk terlebih dahulu mencari informasi mengenai negara tujuan dan bidang pekerjaan yang diminati. Pemahaman tersebut diperlukan agar mereka dapat mempertimbangkan kondisi negara tujuan sekaligus mempersiapkan kemampuan yang dibutuhkan.

Dalam pemaparannya, Anissya juga memperkenalkan dua kategori pekerjaan, yaitu blue collar dan white collar. Pekerjaan blue collar umumnya berkaitan dengan keterampilan teknis atau pekerjaan lapangan, sedangkan white collar merujuk pada pekerjaan profesional yang umumnya dilakukan di lingkungan perkantoran. Ia menjelaskan bahwa calon pekerja yang ingin menekuni pekerjaan blue collar perlu mempersiapkan kemampuan bahasa serta memiliki sikap fleksibel dalam menghadapi lingkungan kerja yang berbeda.

Setelah pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi pada pukul 11.28 WIB. Dalam sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar peluang dan persiapan bekerja di luar negeri. Webinar kemudian diakhiri pada pukul 12.00 WIB dengan sesi dokumentasi.

Redaktur: Siti Farhatun Nafis Azhari

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.